Archive for April, 2006

Hapeku Sayang, Hapeku Malang

Friday, April 28th, 2006

 

Semenjak Nokia
6600ku hilang karena dicopet di atas KRL Bogor-Kota Ramadhan lalu hingga kini aku
belum juga berganti HP. Ya, HPku masih yang Nokia 3610 yang tidak ikut tercopet
waktu di KRL tersebut. Kalau kata
teman-temanku, jodohku memang sama si Nokia 3610 ini. Dan kalau dipikir-pikir
lagi ada benarnya juga pernyataan teman-temanku itu.

Dulu, waktu pertama kalinya ganti HP Nokia 6100,
Nokia 3610ku ini diberikan ke mamaku. Ternyata, umur si Nokia 6100 hanya
bertahan dua minggu karena setelah itu dia harus dicuri oleh tangan-tangan
jahil di Masjid Arif Rahman Hakim. Alhasil, mama mengembalikan Nokia 3610nya
padaku.

Kejadian lainnya adalah waktu aku sedang outbond
di Javana Spa, Sukabumi. Pas lagi main-main di air terjun, Nokia 3610ku
nyemplung!Huaaaaa, dia langsung mati dalam sekejap dan gak bisa nyala lagih. Sesampainya
di Jakarta, aku mengadukan hal tersebut pada papaku [berharap mau dibeliin yang
baru, huehehe].
Papaku
rupanya tidak terlalu panik dengan pengaduanku tersebut. Dia langsung mengambil
HPku dan menaruhnya di bawah lampu duduk.
Keesokan paginya, ajaib!HPku sudah kembali menyala
seperti sedia kala. Ya…gak jadi deh beli HP baru
L.

Masih ada kejadian lainnya berkaitan sama Nokia
3610ku ini. Setelah kejadian di Masjid ARH akhirnya aku kapok untuk menaruh HP
di dalam tas. Akhirnya semua rokku dibuatkan kantong untuk menaroh HP. Nah,
pada waktu itu kebetulan aku sedang memakan rok hijau kesayanganku yang
kantongnya tidak begitu dalam. Berhubung hari itu sudah cukup larut akhirnya
aku memilih untuk naik taksi dari daerah Pondok Pinang hingga rumahku. Begitu
sampai di rumah, aku baru sadar kalau HPku sudah tidak berada lagi di kantong
rokku. Aku langsung berpikir bahwa HPku pasti terjatuh pada saat membayar taksi
tadi.
Bergegas ku berlari ke depan rumah untuk mencari taksi tersebut.
Unfortunately, the taxi has gone. Yahhh…Lagi-lagi
aku cuma bisa pasrah karena harus kehilangan HP lagi. Mamaku yang mengetahui
hal tersebut langsung mengontak papaku yang sedang berada di jalan. Kemudian,
papaku berinisiatif untuk mengontak nomorku dan ternyata ada yang
menjawab!Supir taksi yang kunaiki tersebut yang menjawab telepon dari papaku
itu. ”Iya Pak, HP anak bapak ada sama saya, ini saya sedang dalam perjalanan
menuju tempat bapak untuk mengembalikannya,” ujar supir taksi tersebut. Huaaa,
Alhamdulillah…akhirnya Nokia 3610ku kembali lagi ke tanganku.

Uniknya lagi dari Nokia 3610ku ini adalah meskipun
sudah sering jatuh berkali-kali, entah ke aspal, keantuk batu, masih aja awet
loh apalagi keypadnya enak banget buat SMSan. Makanya jangan heran kalau lagi
gak ada kerjaan, aku cepet banget ngebales SMS :D.

Sekarang, nasib Nokia 3610ku sudah rada-rada
mengkhawatirkan. Bayangin aja, udah lima kali ganti batere, tetep aja
bocor!Udah dicharge semaleman, tetep aja besok siangnya udah drop lagi. Gak
bisa deh yang namanya nerima telepon lama-lama. Satu menit aja udah langsung
tewas, blas!
Udah gitu, kalau
ngirim SMS, kadang ada report, kadang gak ada, semaunya dia aja.
Makanya kalo kadang salah kirim SMS, suka
gak
ketauan deh, huhuhu. Nah,
akhir-akhir ini dia punya penyakit baru. Kalau ada SMS, dia pake acara mati
dulu, baru nyala lagi. Hhhhh…musti banyak-banyak bersabar deh pokoknya.

Berhubung tadi pagi ngeliat temenku si Dhani dapat
kado HP baru gitu dari cowoknya. Huiii jadi rada-rada ngiri deh…abisnya gak
enak juga minta beli HP baru sama papa berhubung pengeluaranku untuk klinik
beberapa bulan ini aja udah besar banget. Just wondering…ada gak yah yang mau
beliin HP baru buat RoSa???

A Convolution

Thursday, April 27th, 2006

Pemikirannya sungguh terlalu rumit dan sulit untuk dimengerti. Entah karena
terlalu banyak sinaps-sinaps yang menghubungkan neuron-neuron dalam otaknya
atau karena girus-girusnya terlalu banyak? Ah, tidak! Ia sungguh tidak secerdas
Einstein. Rasa-rasanya atmosfer sekelilinglah yang telah membuatnya menjadi
seperti itu. Masih ada lagi anomalinya. Sekresi oksitosinnya sepertinya amatlah
sedikit, entah mengapa demikian. Mungkin itu yang menyebabkannya tidak menjadi
sosok plegmatis. Namun, bersyukurnya ia masih memiliki banyak oksitosin
sehingga tingkat empatinya masih cukup tinggi. Selain itu, area Broca dan
Wernickenya masih cukup baik untuk dapat mengolah dan menyeimbangkan kata demi
kata yang dirangkaikannya.

Untaian Kusut

Thursday, April 27th, 2006

tidaklah aku
mengharap sebuah bulan
karena aku
hanyalah seekor pungguk

coba menghimpun tiap detik
menjadi satuan menit
berusaha menyatukan tiap menit
yang berserak dalam kumpulan jam

mematung
merenung
menghitung


dalam darah yang mengalir
dalam hembusan nafas yang tercurah
dalam tumbuhnya tiap mili mesenkim

Journey to Lombok [Part II]

Wednesday, April 26th, 2006

Day 1 [Ahad, 16 April 2006]

Take off dari bandara Soekarno-Hatta menuju
bandara Selaparang diMenanti_keberangkatan_1 Ampenan, NTB pada pukul 19.40 WIB dengan nomor
penerbangan GA 342. Sempat terjadi kericuhan kecil di pesawat karena ada
beberapa panitia maupun peserta yang berpindah-pindah tempat duduk, tapi
akhirnya hal tersebut dapat segera diatasi. Alhamdulillah, pesawat mendarat
dengan mulus di bandara Selaparang pada pukul 10.20 WITA. Di sana, rombongan
kedua disambut oleh panitia yang tiba lebih dulu sehari sebelumnya. Dari
bandara, rombongan langsung diangkut oleh bus Pemda NTB menuju Balai Pelatihan
Kesehatan [Bapelkes] yang terletak di kota Mataram. Perjalanan dari bandara
menuju Bapelkes memakan waktu kurang lebih setengah jam. Karena malam telah
menyelimuti kota Mataram, maka aku tidak dapat melihat dengan jelas jalan-jalan
yang dilalui oleh bus kami. Namun, aku dapat merasakan suasana yang relijius
dari kota ini. Terlihat dari motto kota Mataram , ”Maju dan Relijius’ serta
banyaknya mesjid-mesjid di pinggir jalan bahkan tidak jarang dari mesjid-mesjid
tersebut saling bersebrangan. Selain itu, lampu-lampu yang menghiasi jalan di
NTB bertuliskan lafaz-lafaz pujian kepada Allah dan berwarna hijau terang!wew,
it’s my favourite colour. Dalam perjalanan, kami juga melewati satu-satunya mal
yang ada di kota Mataram, namanya Mal Mataram. Malnya hanya terdiri dari dua
lantai dan lebarnya kurang lebih seluas ITC Roxy Mas di Jakarta. Mal ini tidak
memiliki bioskop tapi tetap ada McD di sini.

Setibanya di Bapelkes rombongan langsung menuju
kamar masing-masing yang telah dibagi oleh panitia.
Alhamdulillah, asrama tempat kami menginap cukup
nyaman.
Satu kamar dihuni
oleh empat orang dan tiap kamar memiliki dua tempat tidur ukuran single dan
satu kamar mandi di dalamnya. Aku ditempatkan bersama tiga orang temanku yaitu
Hodijah, Husna Hamida, dan Tia Herfiana. Berhubung hari sudah larut malam dan
hari esok kami akan memulai kerja berat, maka setelah kami masing-masing mandi
dan gosok gigi tentunya :D, kami langsung beristirahat. Good night and sleep
tight
J.

Journey to Lombok [Part I]

Saturday, April 22nd, 2006

Alhamdulillah,
setelah mengalami kegamangan selama empat bulan dari Januari 2006 kemarin,
akhirnya aku bisa juga mengikuti kerja sosial FKG UI di Lombok dari tanggal 16
sampai 21 April kemarin. Hal utama yang membuatku gamang untuk mengikuti kerja
sosial tahun ini adalah karena waktunya yang bertepatan dengan jadwal klinik konservasi
[tambal gigi] dan periodonti. Jika aku mengikuti kerja sosial, berarti waktu
kerjaku di klinik konservasi akan berkurang dua hari. Sedangkan, yang namanya
waktu kerja di klinik konservasi adalah amat sangat berharga dan sangat sayang
bila ditinggal mengingat requirement yang harus dipenuhi cukup banyak. Selain
itu, klinik konservasi adalah klinik dengan jumlah MTTW [Mahasiswa Tidak Tepat
Waktu] terbanyak. Banyak mahasiswa profesi yang mengalami sandungan di klinik
konservasi karena berbagai banyak faktor, di antaranya karena tidak
berimbangnya jumlah kursi dental unit yang tersedia dengan jumlah mahasiswa
profesi yang berada di klinik konservasi. Kebetulan, karena putaran klinikku
masih murni, jadi tiap orang dari grupku masih mendapatkan jatah satu kursi
dental unit setiap hari kerja klinik sehingga tidak perlu bergantian dengan
mahasiswa lain termasuk angkatan yang lebih senior untuk menggunakannya. Untuk
alasan itulah tadinya aku gamang untuk mengikuti kerja sosial tahun ini karena
bila aku mengikuti kerja sosial, maka jatahku untuk mendapatkan kursi dental
unit sendiri perhari akan berkurang.

Sebelum
ditetapkan tanggal kegiatan kerja sosial tahun ini aku berpikir jadwalnya akan
bertepatan dengan putaran klinik prostodonti [gigi palsu] dan bedah mulut. Jika
demikian maka dapat dipastikan aku akan dapat ikut kerja sosial karena
Alhamdulillah seluruh requirementku di klinik prostodonti sudah selesai dan aku
telah mendaftar untuk mengikuti ujian dokter gigi di klinik tersebut. Namun,
setelah mengetahui bahwa ternyata jadwalnya bertepatan dengan akhir putaran
klinik konservasi tadinya aku mengurungkan niatku untuk ikut kerja sosial tahun
ini. Di satu sisi, aku sangat ingin mengikuti kerja sosial tahun ini karena
mungkin ini kerja sosial tahun ini adalah kerja sosial terakhir yang dapat aku
ikuti pada saat statusku masih menjadi mahasiswa [kerja sosial adalah kegiatan
dua tahunan FKG UI yang biasanya diadakan di luar pulau Jawa]. Alasan lain
mengapa aku sangat ingin mengikuti kerja sosial tahun ini adalah karena aku
ingin sekali menambah ketrampilanku dalam mencabut gigi. Berhubung selama empat
bulan di klinik bedah mulut aku hanya dapat mencabut tiga gigi, itu pun dengan
bantuan residen bedah mulut, maka aku merasa sangat butuh mencari kesempatan legal
di luar klinik untuk dapat mencabut gigi. Kerja sosial menurutku adalah
kesempatan yang sangat berharga untuk menambah ketrampilan dan pengalaman dalam
mencabut karena biasanya tindakan yang paling banyak dilakukan adalah
pencabutan gigi selain penambalan gigi. Selain kedua alasan tadi di atas, refreshing juga menjadi alasanku ingin
mengikuti kerja sosial tahun ini. Keindahan alam dan pantai di Lombok telah
menggelitik rasa penasaranku untuk dapat menikmatinya.

Oleh karena itu, untuk dapat mewujudkan
keinginanku tersebut, aku berusaha untuk bekerja seoptimal mungkin di klinik
konservasi. Sejak awal, aku telah memotong jadwal kerjaku di klinik konservasi
dengan jadwal kersos agar semangat kerjaku dapat terpicu. Alhamdulillah, sebelum jadwal kersos tiba aku
telah dapat menyelesaikan requirement konservasiku dengan persentase bersih
sebanyak 82% dan persentase kotor 94%. Dengan modal Bismillah dan capaian
requirement tersebut akhirnya aku memantapkan diri untuk mengikuti kerja sosial
Lombok tahun ini.
Oleh-oleh
dari Lombok insya ALLAH akan ada pada postingan berikutnya.

Jejak-Jejak Pengharapan

Thursday, April 13th, 2006

Menangis aku
di haribaanMu
terdampar dalam galaksi antah berantah

Bertanya
siapa yang merindu?
sedang jiwa dalam gulita

Bergetar
di titian penantian tak berbatas
tak kuasa
menggapaiMu
tiada ingin dengan daya residu

Karena Kau sungguh kucinta
Kau adalah pelitaku
Kau kekuatan terbesarku
Kau selalu sayangi aku
meski Kau saksikan diriku
tiap kejapnya dalam gelimangan noda

Kau bahkan selalu menghadiahiku
dengan limpahan kejutan tak terduga

aku setitik air di samuderaMu nan luas
pantaskah ku berharap ada dalam pelukMu???
andai saja ada masa di mana
ku dapat menatapMu
pasti ku kan luruh

Mahabbah

Thursday, April 13th, 2006

Rabbi…
Saat aku menyukai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Rabbi…
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta Sejati-Mu
Agar kerinduanku terhadapMu semakin menjadi

Rabbi…
Jika aku mesti mencintai seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

Rabbi…
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Rabbi…
Ketika aku berucap ’aku cinta padamu’
Biarlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu
Sebagaimana orang bijak berucap …

Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti
Tapi dicintai oleh Sang Pencinta adalah segalanya

Tak Perlu Kau Bersedih Sahabatku

Friday, April 7th, 2006

Seorang
sahabatku tadi malam meneleponku cukup lama. Hampir satu jam dia
bercerita tentang masalah-masalah di kepaniteraan klinik, tempat-tempat
gaul di Jakarta yang belum pernah ia kunjungi, dan mengenai seorang
pria yang akhir-akhir ini telah merubah irama sirkadiannya. Selain itu,
dia juga bercerita soal kepergiannya ke salon di daerah Rawamangun
bersama dengan teman-teman satu grup lainnya seusai klinik Periodonti.
Ada
satu hal yang paling mengganggunya saat berbincang-bincang dengan
teman-temanku di dalam mobil. Dia bercerita padaku bahwa topik yang
diperbincangkan oleh teman-temanku adalah mengenai ’pasangan’ mereka
masing-masing [kuberi tanda kutip pada kata tersebut karena mereka
belum benar-benar sah menjadi pasangan].


”Iya
Cha, masa’ tadi gw sebel banget deh, sepanjang perjalanan dari kampus
ke salon yang diomongin anak-anak cuma seputar cowok-cowoknya aja
gituh. Si D cerita soal si A, si E cerita soal si H, terus si D cerita
soal Mas F, terus gw???gak bengong aja gitu dengerin mereka karena gak
ada yang bisa gw ceritain, huhuhu sedih deh Cha.” Begitu kira-kira
penggalan pembicaraannya denganku.

Mendengar
pernyataannya tersebut aku tersenyum untuk kemudian menanggapinya.
”Kenapa kamu harus bersedih sayangku???seharusnya kamu bersyukur
donk…tandanya Allah masih menjagamu dari hal-hal seperti itu.” Namun,
kemudian dia membantahnya, ”Bukan gw gak bersykur Cha…cuma loe tau
kan maksud gw???masih susah Cha ngilangin perasaan ini ke dia [pria
yang telah menyatakan rasa sayang kepadanya].”
   

   

Sobatku,
tak perlu kau bersedih bila belum datang seseorang untukmu.
Bersyukurlah bahwa Allah masih melindungi hati dan dirimu dari
seseorang yang mungkin memang tidak layak untuk mendapatkan kasih
sayang dan perhatianmu untuk saat ini. Yakinlah bahwa skenario Allah
adalah skenario yang paling indah dan yakinlah akan ada seseorang yang
telah ditakdirkan Allah untukmu suatu saat nanti…seseorang yang
tepat…di waktu yang tepat…Amin.

One Missed Call…

Tuesday, April 4th, 2006

Malam menunjukkan pukul 21.30
WIB…tiba-tiba saja ‘Islam Cinta Adil’ di HPku berlantun. Tak sampai kuangkat
HPku tersebut, lantunannya sudah usai tanda si penelepon hanya ini memissedcall…panggilan
rindukah???huehehe…setelah kulihat ternyata pelakunya adalah teman seangkatanku
di FKG UI, Nurul Ramadhanty alias Nunu’. Hmmm…sesaat ku berpikir kenapa dia memissedcallku, tapi sesaat itu pula ku
berpikir bahwa dulu dia juga sering memissedcallku
dan setelah kutelepon balik ternyata alasannya adalah karena terpencet. Ya…mungkin kali ini dia memissedcall dengan alasan yang sama, nomer
HPku terpencet.

 

Keesokan harinya tanpa dinyana di klinik Prostodonti [Gigi Tiruan] aku
bertemu dengan Nunu’. Langsung saja kuberondong dia dengan pertanyaan :

RoSa : ”Eh Nu’, kenapa nomer RoSa
kepencet muluw sih???”

Nunu’ :
”Iya, sorry yah Cha, yang kemarin-kemarin itu emang suka gak sengaja banget  kepencetnya.”

RoSa :
”Yeee…sampe semalem juga masih ngkali gak sengajanya!”

Nunu’ [dengan ekspresi penuh keterkejutan]
:

”Haaa, semalem Cha???semaleman HP gw ketinggalan
di mobil dan baru gw ambil pagi tadi.”

RoSa [dengan ekspresi keterkejutan
yang sama] :

”Ah serius Nu??? Semalem sekitar jam 21an
gituhhh nomermu tuh missedcall ke
RoSa!!!Nomermu masih yang 0812818XXXX kan???”

Nunu’ : ”Iya Cha, masih yang itu”

RoSa : ”Terus kamu nyampe rumah jam
berapa???”

Nunu’ : ”Gw nyampe rumah Magrib Cha,
mobil langsung masuk garasi”

RoSa : ”Mobilmu dikunci tak???”

Nunu’ : ”Ya jelas dikunci lah Cha!”

RoSa : ”Terus siapa donk yang
mencet nomer HPnya RoSa dari HPmu Nu?????”

Kami berdua terdiam….