Terdiam diri ini…sungguh ku tersentak kala kau sampaikan kabar itu padaku.
Sejak awal ku telah mengira bahwa detik-detik itu lambat laun kan menghampiri
kita.
Saat di mana dirimu kan meninggalkan diriku.
Saat di mana tiada lagi celoteh-celoteh riangmu di malam hari.
Saat di mana tak ada lagi dering telponku yang berasal darimu.
Saat di mana kisahku tiada lagi berarti untukmu.
Saat di mana semua petualangan kita kan berakhir.
Saat di mana kau merasa harus menjemput kebahagiaanmu sendiri.
Saat di mana rasionalitasmu telah kalah oleh hawa nafsu yang berbungkus
rasa sayang.
Melunglai raga ini…sungguh ku terkejut menerima pengakuanmu kala itu.
Tiada ku sadari…butiran-butiran hangat dari mata ini meleleh kala kau
kirimkan pesan singkat itu padaku. Pesan yang menyatakan bahwa kau telah
mengikrarkan janji dengan seseorang yang telah mencuri hatimu.
Cintaku…mungkin aku telah gagal tuk merebut hatimu. Sungguh, demikian
sayang diri ini padamu. Ku tak ingin dirimu mengalami penyesalan di kemudian
hari. Apalagi nuraniku berkata bahwa dia bukanlah seseorang yang tepat untukmu.
Dan dirimu pun bertutur
padaku jua ragu akan dirinya. Namun, sejatinya seorang pelakon dengan mudahnya
ia berucap janji-janji manis tentang masa depan.
Kau pun meluluh…
Kau abaikan nuranimu
Kau biarkan air itu mengalir
Kau runtuhkan semua bentengmu
Kau semaikan harapan-harapan semu
Kau sambangi dirinya dengan senyuman
Sayangku…kau minta diriku tuk tetap temani dirimu. Apatah alasan diriku
tuk menolak permintaan dirimu itu?
Karena ku tulus menyayangimu
Karena ku ingin tetap berada di sampingmu
Karena ku kan mendukungmu dalam letihmu
Karena ku terus semangatimu meski diriku pun merintih
Karena ku ingin segala yang terbaik untukmu
Karena ku ingin pelukmu dalam kasihku
Karena ku ingin bawamu pada cintaNya
Kasihku…semoga Allah SWT senantiasa menuntunmu di jalanNya…semoga
pilihan yang kau ambil tiada kau sesali di kemudiannya…semoga kau dapat
berhijrah menuju cahayaNya…karena kita adalah Harafisy…semoga Allah selalu
menaungi kita dalam cintaNya…Amin…
-teruntuk seorang sahabatku…semoga kehadiran pria itu tak lantas menjadi
pembatas bagi kita berdua…ku yakin kau telah cukup dewasa tuk memilih apa
yang terbaik untuk dirimu-