Archive for September, 2006

Mimpi-Mimpi

Wednesday, September 27th, 2006

Teringat
satu momen di mana salah seorang sahabatku bercerita tentang sesuatu.
Di usianya yang memasuki usia 33 tahun dan telah memiliki dua orang
anak, dia masih terlihat amat muda laiknya seorang yang berusia 20
tahunan. Ketika kutanyakan apa resepnya agar ia bisa terlihat awet muda
seperti itu, dia menjawab, “Mungkin karena seumur hidup gue belum
pernah ngerasain yang namanya mimpi, jadi semua urusan yang terjadi
dalam hidup gue gak pernah dibawa ke alam bawah sadar.” Wallahu’alam
bishshswab…adakah seseorang di dunia ini yang tak pernah merasakan
mimpi, bahkan sekalipun??? Hal yang berkebalikan dengan sahabatku tadi
justru terjadi pada diriku di mana hampir setiap malam aku merasakan
sesuatu yang bernama mimpi. Entah itu mimpi
baik, mimpi buruk, atau mimpi yang menurutku tidak penting. Namun, yang
membuatku merasa aneh adalah mimpi-mimpi yang menurutku tidak penting
terkadang justru menjadi kenyataan entah di keesokan harinya atau lain
waktu. Hal ini pula yang menjadikanku terkadang merasa Déjà vu.
Misalnya saja pada suatu ketika aku bermimpi bertemu dengan seorang
adik kelas yang nota bene yang jarang bertemu denganku, tiba-tiba
keesokan harinya aku justru berpapasan dengannya.

Ada juga kasus mimpi yang lucu di mana aku tiba-tiba saja bermimpi tentang
seorang penyanyi country wanita, Shania Twain, apa lacur? Keesokan
harinya aku mendapati tontontan di televisi yang menyiarkan lagu yang
dibawakan oleh si Shania Twain tersebut. Pada awalnya, aku pribadi
tidak terlalu mengacuhkan korelasi antara mimpi-mimpi tersebut dengan
realita yang terjadi dalam keseharianku. Aku pikir itu hanyalah sebuah
kebetulan biasa yang dapat terjadi pada semua orang di dunia ini.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, hal itu sering kali terjadi
pada diriku dan membuatku tertarik untuk mempelajari mengenai mimpi
lebih lanjut.

   

Orang
berkata mimpi hanyalah sebuah bunga tidur. Mimpi hanyalah sebuah
refleksi dari keinginan alam bawah sadar manusia yang tidak dapat
terwujud di dunia nyata. Mimpi biasanya didefinisikan sebagai proses
dari bayangan, perasaan, pergerakan dan pikiran yang kita alami saat
tertidur. Mimpi dapat dialami pada setiap fase dalam tidur kita, dan
tidak harus selalu melibatkan rangsang tertentu (misalnya rangsang
visual). Mimpi disebabkan oleh proses biologis internal dalam tubuh.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sel otak besar pada bagian
belakang otak secara periodik pecah dalam selang waktu sekitar 90 menit
dan mengirimkan rangsangan (stimuli) yang bersifat random ke bagian
korteks (batang) pada otak. Sebagai akibatnya, bagian memori, sensorik,
kontrol saraf, dan kesadaran pada otak terstimulasi secara acak yang
berdampak adanya rangsangan pada puncak bagian korteks pada otak.
Menurut
penelitian ini, proses di atas mengakibatkan kita mengalami apa yang
kita sebut sebagai mimpi. Sebagian psikoterapis berpendapat bahwa saat
rangsangan neurologis dari otak memicu proses terjadinya mimpi, isi
atau representasi dalam mimpi dapat berasal dari kebutuhan, keinginan,
atau harapan dari alam bawah sadar dan kehidupan sehari-hari pada orang
yang mengalami mimpi tersebut. Karena itu sebagian psikoterapis
beranggapan bahwa mimpi merupakan cetusan dari alam bawah sadar
seseorang.
Penjelasan ini dikenal sebagai penjelasan "phenomenological-clinical", atau "top-down". Di lain pihak, penjelasan neurologis atau "bottom-up", menyatakan bahwa mimpi sama sekali tidak memiliki arti khusus. Di antara keduanya terdapat pendekatan yang disebut "context analysis"
yang menjelaskan dan mengklasifikasikan representasi yang ditemukan
seseorang dalam mimpinya, seperti manusia, rumah, kendaraan, pohon,
kendaraan, tanpa interpretasi yang mendalam mengenai detil objek
tersebut.
Perbedaan antara representasi telah ditemukan antara
mimpi yang dialami pria dan wanita, serta mimpi yang dialami manusia
dalam berbagai tingkatan pertumbuhan. Mengenai arti perbedaan tersebut
saat ini masih dalam penelitian.

    

      Nathaniel Kleitman pada tahun 1953 membuat suatu penemuan penting mengenai fase REM (Rapid Eye Movement)
dalam tidur. Fase ini ditandai dengan pergerakan bola mata yang cepat
secara periodik yang terjadi baik pada manusia maupun hewan saat
tertidur. Dalam sebuah penelitian yang melibatkan sukarelawan sebagai
subjek penelitian, saat tidur subjek penelitian dihubungkan dengan
peralatan-peralatan EEG (ElectroEncephaloGram : pengukur gelombang otak), EMG (ElectroMyoGram : pengukur pergerakan otot), dan EOG (ElectrOculoGram
: pengukur gerakan bola mata). Sekitar 90% subjek yang dibangunkan dari
tidur saat mengalami fase REM melaporkan bahwa mereka mengalami mimpi
(sekitar 60% subjek yang dibangunkan sebelum mengalami fase REM juga
melaporkan mengalami aktifitas mirip mimpi dalam tidurnya).
Sebelum adanya penelitian mengenai REM, masih belum diketahui persis
seberapa sering manusia bermimpi. Beberapa teori bahkan menyebutkan
bahwa impian merupakan tanda-tanda gangguan mental bagi mereka yang
mengalaminya. Melalui riset laboratorium mengenai mimpi, subjek
dibangunkan dari tidurnya setelah mengalami fase REM untuk diteliti
aktifitas mentalnya selama tidur secara seksama. Manusia diketahui
mengalami mimpi pada setiap malam. Pada manusia dewasa, mimpi biasanya
berlangsung pada sekitar 90 menit setelah mulai tertidur dan terjadi
lagi setiap 90 menit dengan durasi yang lebih lama, selama total 2 jam
fase REM dalam tidur malam. Dengan rata-rata 5 mimpi tiap malam,
manusia rata2 mengalami 136.000 impian sepanjang hidupnya dengan waktu
yang setara dengan 6 tahun fase REM dalam tidur. Saat mengalami mimpi
dalam fase REM, manusia mengalami peningkatan pada detak jantung,
pernafasan, tekanan darah, konsumsi oksigen, dan pengeluaran getah
lambung. Tidur fase REM biasanya disebut sebagai tidur paradoks karena
memiliki karakteristik seperti tidur fase awal (light sleep) dan tidur fase lanjut (deep sleep)
sekaligus. Berdasarkan pengukuran pada EEG, fase REM adalah tidur fase
awal (tingkat I), sedangkan berdasarkan pengukuran EMG merupakan tidur
fase lanjut (tingkat IV), karena sebagian besar otot seolah-olah
dilumpuhkan secara bersamaan untuk mencegah si pemimpi secara fisik
melakukan apa yang diimpikannya (misalnya berjalan sambil tidur).

   

20
hingga 25% waktu tidur kita digunakan untuk mimpi. Kita mimpi
berkali-kali dalam semalam dan setiap mimpi itu waktunya antara 5 s/d
40 menit. Walaupun demikian bayi bisa mimpi sampai delapan jam, maklum
bayi tidurnya juga jauh lebih lama. Kita jarang bisa mengingat mimpi,
sebab pengalaman mimpi kita pada umumnya di simpan dalam otak sementara
yang hanya bisa di ingat antara 5 hingga 10 menit saja. Pada saat kita
mimpi otak tempat di mana biasanya kita berpikir (prefrontal cortex) itu tidak aktif sama seperti lumpuh, sebab mimpi terjadinya hanya di bagian depan otak kita (forebrain) oleh sebab itulah kita tidak bisa mengendalikan jalan arusnya mimpi kita.
Kita
tidak akan pernah bisa mengatur malam ini ingin mimpi apa atau mau
ketemu dengan siapa dalam mimpinya ? Pada saat kita mimpi kita terbebas
dari ikatan waktu maupun ruangan, jadi bisa saja kita mimpi berada di
tempat yang jauh atau di masa lampau maupun yang akan datang, walaupun
demikian perlu diketahui; lima menit waktu di dalam mimpi itu sama
seperti juga lima menit waktu dalam keadaan nyata jadi tidak ada
bedanya.

   

 

   

Seorang
ustad pernah berkata bahwa pada prinsipnya mimpi yang baik itu
bersumber dari aneka amal yang benar dan mengingatkan akan aneka akibat
dari berbagai urusan.
Dari mimpi yang
baik itu muncullah aneka perintah, larangan, berita gembira, dan
peringatan. Dikatakan demikian karena mimpi yang baik merupakan sisa
dan bagian dari kenabian, bahkan ia merupakan satu dari dua bagian
kenabian, sebab ada nabi yang wahyunya berupa mimpi. Orang yang
menerima wahyu melalui mimpi disebut Nabi. Adapun orang yang menerima
ucapan malaikat saat dia terjaga disebut Rasul. Inilah yang membedakan
antara nabi dan rasul. Rasulullah juga pernah bersabda bahwa,  “Jika
masa semakin dekat, mimpi seorang muslim nyaris tidak pernah dusta.
Muslim yang paling benar mimpinya adalah yang paling jujur
perkataannya. Mimpi seorang mukmin merupakan satu bagian dari 46 bagian
kenabian. Mimpi ada tiga macam: mimpi yang baik sebagai berita gembira
dari Allah ‘Azza wa Jalla, mimpi seorang muslim yang dialami oleh
dirinya sendiri, dan mimpi sedih yang berasal dari setan. Jika salah
seorang di antara kamu mengalami mimpi yang tidak disukai, janganlah
menceritakannya kepada orang lain, bangunlah, kemudian shalatlah.”
(Muttafaq ‘alaih).
Dari dua keterangan di atas, maka sebetulnya dapat disimpulkan bahwa mimpi itu
memang sesuatu yang benar secara substansial dan bahwa mimpi itu
memiliki ketentuan dan dampak. Di antara dalil yang menunjukkan
kebenaran mimpi ialah bahwa saat Nabi Ibrahim as tidur, Allah
memperlihatkan kepadanya seolah-olah dia menyembelih putranya.
Setelah bangun, dia pun melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya saat tidur. Allah SWT mengisahkan kejadian tersebut, “Maka
tatkala anak itu mencapai kesanggupan berusaha bersama-sama Ibrahim,
Ibrahim berkata, ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa
aku menyembelihmu. Maka, pikirkanlah apa pendapatmu!’ Dia menjawab,
‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah
kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.’” (ash-Shaaffat:
102)
. Setelah Nabi Ibrahim as memahami mimpinya dan berupaya
melaksanakannya, lalu Allah memberinya jalan keluar karena kasih
sayangNya, dia mengetahui bahwa mimpi itu merupakan hukum. Demikian
pula halnya dengan mimpi yang dialami Yusuf as yang dikisahkan Allah
dalam Al-Qur`an sebagai kisah yang populer dan terkenal.

   

Melihat
kenyataan bahwa mimpi-mimpi baik yang menjadi kenyataan dimiliki oleh
orang-orang yang memiliki derajat keshalihan yang tinggi, maka dapat
dideduksi bahwa seseorang perlu menegakkan tata kesopanan agar mimpinya
mendekati kebenaran. Di antara adab kesopanan itu ialah membiasakan
diri berkata jujur. Seperti sabda Rasulullah dalam hadits Muttafaq
’alaih, ”Orang yang paling benar mimpinya ialah yang paling benar perkataannya.” Adab lainnya ialah tidur dengan punya wudhu. Abu Dzar berkata, “Kekasihku (Muhammad SAW) memberikan tiga pesan kepadaku yang tidak pernah aku tinggalkan hingga mati.
Yaitu, puasa tiga hari pada setiap bulan, dua rakaat shalat fajar, dan tidak tidur kecuali punya wudhu.” Demikian yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Adab
lainnya ialah tidur dengan berbaring ke sisi kanan tubuh karena Nabi
SAW menyukai bagian kanan dalam segala hal. Diriwayatkan bahwa beliau
tidur pada sisi kanan tubuhnya seraya meletakkan tangan kanannya di
bawah pipi kanan, lalu berdoa, “Ya Allah, lindungilah aku dari azab-Mu pada saat Engkau mengumpulkan hamba-hamba-Mu.” (HR Tirmidzi dan Abu Dawud)

   

Sejatinya,
mimpi terbagi menjadi dua yaitu mimpi yang benar dan yang batil. Mimpi
yang benar ialah yang dialami manusia tatkala kondisi psikologisnya
seimbang. Mimpi yang benar tidak didahului dengan adanya pikiran dan
keinginan akan sesuatu yang kemudian muncul dalam mimpi. Kebenaran
mimpi juga tidak ternodai oleh peristiwa junub dan haid. Peristiwa yang
menggembirakan yang benar yang terjadi setelah bermimpi tidak
memerlukan penafsiran. Adapun mimpi yang batil ialah mimpi yang tidak
dapat diperincikan oleh orang yang bermimpi. Artinya orang yang
bermimpi itu tidak sanggup mengingat jalan cerita mimpi itu. Mimpi
seperti ini dianggap batil dan tidak mempunyai makna atau tafsir.
Termasuk dalam kategori ini adalah mimpi yang disebabkan karena
keinginan nafsu Seperti kita ketahui nafsu ada tiga, yaitu nafsu
mutmainnah, nafsu lawwamah, dan nafsu ammarah. Mimpi seperti inilah
yang terjadi karana pengaruh pikiran seseorang. Sesuatu yang seseorang
lakukan atau khayalkan siang hari atau menjelang tidurnya dapat
menjelma ketika tidurnya. Jika seseorang mengalami mimpi yang tidak
disukai, disunnahkan melakukan lima perbuatan. Yaitu, mengubah posisi
tidur, meludah ke kiri sebanyak tiga kali, memohon perlindungan kepada
Allah dari godaan setan yang terkutuk, bangun dan shalat, dan tidak
menceritakan mimpinya kepada siapa pun.

   

Ternyata,
mimpi tak sesederhana yang kita kira. Mimpi juga dapat menentukan
kualitas kedekatan dan keshalihan seseorang kepada Allah SWT. Mungkin
sudah saatnya kita melakukan kontemplasi lewat mimpi-mimpi yang kita
dapati. Wallahu’alam Bishshwab.

   

-dikompilasi dari berbagai sumber-

   

Puasa Identik dengan Bau Mulut???

Monday, September 25th, 2006


Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW
bersabda: "Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan
kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di
sisi Allah daripada aroma kesturi, para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka
sampai mereka berbuka, Allah Azza Wa Jalla setiap hari menghiasi Surga-Nya lalu
berfirman (kepada Surga),’Hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang shalih
dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu, ‘pada bulan ini
para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada
bulan lainnya, dan diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam.
"Beliau
ditanya, ‘Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar’ Jawab beliau,
‘Tidak.
Namun orang yang beramal
tentu diberi balasannya jika menyelesaikan amalnya.’
 "

 

Rasulullah SAW telah bersabda bahwa
sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada
aroma kesturi. Dapat diibaratkan kesturi adalah wewangian yang paling harum di
dunia ini, sedangkan bau mulut orang yang berpuasa adalah lebih harum dari itu.
Meski telah diibaratkan demikian, tapi tetap saja bagi sebagian orang bau mulut
ketika berpuasa dapat mengganggu.

 

Bau mulut dalam bahasa medis disebut
sebagai Halitosis atau Fetor Ex Ore. Istilah Halitosis digunakan apabila kondisi bau
mulut yang ada berhubungan dengan keadaan tubuh secara umum (sistemik),
sedangkan Fetor Ex Ore digunakan
apabila bau mulut berasal dari faktor-faktor yang ada dalam rongga mulut itu
sendiri.

 

Bau mulut dapat terjadi karena beberapa
faktor, antara lain faktor lokal yang ada di dalam rongga mulut, faktor di luar
rongga mulut, faktor fisiologis, dan faktor psikis.
Di dalam rongga
mulut terdapat zat yang disebut volatile sulfur compound (VSCs). Zat ini mengandung hidrogen sulfid, metil
mercaptan, dan dimetil disulfid yang merupakan produk bakteri atau flora normal
rongga mulut. Pada orang yang menderita bau mulut, kadar VSCs di dalam mulutnya
mengalami peningkatan. Peningkatan kadar VSCs dalam mulut disebabkan oleh
adanya peningkatan aktivitas bakteri anaerob yang menyebabkan bau VSCs tercium
indera penciuman. Aktivitas bakteri anaerob itu terjadi apabila rongga mulut mengandung
sedikit oksigen, terutama saat mulut kering di mana aliran liur atau saliva
rendah. Kondisi bau mulut ini dapat diperberat apabila seseorang memiliki
kebersihan mulut yang rendah. Rendahnya kebersihan mulut ini biasanya ditandai
oleh dua hal yaitu banyaknya gigi yang berlubang atau karang gigi yang
menumpuk. Bila ada gigi yang berlubang maka sisa-sisa makanan akan tertinggal
di dalam lubang dan di sela-sela gigi yang pada akhirnya akan membusuk dan
menyebabkan bau mulut. Demikian pula dengan karang gigi yang menumpuk karena
sejatinya pada karang gigi banyak terdapat bakteri-bakteri yang produk
metabolismenya juga dapat menyebabkan bau mulut.

 

Selain faktor di dalam rongga mulut, bau
mulut juga dapat disebabkan oleh faktor di luar rongga mulut. Penyebabnya dapat
berasal dari hidung, jantung, atau karena penyakit tertentu, misalnya kencing
manis, infeksi paru-paru, serta infeksi lambung atau usus. Infeksi karena
kanker atau radang amandel kronis juga bisa membuat napas tak sedap. Penyebab
lain adalah asam lambung tinggi, misalnya pada penderita maag. Bau mulut timbul
karena asam dan basa tidak seimbang. Pada penderita maag, misalnya, asam
lambungnya meningkat. Begitu maag kumat, otomatis tingkat keasaman mulut naik
ke atas tenggorokan, sehingga timbul bau mulut.

 

Pada saat berpuasa, bau mulut dapat
terjadi karena beberapa hal. Penyebab pertama adalah karena tidak aktifnya
pengunyahan pada saat berpuasa. Hal ini memiliki implikasi berkurangnya
produksi kelenjar liur. Dengan demikian, produksi zat-zat VSCs seperti yang
telah disebutkan di atas akan meningkat dan menimbulkan timbulnya bau yang tak
sedap. Penyebab kedua adalah konsumsi makanan atau minuman yang menimbulkan bau
tajam seperti bawang putih, bawang merah, petai, jengkol, dan lain-lain pada
saat sahur. Penyebab yang ketiga adalah karena adanya faktor lokal dalam rongga
mulut berupa gigi berlubang atau karang gigi.

 

Untuk mengatasi bau mulut pada saat
berpuasa maka disarankan untuk minum lebih banyak air putih pada saat sahur. Konsumsi
makanan berserat dan buah seperti buah semangka atau bengkuang juga dianjurkan
karena memiliki sifat sebagai cleaner atau pembersih dalam perut. Jadi, selain
untuk gigi, juga untuk kesehatan. Menggosok gigi setelah sahur dibantu dengan
berkumur-kumur cairan antiseptik mulut juga dapat membantu mengurangi bau
mulut. Selain itu, apabila diketahui ada gigi yang berlubang atau karang gigi,
segeralah pergi ke dokter gigi untuk menambal dan membersihkannya. Puasa
identik dengan bau mulut??? Tidak lagi tentunya! Semoga puasa Ramadhan kali ini
dapat membawa banyak keberkahan.

-Drg. Deasy Rosalina-

Simfoni tuk Semesta

Monday, September 18th, 2006


Kala mentari pagi semburatkan terik sang surya

Kugubahkan untaian melodi kesyukuran

Atas diperkenankannya kembali bersua dengan sang tamu tercinta

 

Kala terik surya kian tak tertahankan

Kupintal tali temali ukhuwah yang kian mendingin bak polar dunia

Agar semua simfoni tak sekedar semiotika belaka

 

Kala rembulan memunculkan serpihan romantika alamiah

Kupersembahkan tutur terindah tak berhijab seutas benangpun

Tertuju untuk dirimu yang telah menshibghoh detik dalam kehidupanku

 

Adapun mungkin kau telah tershibgoh pula dengan aura kedhaifanku

Untuk itu dengan segala kerendahan hati dan kelapangan dada

Kumohonkan kemaafan

Seluas lautan Atlantik

Setinggi puncak Everest

Sedalam palung Mariana

Semoga tiada tersiakan tiap berkah di Ramadhan ini

Semoga telisik hembusan nafas selalu membawa limpahan kebaikan

dan semoga tiap peluh dan perih yang dirasakan

dapat menjadi pemberat amalan baik kelak di Yaumul Mizan

 

- H-5 menjelang Ramadhan 1427 H -

Bait-Bait Petualang

Saturday, September 16th, 2006

Bunga bunga merekah indah

Dalam suatu periode semi

Tersemaikan gurat-gurat persembahan

Meski dalam terik raja siang

Tak letih dalam asanya

Tak tidur dalam harinya

Tak acuh kan riuh gaster yang berharap

Susuri lautan jiwa yang resah dingin

Kadang menggelorakan

Kadang terisak memilukan

Kadang membumbungkan

Berlingkar

Laik fase demi fase yang kian resisten

Akankah sepotong gumam mendidihkan

Dedaunan yang melayang bebas

Dalam lambaian Istighfar

Antarkan pesisir dunia

Bismillah

Menjadi Dewasa

Thursday, September 14th, 2006

Menjadi tua adalah absolut, tetapi menjadi
dewasa merupakan suatu pilihan. Berbicara mengenai kedewasaan, maka kita harus
merujuk pada pengertian egostate. Egostate didefinisikan sebagai suatu
pola konsisten yang didapat dari pengalaman yang menjadi perilaku individu
tersebut. Sedangkan pengalaman sendiri diartikan sebagai suatu rekaman di otak
yang menyimpan kejadian semasa hidup yang dapat direplay/recall pada
kondisi-kondisi yang dibutuhkan.
Egostate ini terbagi menjadi tiga bagian. Egostate yang pertama dikenal dengan Child Egostate. Child Egostate ini diartikan sebagai egostate yang terdiri dari
impuls-impuls pada masa bayi. Tindakan mengolok-olok orang lain adalah salah
satu contoh dari kondisi child egostate.
Egostate yang kedua dikenal dengan Adult Egostate. Adult egostate ini tidak berhubungan dengan usia dan biasanya
berorientasi terhadap realitas dan informasi yang obyektif. Kondisi adult egostate ini dapat juga diartikan
menjadi suatu kemampuan seseorang untuk memperkirakan kemungkinan-kemungkinan,
tidak memihak, teratur, dan mudah beradaptasi. Egostate yang ketiga dikenal dengan Parent Egostate. Parent
egostate
ini biasanya berupa sikap dan perilaku yang diinkorporasi dari
luar, terutama dari orang tua, orang tua kandung atau orang dewasa sekeliling.
Adapun sikap yang biasa ditunjukkan adalah berupa sikap preyudis (menghakimi),
kritikal (selalu saja ada yang tidak sempurna), dan menuduh tanpa data. Semua egostate pada dasarnya harus berimbang,
masing-masing bisa saling berpindah sesuai kondisi dan komunikasi yang terjadi.
Namun, adult egostate biasanya paling
diharapkan dalam suatu komunikasi karena biasanya egostate ini paling bersifat
universal dan bersifat empatik.

Apakah indikator yang dapat digunakan
untuk mengklaim bahwa seseorang adalah sosok yang dewasa atau dalam hal ini adult egostatenyalah yang paling dominan?
Menurutku, indikator yang digunakan untuk satu label ’DEWASA’ di sini
terbagi menjadi dua. Indikator pertama adalah adalah indikator kuantitas, dalam
hal ini berarti bahwa seberapa sering seseorang tersebut mendapatkan ujian atau
cobaan dalam kehidupannya. Layaknya
sebuah besi yang makin ditempa akan menjadi sebuah besi yang kuat. Hal ini
dikarenakan ukuran-ukuran atom yang berada di dalam logam akan semakin kecil
dan tidak beraturan ketika mengalami tempaan sehingga akan menghasilkan tingkat
energi yang lebih tinggi dibandingkan atom-atom logam yang lebih besar dan
beraturan. Kondisi ini dapat direfleksikan ke dalam kehidupan di mana jika seseorang
semakin sering ditempa oleh berbagai masalah, maka kemungkinan besar ia akan
menjadi seseorang yang kuat dalam menjalani kehidupan. Secara statistik mungkin
akan menghasilkan perbedaan yang bermakna dengan seseorang yang dalam hidupnya
tidak pernah mengalami masalah atau hidup lurus-lurus saja. Namun, jika hanya
dilihat dari satu indikator ini maka ada kemungkinan kita akan terjebak pada
suatu justifikasi karena tidak melihat dari sudut pandang yang obyektif.
Memang, semakin sering diterpa oleh berbagai masalah akan dapat menjadikan
seseorang menjadi kuat, tetapi itu semua harus juga dilihat dari sisi lain.
Dalam hal ini kita harus melihat pada indikator kedua yaitu indikator kualitas,
yang dimaksud di sini adalah dari berbagai masalah yang dihadapi oleh
seseorang, bagaimana ia dapat mengatasinya dengan bijak. Banyak orang yang
diterpa masalah dan banyak juga yang berusaha lari dari masalah tersebut dengan
harapan masalah itu akan dapat hilang dengan sendirinya. Pada kondisi ini,
dapat dikatakan bahwa seseorang itu belum menjadi dewasa. Menjadi dewasa adalah
selalu siap mengatasi berbagai kemungkinan masalah yang akan dihadapi dalam
kehidupan. Menjadi dewasa adalah menghindari justifikasi dalam bentuk apapun
dengan atau tanpa adanya data dan konfirmasi. Menjadi dewasa adalah selalu
menciptakan seribu satu alasan untuk tidak berprasangka buruk terhadap orang
lain. Menjadi dewasa adalah siap melapangkan dada seluas-luasnya untuk mengikhlaskan
rasa sakit dan benci yang mungkin timbul sebagai akibat dari masalah tersebut.
Menjadi dewasa adalah suatu pilihan dan siapkah kita mengambil pilihan
tersebut?

Sebuah Pencarian

Wednesday, September 13th, 2006

Suatu hari aku mendengar sebuah pernyataan
mengejutkan dari salah seorang sahabat. Dia berkata bahwa dalam waktu dia akan
melakukan general check-up untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Memang dia
pernah mengeluh padaku bila akhir-akhir ini kondisi kesehatannya agak memburuk.
Dia curiga kalau-kalau
ternyata dia mengidap suatu penyakit yang parah. Yang mengejutkanku adalah dia
berkata bahwa bila nanti hasil dari general check-upnya menyatakan dia
benar-benar mengidap suatu penyakit yang parah dia memutuskan untuk tidak akan
menikah seumur hidupnya. Agak parau suaranya saat menyatakan hal itu.
Dia akan melakukan hal itu dengan alasan
khawatir akan pendampingnya kelak.
Dia khawatir pendampingnya akan kerepotan bila harus mengurus dirinya yang
sakit-sakitan di sisa usianya.

Teruntuk sahabatku, bukankah Rasulullah
SAW telah bersabda bahwa, ”Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak
menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR.
Bukhari).
Sejatinya kau tidak ingin menjadi demikian bukan? Berusahalah
tuk temukan pelabuhan hatimu. Justru di situ kau akan dapat temukan sebuah
cinta sejati. Sebuah cinta yang bersahaja, yang mengharapkan rinai-rinai
keridhoan Rabbnya dengan mengabdi pada dirimu.
Dengan sanjungan doa-doa dan ikhtiar, Insya ALLAH
kau kan bisa mendapatkannya. Lihatlah diriku di sini, Insya ALLAH meski dalam
tertatih kan tetap taburkan jutaan semangat untukmu, kan tetap layangkan ribuan
doa untukmu, kan sunggingkan senyuman terindah tuk hiasi hari-harimu, kan
temanimu dalam sebuah pencarian…..

the appreciations on my graduation

Monday, September 4th, 2006

Assalamu’alaikum. Ayamour…sedang
apa dirimu? Ayamour selamat wisuda ya sabtu kemarin…cie bu drg. Insya Allah cepet dapet jodoh ya, soalnya kan udah
dapet kerja…hehe…traktir, traktir…

-Mutiara Harvia Dewi, SKG [040906-14.23]

 

Assalamu’alaikum…K’ocha, pa kabar? Lagi ngapain niy? Tadi wisudaan ya?
Selamat ya ka’…doain juga supaya aku bisa diwisuda tepat waktu seperti
kakak…hehe…

-Mita Fauziah Damanik, FKG UI’05 [020906-16.09]

 

Selamat diwisuda Ibu Dr. Deasy Rosalina…semoga semakin sukses selalu…

-Napoleon, Dr. Eng [020906-14.45]

 

Assalamu’alaikum…Kak ocha selamat ya untuk kelulusannya, Semoga sukses di
kemudian hari, jadi Drg yang baik, ramah, banyak pasiennya, berguna buat
masyarakat..Amin. Doain ninez biar cepet nyusul ya kak…

-Ninez, SKG[020906-13.53]

 

Selamat ya bu dokter…Semoga kita-kita cepet menyusul…=]

-Ditha Indah Lestari, SKG [020906-11.45]

 

Assalamu’alaikum…Cha selamat hari ini wisuda, senantiasa sukses ya cha,
amin…Tolong sampaikan salam sayang buat temen-temen yang lain…Miss U all

-Dewi Kurniyanti, SKG [020906-09.51]

 

Assalamu’alaikum, ka ochaaa! Selamat ya ka sudah menjadi dokter gigi..!Alhamdulillah! Semoga ka ocha
menjadi drg yang sukses!

-Armalia Iriano, FKG UI’05 [140806-20.54]

 

Assalamu’alaikum Wr Wb…Subhanallah cepet bener lulusnya? Selamat ya!
Doakan aku cepet nyusul nih! =)

-Bayuane Anggarini, SKG [130806-10.01]

 

Alhamdulillah, Barakallah, traktiran dong! J

-Yulim SW, S.Sos[120806-14.25]

 

Assalamu’alaikum wr wr d, selamat dapat titel Drg ya? Alhamdulillah kalo d
Rosa dapat apa yang d Rosa usahakan selama ini. Raihlah rizqi 4JJI dari sana
ya?

-Dimas Widyasastrena, SSi, MT [110806-19.39]

 

Selamat ya, bisa dong aktif di PDGI

-Drg. Wahyu Sulistio, MARS [110806-19.28]

 

Deasy semoga dapat menjadi Drg yang amanah. Herwati.

-Drg. Herwati Djoharnas, DDPH, MSc [110806-15.19]

 

Selamat ya k’ocha, doain aku juga ya biar kuliah aku lancar-lancar aja n
bisa lulus tepat waktu, trus sekarang k’ocha mau ptt dong? Ptt di mana kak?
Mudah-mudahan setelah lulus ini k’ocha jadi Drg yang baik n pasiennya banyak,
hehehe
J Sukses selalu ya buat k’ocha J

-Windy, FKG UI’05 [110806-15.15]

 

Selamat ya, Semoga ilmunya bermanfaat dan selalu dalam ridho Allah.

-Drg. Kamizar, SpKG [110806-19.48]

 

Alhamdulillah, semoga selalu dirahmati seluruh kehidupannya.

-Masrangga Cili, SKom [110806-08.28]

 

Wah seneng banget pasti Cha’o! Satu doamu sudah terkabul :D Aku juga ikut
seneng
J

-Kabul Wahono [100806-22.08]

 

Syukur Alhamdulillah kami sekeluarga turut berbahagia atas nikmat yang
diberikan oleh Allah SWT berupa anugrah kelulusan kepada dokter Rossa.

-Drg. Gunarso Gunadi, PhD [100806-18.33]

 

Assalamu’alaikum. Rosa…Barokalloh…Selamat ya sa…Diyas ikut
senang…Kapan ni traktirannya..Diyas tunggu ya.

-Cahyanti WS, SKG [100806-17.23]-

 

Kegembiraanku melebihi kesedihanku, kini tak akan kubiarkan kau menyentuh
airmataku walau kutahu, kau pasti melihatnya
…Esok bukan akhir
kemenanganmu tapi awal langkah hidupmu! Bergembiralah sahabatku karena kau
layak untuk itu! Kelak kau tak ada di sisiku berjuanglah selalu di jalan 4JJI,
kutitipkan engkau selalu padaNya ketika ruang dan waktu memisahkan kita! Terima
kasih sudah menerima kekuranganku sahabatku…Mari berjuang bersama walau di
jalan berbeda…I’m gonna Miz u chaku…

-Deasy Daniasari, SKG[080806-23.19]-

 

Jazakumullah untuk semua orang
yang telah mengirimkan pesan-pesan singkat untuk RoSa di
hari kelulusan, baik secara langsung, via Y!M, email, dll [yang tak
dapat dituliskan di sini]…semoga doa-doa kalian didengar oleh 4JJI SWT
dan kalian juga
mendapatkan hal yang sama, Aminnn Ya Rabb…