Archive for November, 2005

Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Tersedu

Monday, November 28th, 2005


Judul di atas merupakan judul novel terbaru dari Paulo Coelho yang menjadi
bestseleer di 29 negara. Novel bertebal 209 halaman ini merupakan sebuah kisah
cinta tentang spiritualitas dan pengorbanan. Dari novel ini saya mendapati ada
beberapa kutipan yang mendalam mengenai cinta dan kehidupan yang bagus untuk
disimak, dan berikut adalah kutipan-kutipan tersebut:

”Setiap hari Tuhan
memberikan kita matahari-dan juga satu momen, saat kita berkemampuan mengubah
segala yang membuat kita tak bahagia. Setiap hari, kita berpura-pura belum
mengalaminya, seakan momen itu tak ada-seakan hari ini sama dengan kemarin sama
dengan besok. Tapi, jika manusia benar-benar memahami keseharian hidupnya,
mereka akan menemukan momen magis itu. Momen itu ada-sebuah saat, ketika
seluruh kekuatan gemintang menjelma sebagian dari diri dan memungkinkan kita
melakukan keajaiban.”

”Tak seorang pun yang bisa
berdusta, tak seorang pun yang bisa menyembunyikan sesuatu, jika ia menatap
lurus ke dalam mata seseorang. Dan wanita mana pun dengan hanya sedikit
kepekaan bisa membaca mata seorang pria yang sedang  jatuh cinta.”

”Cinta hanya bisa bertahan
jika ada harapan kau akan bisa mendapatkan orang yang diinginkan.”

”Orang bijak menjadi bijak
karena mereka mencintai. Dan orang tolol adalah tolol sebab mereka menyangka
bisa memahami cinta.”

”Cinta bagaikan sebuah
bendungan: jika kau membiarkan sebuah retak kecil yang hanya bisa dilewati
setetes air, maka tetesan itu akan segera meruntuhkan seluruh struktur, lalu
tak seorang pun bisa mengendalikan kekuatan arusnya.”

”Cinta adalah sebuah
jebakan. Ketika ia datang, kita hanya melihat cahayanya, bukan bayangannya.”

 ”Semesta selalu membantu
memperjuangkan mimpi kita, sebodoh apapun itu. Mimpi adalah milik kita sendiri,
dan hanya kita yang tahu apa yang perlu diupayakan untuk tetap
mengupayakannya.”

”Cinta bisa membawa kita ke
neraka atau surga, tapi selalu membawa kita ke suatu tempat. Kita mesti
menerimanya saja, karena cintalah yang menyuburkan keadaan kita. Jika kita
menolaknya, maka kita akan mati kelaparan, karena kekurangan keberanian untuk
mengulurkan tangan dan memetik buah dari dahan pohon kehidupan.”

 ”Cinta tak banyak tanya,
karena jika kita jeda berpikir maka kita pun ketakutan.”

 

 

 

Oase Keabadian

Tuesday, November 22nd, 2005

Tatkala rintih itu perih
Semayamkan duka tak kunjung padam
Tatkala menit itu sakit
Tuaikan asa tak tentu arah
Datang  menyisir batin
Tanpa rupa
Balut diri
Gemericik senyum
Buncahan tawa
Kembalikan janji
Apa daya
Semua fana
Perih itu kembali merintih
Sakit itu datang temani menit
Puing-puing kepiluan
Datang menerjang
Singkap tirai penuh makna
Oase itu begitu sejuk
Pacu jiwa gapai keabadian

Perkenankanlah Aku MencintaiMu Semampuku

Tuesday, November 22nd, 2005
 Tuhanku,

Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar
mencintaiMu…

Lembar demi lembar kitab kupelajari…
Untai demi untai kata para ustadz kuresapi…
Tentang cinta para nabi
Tentang kasih para sahabat
Tentang mahabbah para sufi
Tentang kerinduan para syuhada

Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam
Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang
mengawang di awan…

Tapi Rabbii,
Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan
kemudian tahun berlalu…

Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling
utama, tapi…

Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi
untukMu…

Aku makin merasakan gelisahku membadai…
Dalam cita yang mengawang
Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi…
Hingga aku terhempas dalam jurang
Dan kegelapan…

Wahai Ilahi,
Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan,
bulan dan tahun berlalu…

Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan
menegakkan jiwaku kembali

Menatap, memohon dan menghibaMu:
Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii,
Perkenankanlah aku mencintaiMu,
Semampuku

Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii
Perkenankanlah aku mencintaiMu
Sebisaku
Dengan segala kelemahanku

Ilaahi,
Aku tak sanggup mencintaiMu
Dengan kesabaran menanggung derita
Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al musthafa
Karena itu izinkan aku mencintaiMu
Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu
Atas derita batin dan jasadku
Atas sakit dan ketakutanku

Rabbii,
Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang
menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi
diri dan keluarga. Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad.
Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu. Izinkan aku
mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan
kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di
pojok-pojok jembatan. Pada makanan–makanan sederhana yang terkirim ke handai
taulan.

Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan
khusyuknya shalat salah seorang shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah
musuh terhunjam di kakinya. Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih
menggapai cintaMu, dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata, meski ingatan
kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.

Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan
rahib, yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu. Maka
izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua
sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku.

Yaa, Maha Rahmaan,
Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz
dan hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah
aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan
seayat dua ayat hafalanku.

Yaa Rahiim
Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah, yang
mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu. Seandai para syuhada, yang menjual
dirinya dalam jihadnya bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan
mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka izinkanlah
aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru.


Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas
segalanya, bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh
mengorbankan pemuda biji matanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam
segalanya. Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan
mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta.

Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii
Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku. Agar
cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku…..

 

 

Aku Rindu Zaman Itu

Saturday, November 19th, 2005

Aku rindu zaman ketika halaqoh adalah kebutuhan, bukan sekedar
sambilan apalagi hiburan

Aku rindu zaman ketika membina adalah kewajiban, bukan pilihan
apalagi beban dan paksaan

Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan, bukan sekedar
pelengkap pengisi program yang dipaksakan

Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan, bukan keraguan
apalagi kecurigaan

Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan, bukan tuntutan
dan hujatan

Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan bukan suudzon atau menjatuhkan

Aku rindu zaman
ketika kita semua memberikan segalanya untuk da
wah ini

Aku rindu zaman
ketika nasyid ghuroba menjadi lagu kebangsaan

Aku rindu zaman
ketika hadir di liqo adalah kerinduan, dan terlambat adalah kelalaian

Aku rindu zaman
ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi dauroh dengan ongkos ngepas dan
peta tak jelas

Aku rindu zaman
ketika seorang ikhwah benar-benar jalan kaki 2 jam di malam buta sepulang
tabligh dawah di desa sebelah

Aku rindu zaman ketika
akan pergi liqo selalu membawa uang infak, alat tulis, buku catatan dan Qur
an terjemahan
ditambah sedikit hafalan

Aku rindu zaman
ketika seorang binaan menangis karena tak bisa hadir di liqo

Aku rindu zaman
ketika tengah malam pintu depan diketok untuk mendapat berita kumpul subuh
harinya

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah berangkat liqo dengan ongkos
jatah belanja esok hari untuk keluarganya

Aku rindu zaman
ketika seorang murobbi sakit dan harus dirawat, para binaan patungan
mengumpulkan dana apa adanya

Aku rindu zaman itu,

Aku rindu….

Ya ALLAH,

Jangan Kau buang
kenikmatan berda
wah dari hati-hati
kami

Jangan Kau jadikan hidup ini hanya berjalan di tempat yang sama…

 

 

My Pray…

Saturday, November 19th, 2005

Palestinian_girlAllah yang Maha
Pemurah…

Terima kasih Engkau telah menciptakan dia dan mempertemukanku dengannya.

Terima kasih untuk saat-saat indah yang dapat kami nikmati bersama.

Terima kasih untuk setiap pertemuan yang dapat kami lalui bersama.

Ku datang bersujud di hadapanMU…

Sucikan hatiku ya Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencanaMU
dalam hidupku.

Ya Allah, jika aku bukan pemilik tulang rusuknya, janganlah biarkan ku merindukan
kehadirannya…
janganlah biarkan aku, melabuhkan hatiku dihatinya..
kikislah pesonanya dari pelupuk mata ku dan jauhkan dia dari relung hati ku…

Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam di dada ini dengan kasih
dari dan padaMU yang tulus, murni…
dan tolonglah aku agar dapat mengasihinya sebagai sahabat

Tetapi jika Engkau ciptakan dia untukku…
ya Allah tolong satukan hati kami…
bantulah aku untuk mencintai, mengerti dan menerima dia seutuhnya…
berikan aku kesabaran, ketekunan dan kesungguhan untuk memenangkan hatinya…

Ridhoi dia, agar dia juga mencintai, mengerti dan mau menerimaku dengan segala
kelebihan dan kekuranganku sebagaimana telah Engkau ciptakan…

Yakinkanlah dia bahwa aku sungguh-sungguh mencintai dan rela membagi suka dan
dukaku dengan dia…

Ya Allah Maha Pengasih, dengarkanlah doa ku ini…
lepaskanlahku dari keraguan ini menurut kasih dan kehendakMU…

Allah yang Maha Kekal, ku mengerti bahwa Engkau senantiasa memberikan yang
terbaik untukku…
luka dan keraguan yang ku alami, pasti ada hikmahnya.

Pergumulan ini mengajarkan ku untuk hidup makin dekat kepadaMU untuk lebih peka
terhadap suaraMU yang membimbing ku menuju terangMU…

Ajarkan ku untuk tetap setia dan sabar menanti tibanya waktu yang telah Engkau
tentukan….

Jadikanlah kehendakMU dan bukan kehendak ku yang menjadi dalam setiap bagian
hidup ku…

Ya Allah, semoga Engkau mendengarkan dan mengabulkan permohonanku.

Amin

 

Detail Kalbu

Monday, November 7th, 2005

Demi Dzat Yang jiwaku berada dalam genggamanNya
Sungguh ku benci miliki rasa itu
Bila hanya kan
memperluas bentangan jarak antara kita
Rasa yang menyelinap cerdik
ke dalam saung kecil berhunikan berjuta asa
Rasa yang mendekapku
dalam lantunan serenada dahsyat nan semu
Rasa yang memayungiku
dari lebatnya hujan di malam nan kelam
Rasa yang menyejukkanku
kala guntingan lidah sang surya melibas
kelebatan bayanganku di siang nan terik
Rasa yang membelaiku
dalam serpih mozaik impian nan terserak

Demi Dzat Yang Menguasai Semesta Alam
Sungguh ku sesali turuti rasa itu
Bila hanya kan
mempertebal hijab antara kita
Dan sejatinya
Bidikan beribu anak panah
Hujaman berjuta kampak tajam
Kan jua meruntuhkan kokohnya
Pepohonan berakar serabut
Lingkaran-lingkaran kambium
yang terlukis tahun demi tahun
Menjadi tiada lagi berarti
Blunder!

Demi Dzat Yang Maha Mengetahui
apa-apa yang tersembunyi dalam tiap detil kalbu hambaNya
Sungguh karuniakanlah diriku rasa itu
Bila kelak saatnya tiba
Sang ksatria sejati
Menaiki kuda sembrani tuk hantarkan
diriku pada cintaMu
Berbajukan zirah kemurnian aqidah
Berpedangkan shahihul ibadah
Bertamengkan perisai akhlaqul karimah
Berdendangkan lantunan bait-bait suci
Bilakah???

Paradoks Kemenangan

Saturday, November 5th, 2005

Gulitanya malam serasa hampa
Oleh takbir yang menyeruak ke setiap koridor
Di surau-surau
Di lembah-lembah
Di gunung-gunung
Pekik kemenangan membangunkan jiwa yang meringkuk
dalam kebekuan akan fitrah insani
Pun makhluk-makhluk bersayap turut menghambakan diri
pada Sang Pemilik Cahaya

Roja’ kan pembebasan dari naarNya
yang demikian panas
Khauf kan persuaan yang terakhir kalinya dengan ladang ubudiyah
yang demikian luas

Mercon dan kembang api simbol kemenangan
Nastar, castengels, opor ayam, hingga kacang bawang
terhidang bak simbol kebahagiaan
Sarinah, Plasa Semanggi, Taman Anggrek demikian ramainya
tuk mencari sandang nan elok di hari fitri

Namun sungguh!
Lihatlah keluar sana saudaraku
Yahudi La’natullah’alaih begitu nikmatnya
memporakporandakan kebahagiaan saudara Muslim di Palestina
empat ratus pemuda Hamas dengan
gagah berani dieksekusi tuk bela kehormatan
pembantaian Shabra Chatilla
pembantaian di Masjid Khalil Ibrahim
akankah kita dapat melupakannya???
tanah wasiat Umar bin Khattab ini
dengan pongahnya telah diinjak-injak
tak tergerakkah kita wahai saudaraku???

Lihatlah di lintasan kosmik yang lain
tak begitu jauh dari sana
masih segarkah ingatan kita tentang reruntuhan Afghan
Serakan mayat-mayat
Lubang-lubang sempit persembunyian
Akankah terdengar takbir di Kandahar, Jalalabad, dan Kabul???
Akankah???

Masih tak cukupkah kita melihat realita lainnya saudaraku???
Lihatlah Irak
Negeri 1001 malam nan mahsyur dikata orang
Tinggal nostalgia yang telah rata dengan tanah
Pembunuhan demi pembunuhan
Oh saudaraku di Fallujah
Akankah mereka mendengar suara kami???
Mortir-mortir yang berpendaran
Pecahan-pecahan bom yang begitu menyayatkan
tak jua membuat azzam mereka menjadi lemah
Dalam pengintaian mereka bershaum
Sungguh mereka menikmati jamuan yang demikian indah

Tunggu…tak sampai di sini saja saudaraku
Tahukah kau akan Pattani???
Atau kau lebih kenal durian Monthong???
Saksikanlah kebiadaban tentara Thailand
terhadap kaum Muslim di sana
tubuh-tubuh yang ditumpuk bagai hewan
mati lemas tanpa mampu menorehkan perlawanan

sebentar…sebentar…semuanya belum usai
ingatkah dirimu pada kata tsunami???
gelimpangan mayat tak bertuan
bau anyir selaksa memenuhi semesta
terjangan gelombang nan dahsyat
hilangkan Lhok Nga
Raibkan Calang
Oh…betapa si kecil Meutia tak tadahkan muka???
Di mana kau wahai Bunda???
Gendonglah diriku duhai Ayah!!!

Lain lagi kisahnya di ibukota
Kala orangnya berasyik mahsyuk mudik
Berkumpul dengan handai taulan
Guntingan lidah api dengan dahsyat menerjang
Kampung Gusti, Mangga Besar, Kampung Muka…
lagi-lagi tak sampai di situ
Air bah tak diundang
Menyerbu Cilacap…Kebumen tak ketinggalan

Duhai Rabbi…
sungguh kami hambaMu yang demikian hina
Mengaku beraqidah
Ramalan bintang dan paranormal mesih dipercaya
Mengaku beribadah
Kemaksiatan tetap dijalankan
Mengaku diri berakhlaq
Banyak jiwa yang masih tersakiti oleh tutur dan laku

Bantu kami tuk bangkit
Biarkan di hari fitri ini menjadi tonggak awal
kemenangan kami
Semoga…..

-kalamencobatukbangkitbukamatadanbukatelinga-

Eid Mubarak

Friday, November 4th, 2005

Eidmubarak_3Ngomong-ngomong
soal silaturahim di hari yang fitri ini rasa-rasanya udah jarang banget orang
yang pake cara konvensional kayak kirim-kiriman kartu lebaran. Sekarang orang
lebih nyaman pake teknologi SMS, MMS, ato email untuk menyampaikan permohonan
maaf. Nah, ngomong-ngomong lagi soal SMS di hari lebaran ini kayaknya udah jadi
tradisi kalo ngirim SMSnya pas hari-H tuh SMS bakalan kena pending muluw
gara-gara jalurnya crowded banget. Makanya RoSa milih ngirim SMS H-2 supaya gak
kena traffic. Ini dia SMS Lebaran yang RoSa kirimin buat
semua orang yang RoSa  kenal:

Ku ingin mendaki
matahari agar luluh sgala noda
Ku ingin mencair dalam
tetesan embun agar lebur sgala angkara
dan Ku ingin
menunggang badai yang bergemuruh tuk sampaikan permohonan maaf yang tulus
Selamat
Idul Fitri 1426 H…RoSa

Berikut juga ada cuplikan beberapa
SMS dari total 104 SMS yang RoSa terima dari seluruh penjuru negeri
(cieeee…:p), ada yang puitis, lucu, serius, dan ada juga yang nyentil…sok
disimak atuh….

Berjuta rasa dan asa, dari NAD, dihaturkan doa dan
harapan,
agar kiranya 4JJI senantiasa melimpahkan
keberkahan…
Selamat Idul Fitri 1426 H,mohon maaf atas segala
khilaf,
semoga 4JJI menerima segala amal ibadah kita

-Drg. Grace
Razkya, FKG UI’97, NAD-

Semoga kelapangan hati untuk sebuah kemaafan,
keikhlasan senyum untuk saudara menjadi hantaran
untuk sampaikan kita pada keridhoanNya
Mohon maaf lahir batin ya

-Wilda Rahmah, FE
Unand’01, Padang-

Memaafkan bukan bagaimana kita mendengar, tapi
bagaimana kita mengerti.
Bukan bagaimana kita melupakan, tapi bagaimana
kita mengikhlaskan.
Mohon maaf lahir batin. Semoga kita semua kembali
ke fitrah.
Selamat Idul Fitri 1426 H.

-Mutiara Harvia,
FKG UI’01, Pekanbaru-

Manusia diliputi kehinaan di mana saja, kecuali
yang menjaga
hablumminallah dan hablumminannas.
Mohon maaf atas segala kesalahan. Selamat Idul
Fitri 1426 H

-Ummy Nadra,
Pekanbaru-

Ketika sahabat pulang dari perang, mereka berkata
minal aidin wal faizin
ka
mi pulang dari perang dan membawa
kemenangan-
Di hari kemenangan u3ng sekeluarga ucapkan
mohon maaf lahir bathin yo!

-Ahmad Fadhli, FE
Unsri’99, Palembang-

Mohon maaf atas segala kata dan perbuatan yang
tidak berkenan.
Taqabalallahu minna wa minkum Taqabbal ya karim.

Minal aidin wal
faidizin.
Maaf lahir batin Selamat
Id Fitri 1426 H

-Drg. Dineke, FKG UI’97, Bengkulu- 

Mungkin telah kita sia-siakan bulan suci ini.
Untuk detik-detik terakhir sebuah pengharapan.
Mati kita mohon banyak hikmah, pengampunan
dariNya,
Mari…kembali berjuang bersama.
Taqabbalallahu minna wa minkum.
Mohon maaf lahir dan bathin.
Stulusnya…=)

-R. Permono,
Fasilkom UI’95, Jkt-

Saat MENTARI ‘Idul Fitri merekah,
Say HALO pada FREN dan muslimin di seluruh
ESIA&dunia,
give SIMPATI kepada yg ditimpa musibah agar
terBEBAS dari bencana.
Acungkan JEMPOL untuk yang SMART dan sungguh2
berjibaku di bulan Ramadhan.
Moga usaha EXPLORasi diri dan MATRIXulasi ibadah
kita diterima.

"mohon maaf lahir
bathin"

-Adi Nugroho, Fis ITB’99, Jkt-

Rosaku sayang…
Aku juga mohon maaf
atas sgala khilaf yang pernah membuat kecewa/ menyakiti hati.
Semoga hari-hari
selanjutnya kita menjadi insan yang lebih baik…Amiin..

-Adiena Sassy,
FKG UI’00, Jkt- 


Talompek kecek tagigik lidah, tasingguang hati kok
taraso,
mambuek awak basalah, maafkan jo hati nan lapang
muko nan janiah.
Mohon maaf lahir batin

-Karin Tika, FKG
UI’01, Jkt-
 

Sungguh…utuhnya amal
adalah ikhlas,
maknanya mudik adalah
silaturahim,
eratnya persahabatan
adalah ukhuwah,
manisnya iman adalah
dakwah,
dalamnya sepi adalah
introspeksi,
indahnya Idul Fitri adalah
perubahan.

-Ahmad Ronal, FKG UI’02, Jkt-

Selamat Idul Fitri.
Taqabalallahu minna wa minkum.
Semoga Allah menerima amalku dan amalmu.
Mohon maaf atas segala lalai, salah, dan lupa yang
pernah kuperbuat.

Get long life spirit
of Ramadhan
-
Rizki Fitri, FKG
UI’03, Jkt-

ONDEMANDE…
Upiak2&buyuang2 kawan ambo
kiniko hari rayo
mangkonyo ambo atuakan salam sajawek maaf laia jo
batin
smoga 4JJI mengampuni duso kito basamo, amin

-Rio Suryantoro,
FKG UI’04, Jkt-
 

Perjuangan melawan segala bentuk nafsu telah dituntaskan,
takbir dikumandangkan,
genderang kemenangan dihentakkan.

selamat Idul Fitri
1426H, mohon maaf lahir & batin

-Yuki, FKG UI’05, Jkt-

Sama2 ya Ocha, selamat idul fitri, maaf atas sgala
kesalahan.
Tausiyah dikit:
Hati2 ya Ocha, puisinya kalo dikirim ke orang yang
belum menikah
Bisa bahaya tuh…:)

-Drg. Dwi
Ariawan, PPDGS Bedah Mulut FKG UI, Jkt-

Putri raja pergi berdandan,
pangeran muda mengail ikan,
sms dikirim pengganti badan,
segala khilaf mohon dimaafkan.
"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1426H"

-Drg. Shinta,
PPDGS Prostodonsia, FKG UI, Jkt-  


Di antara kesedihan ditinggal Ramadhan dan
nasib ummat yang memilukan serta suka cita hari
kemenangan,
segala salah dan khilaf mohon dimaafkan.

Taqabalallahu minna wa
minkum

-Herry Novrinda, Staf Pengajar PH FKG UI, Jkt-

Many many Happy
returns in d day of Ied Mubarak!
Minal aidin wal
faizin, open
ur heart 2 accept my apology,
may 4JJ makes this Ied
as d best moment 4 us ever.

-Bayuane, FKG Trisakti’01, Jkt-

The holy month has
left, hope we’ll meet it next year.
Here come the special
day, so let’s forgive each other with a new soul:
"Minal Aidin Wal
Faizin"

-Habsyiyah, FK UI’01, Jkt-

Taqabalallahu minna wa minkum. Maaf lahir batin.
Semoga cinta antara kita selalu bersemi dalam
hati,
terkembang dalam kata, dan terurai dalam laku,
hingga kita bertemu di akhirat, di mana tersisa
cerita tentang dunia,
tempat merantau kita selama beberapa tahun saja

-Yusi, D3 FK
UI’01, Jkt-

Sebelum operator gsm pada mudik
sebelum pemancar disambar petir dan
sebelum pulsa abis
Ada kata yang akan kuucapkan
*Selamat Idul Fitri*
Mohon Maaf Lahir dan Batin

-Elly Kuswandari,
Staf LAN, Jkt-

Ass Ocha,
selamat hari raya ya, menggapai kemenangan.
Mohon maaf lahir&batin, kembali ke fitra

-Ivan Sudirman,
EL ITB, Jkt-

Mari rangkum kembali makna kesucian, ketulusan,
kebersamaan yang
telah terserak, agar langkah semakin kuat dan
tabah untuk menuju keridhaan 4JJI.
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin

-Rizky Akbar, FT
Gundar’97, Jkt-

Kuingin melesat ke cakrawala, terbang seperti yang
telah digariskan.
Kuingin membeku bersama api tuk mematri maafku
dihati.
Kuingin berlari menuruni bukit terjal tuk meminta
ampunan atas kekhilafanku…
Selamat Idul Fitri 1426H…

-Kuncoro Adi
Nugroho, FT Trisakti’01, Jkt-

Karena kedzalimanku aku merasa angkuh dan karena
keegoisanku kusita waktumu,
karena kesombonganku selama ini aku merasa tinggi
dan karena rasa sayang kukorbankan kebahagiaanmu
demi kebahagiaan hatiku…
Tidak ada yang bisa kuminta selain keikhlasan
hatimu untuk memaafkan diriku.
Mau ta?^-^ makacih…Met idul fitri ya =)

-Tri Setiono, FK
Unpad’01, Bdg-

Segalanya terasa indah andai semua kesalahan Dvon
dapat dimaafkan
lahir bathin dengan ikhlas
"SELAMAT IDUL FITRI 1426H"
Taqoballahu Minna Wa Minkum ^.^

-Devona, FT UnDip’01,
Semarang-

Bila ada laku membekas lara,
ada kata merangkai dusta,
ada tingkah menoreh luka.
Mohon dimaafkan segala kekhilafan
Taqobbalallahu Minna wa Minkum
Selamat Idul Fitri

-Fikri
Rahmatullah, UniBraw’98, Malang-

Sumunaring suryo
enjang dinten riyadi,
pethak cinondro resik
ing wardoyo,
mangayu bagyo riadi
Idul Fitri,
nyuwun agunging sih
samudro pangaksami

-M. Andres Irawan, Pertanian UNEJ’99, Wonogiri-

Assalamu’alaikum,
dalem ngatureken sugeng riyadin,
sami nuwun ngapunten sedhoyo kelepatan.
TaqobbalallahuMinnaWaMinkum
- Yulim Wicak, FISIP
Unair’95, Sby-
 

Detik-detik perpisahan begitu dekat, duhai
Ramadhan…
Layakkah kita berhari raya, sedangkan semua serba
minim pada terminal Ramadhan kita.
Menangislah seperti Rosul!
Hanya
raja’ dan khauf padaNya;

moga kembali fitri

-Desi Septin, UnTan’00,
Pontianak-

Temaram senja terlebur dalam hangat mentari pagi
hari kemenangan.
Putihkan hati, sucikan diri sambut kemenangan.
Moga semua salah terlebur dalam maaf.
selamat Idul Fitri 1426H.

-Nur Salim, Univ.Mulawarman’98,
Samarinda-

PINTA SEORANG HAMBA

Thursday, November 3rd, 2005

Darkened_nights2Tuhanku…
Pinta terdalam dari seorang hamba
Ingin merengkuh cita
Meski tampak keniscayaan
Begitu jelas
Hingga untaian peluh
Tak kan ada artinya
Bermil-mil rentang
Pasti kan kembali
Ke redup penuh ketenangan
Bila saatnya nanti

Tuhanku…
Pinta terdalam dari seorang hamba
Ingin menggapai asa
Tertambatkan pada kehampaan
Berkelam sudah kilauan
Titik hujan pun
Tak mampu menepisnya
Gugahan kehendak
Akan menerobos apa yang ada
Bila cemara pun diam
Menambah kepiluan

Di Penghujung Ramadhan

Wednesday, November 2nd, 2005

Hari ini kusaksikan keteduhan mentari pagi
Sinarnya hangatkan
sekujur jiwa menggigil dengan kuduk yang berdiri
Pantulannya sungguh tak pilih kasih
Hingga bebatuan cadas pun menjadi benderang karenanya
Dedaunan makin menampakkan keajaiban klorofil yang dipendamnya

Hari ini kucoba telusuri likunya perjalanan ruhani
Mengintip azzam-azzam yang masih tersisa
Berharap masih ada ruang putih tiada bernoda
Menelisik tiap keping darah
yang terbebas dari tusukan panah makhluk terkutuk
Menanti kembalinya tonggak kalbu nan kokoh dari seorang Harafisy

Hari ini kutangisi jelang kepergian bingkisan terindah
dari Rabbku Tercinta
Kian hari urat nadi kian menonjol di balik kulit yang memucat
Tiap detik peluh serasa mengalir deras bak Niagara yang tersohor
Tapi apa???
Apakah semuanya berarti???
Bila lantunan bait-bait suci tak mampu menggugah
hati ternoda yang dipinang oleh kemunafikan
Bila gemuruh ramainya surau tak jua membuat mengiri
raga yang terasa letih oleh kemaksiatan

Hari ini kubentangkan sayap khauf dan roja’
pada Rabbku Terkasih
Bertabayyun pada sekujur budi yang terjernih
Tiada lagi asa yang terpinta
Melainkan izin tuk menetapkan hayat
Hingga berkenan dipertemukan kembali
yang pada saat itu diri ini
Telah bangkit dari kegalauan panjang
Insya ALLAH…

29 Ramadhan 1426H
-selaluberharapdanmemohontukdapatdipertemukankemablidenganRamadhanNyayangindah-