Archive for October, 2006

Kenapakah

Sunday, October 29th, 2006

Kenapakah harus aku?
berderai-derai air mata harus kusimpan sendiri
beribu-beribu hujaman panah harus kucabut dengan menahan perih
meninggalkan lubang-lubang yang tak dapat ditumpat lagi
meskipun begitu, tak kan sama keadaannya
berjuta-juta badai harus kuhadapi dengan tangan kosong
tertatihku di lautan
tanpa perisai
tanpa baju zirah laiknya sang ksatria dari Utara
tanpa tombak-tombak tajam yang siap menerjang siapapun yang menghadang
ku ingin mendaki mentari, agar ku dapat raih cahaya itu
ku ingin mencair dalam tetesan embun, agar semua peluh ini mereda
ku ingin menunggang angin yang bergemuruh, agar ku dapat tunjukkan pada buana
bahwa ku mampu meski dalam kelu
ku ingin…..
ku ingin….
ku ingin…
ku ingin gelorakan rasa yang dulu
simfonikan berjuta makna mendalam tuk bawa kedamaian
di hati
di jiwa
di galaksi raya
dan di alam sana…

kenapakah tak ku letupkan saja api itu???
biarkan semua debris itu hangus
dengan begitu tak kan ada lagi yang dapat dijadikan caci
tapi sekali-kali tidak
karena yang demikian itu hanya akan lebih melumatkan kerapuhanku
syahdan nurani berlantun
tuk bisa ungkapkan kesantunan
atau justru bumerang

Kenapakah???
Tiada seorang pun tau
Bahkan diriku
Tapi ku yakin
Sang Pemilik Cahaya-lah yang tau segalanya
Dan itu pasti

My Beloved PC

Saturday, October 28th, 2006

Sudah hampir lima tahun ini hidupku
ditemani oleh PCku yang setia. PCku ini memang tidak terlalu canggih.
Ya spesifikasinya saja masih terhitung
jadul dengan prosesor Intel Pentium III. Ada keinginan untuk mengupgradenya, tetapi apa daya belum ada
biaya euy =(. Namun, Alhamdulillah dia masih bisa menjalankan hampir semua
fungsi yang kubutuhkan. Mulai dari pengetikan tugas-tugas kuliah, artikel dan
puisi yang sering kupublish ke blog, hingga keep in touch dengan teman-teman di
dunia maya melalui chatting. Dengan kapasitas memori sebesar 10GB, PCku ini
menyimpan demikian banyak data-data berharga dalam hidupku. Bahan-bahan kuliah,
tulisan-tulisan yang telah kubuat baik puisi maupun artikel, koleksi artikel
dan e-book hasil berbagai
penelusuran, koleksi resep masakan, berbagai asesoris organisasi (proposal,
surat-menyurat, proker, laporan pertanggungjawaban), foto-fotoku, mp3 murottal,
nasyid, J-Melo, instrumental, love songs
barat dan Indo, back-up nomor telepon semua orang yang ada di HPku (berhubung kemarin-kemarin
sering kehilangan HP), sampai sms-sms yang menurutku berharga kusave dulu ke
komputer sebelum kuhapus dari inbox di HP.

Selain itu, PC yang sangat kusayangi ini
memiliki keunikan tersendiri yang mungkin tak dimiliki oleh PC-PC lain di dunia
(huehehehe, hiperbolis amirrr :D).
Keunikan pertama berhubungan dengan screen saver. Screen saver di PCku ini aku set my picture slideshow. Dengan
begitu, bila PC ini kutinggal untuk beberapa saat, maka tampilan yang muncul
adalah semua koleksi foto-fotoku, baik foto-foto sendiri, keluarga, maupun
teman-teman. Yang unik adalah bila PC ini aku tinggal saat ada tamu yang
berkunjung atau ada telepon yang ditujukan untukku, maka foto-foto yang muncul
pada screen saverku adalah foto-foto
dari orang tersebut atau orang-orang yang sedang kami perbicangkan (ups,
ketauan deh sering ngomongin orang :D). Berhubung rumahku sempit, maka otomatis PC dan telepon diletakkan di ruang
tamu depan. Dengan demikian, begitu screen
saver
ini berjalan tamu-tamuku yang sedang berkunjung ataupun aku yang
sedang teleponan dapat dengan mudah melihat foto yang sedang terpampang di PC.
Mudahnya begini, jika yang sedang berkunjung ke rumahku adalah si X, maka
foto-foto yang terpampang adalah foto-foto si X dan bila aku dan teman lain
sedang memperbincangkan soal si Y baik secara langsung ataupun via telepon,
maka yang muncul di screen saver PCku adalah foto si Y!

Keunikan kedua, berkaitan dengan lagu-lagu
yang ada di winampku. Aku memiliki kebiasaan untuk menaruh semua file lagu yang
ada di winampku untuk kemudian kuputar secara shuffle. Uniknya adalah, lagu-lagu itu dapat berputar sesuai dengan
kondisi, suasana hati, ataupun sesuatu yang sedang kupikirkan. Pernah waktu itu
sedang terjadi sebuah perselisihan yang cukup besar antara aku dan seseorang di
rumahku kemudian lagu yang terdengar adalah ’Manusia Bodoh’nya Ada Band (Des, Wi…you’re the witnesses of moment
that night
). Lain lagi waktu suatu malam aku dan mama sedang
bermellow-mellow ria mengingat masa lalu, kemudian lagu yang terdengar adalah
’Mirai e’-nya Kiroro (lagu yang bercerita tentang cinta seorang ibu kepada
anaknya). Dan masih banyak lagi momen yang seringkali sesuai dengan lagu yang
sedang diputar secara shuffle di winamp PCku tersebut. Saking seringnya hal ini
terjadi teman-temanku dengan bergurau menyarankan agar PCku ini diruqyah!Karena
menurut mereka PCku ini jangan-jangan susah ’dirasuki’ oleh ’sesuatu’ sehingga
bisa demikian pintar. Aku sendiri hanya tertawa saja mendengar saran dari
teman-temanku tersebut. Ah PCku…apapun adanya dirimu, tetaplah demikian,
karena ku sungguh menyayangimu…(waduh…koq segitunya sama PC yah??? :D)

Teeth Describe Everything

Friday, October 27th, 2006

Jika ditanyakan kepada Anda untuk apa
Allah SWT menciptakan gigi geligi? Mungkin sebagian besar dari Anda akan
menjawab diciptakannya gigi adalah agar kita dapat mengunyah makanan. Jawaban tersebut
tak salah, tetapi perlu diketahui pula bahwa fungsi gigi bukan hanya untuk
pengunyahan semata melainkan juga untuk pemenuhan terhadap fungsi estetika dan
berbicara. Selain itu, dari gigi ternyata kita juga dapat mengetahui masa lalu
dan kepribadian seseorang.

Kondisi gigi yang rapi dan teratur pada
saat dewasa bukan hanya berasal dari faktor keturunan, tetapi lebih banyak
ditentukan oleh perawatan gigi ketika masa anak-anak. Hal ini berarti, jika
perawatan gigi di masa kecil cukup baik maka gigi akan tumbuh dan tersusun rapi
pada saat dewasa. Hampir sebagian besar pemilik gigi yang tidak tersusun rapi
disebabkan oleh masalah gigi sewaktu kecil. Yang sangat umum, gigi tak
beraturan disebabkan oleh karena banyaknya mengonsumsi makanan manis di masa
kanak-kanak. Anak-anak tentu sangat menyukai hal manis seperti permen dan
coklat. Makanan seperti itu sebenarnya tak masalah, asalkan sehabis makan gigi
dibersihkan dengan cara menyikat atau berkumur agar sisa gula tak menempel pada
gigi. Namun, karena anak-anak seringkali lalai mengontrol diri alhasil sisa
makanan atau permen yang manis menempel di gigi berjam-jam dan mengundang
kuman. Akibatnya kemudian kuman menyerang gigi dan efeknya gigi jadi rusak, berkarang,
gripis, ompong, atau tanggal sebelum
waktunya. Hal ini menyebabkan gigi tetap yang akan tumbuh akan bergeser dari
posisi yang sebenernya dan menyebabkan di waktu dewasa gigi geliginya menjadi
berjejal.

Bukan hanya disebabkan oleh konsumsi
makanan manis, gigi yang tumbuh tidak teratur dapat pula disebabkan karena
kebiasaan buruk pada saat balita. Salah satunya adalah kebiasaan ngedot. Kebiasaan ngedot pada anak membuat dot
akan menekan pertumbuhan gigi. Yang harusnya tumbuh lurus, akibat seringnya
tertekan oleh dot membuat gigi tumbuh
agak miring ke kiri atau ke kanan.
Demikian pula kebiasaan senang
mengisap jari atau jempol tangan pada anak-anak. Kebiasaan yang disebabkan oleh
faktor psikologi ini, efeknya sama dengan ngedot,
akan menekan gigi yang sedang atau mau tumbuh sehingga membuat posisi gigi
kadang bergeser ke kanan atau ke kiri. Dan bisa juga ke depan dan ke dalam. Untuk
itulah agar gigi cantik dan sehat di masa remaja dan dewasa, perawatan gigi
harus dimulai dari masa anak-anak.

Gigi
yang tumbuh teratur dan rapi selain mencerminkan perawatan di masa anak anak, juga
dapat menggambarkan kepribadian pemiliknya. Adamandios,
pada abad ke-5 SM mengatakan bahwa : “Orang-orang
yang bibirnya tertekan keluar karena posisi gigi taring yang tidak tepat
biasanya memiliki sifat mudah emosi, suka berteriak kasar, dan penyumpah.

Para psikolog di Amerika Serikat menyebutkan, orang yang giginya kecil dan rapi
merefleksikan kepribadian yang simple,
periang, irit, dan menyukai keunikan maupun keindahan. Hal tersebut kebalikannya dengan pemilik gigi rapi
namun giginya besar-besar. Gigi tersebut mencerminkan pemiliknya punya
pembawaan tenang, boros, lugu, dan pemberani. Sementara, gigi tak beraturan dan
bertumpuk lebih merefleksikan serius, cool,
dan sederhana. Kepribadian seseorang yang dominan juga dapat dilihat dari gigi
geliginya. Orang yang memiliki dua gigi seri depan atas yang menonjol dengan
sudut-sudut tepi gigi yang tajam dan gigi taring yang menonjol biasanya
memiliki sifat yang mendominasi. Bagi pria yang mendambakan seorang istri yang
lembut dan feminin, carilah perempuan dengan gigi geligi yang bentuknya oval
dan sudut-sudutnya membulat serta ketika tersenyum geligi depannya membentuk
garis melengkung. Sementara, bagi perempuan yang mendambakan seorang suami yang
maskulin dan kuat, maka carilah pria yang memiliki gigi geligi dengan bentuk persegi
dan lurus serta ketika tersenyum geligi depannya membentuk garis lurus.
Wallahu’alam bishshawab.

Memasang Foto Diri di Friendster = Simbol Kesombongan [and Vise Versa : Tak Memasang Foto Diri = Simbol Ketawadhuan]

Thursday, October 26th, 2006

Beberapa waktu yang lalu aku mendapatkan
pesan di akun Friendsterku dari salah seorang teman di FS yang pernah
meng-addku [tapi sampai sekarang aku tidak pernah mengenalnya sama sekali
karena dia pun tak pernah mengenalkan dirinya padaku selaku orang yang telah
meng-add]. Pesan itu kira-kira berbunyi demikian, ”jadilah seorang populis yang tawadhu, memasang foto-foto anti di FS
bukanlah cermin ketawadhuan seorang akhwat.
” Aku hanya tersenyum saja
membaca pesan itu. Alhamdulillah, masih ada orang yang peduli padaku dan
mengirimkan pengingatan seperti demikian. Namun, yang kusesali adalah mengapa
orang tersebut lantas memberikan justifikasi pada diriku yang notabene tidak ia
kenal? Kemudian aku telaah dengan seksama kata-katanya tersebut. Apakah benar
memasang foto diri di Friendster itu adalah simbol kesombongan? Dan sebaliknya,
tidak memasang foto diri adalah simbol sebuah ketawadhuan? Menurutku, begitu
naif jika seseorang kemudian memberikan justifikasi dengan mudahnya atas
dipampangnya foto-foto diri orang lain di FS. Bukankah hal itu justru
mengecilkan makna tawadhu itu sendiri? Sekarang, alasan apa sebetulnya yang
membuat ia kemudian meng-add diriku di Friendster? Alasan pertama pastinya
karena ia telah melihat foto diriku di Friendster dan ia berpikir bahwa aku
’sejenis’ dengannya. Alasan lainnya mungkin karena ia terkesima melihat
profilku di Friendster [huehehehe...yang ini gak banget seh!:p].

Bila ditilik lebih jauh lagi, mungkin akan
kembali pada hakikat penciptaan Friendster itu sendiri [halah bahasanya!:D].
Friendster diciptakan bukan hanya untuk menemukan teman-teman lama kita di
dunia maya, tapi juga untuk menambah teman-teman dari dunia maya [atau bahkan
mencari jodoh juga kali ye...:p]. Jika demikian, maka sarana yang dibutuhkan
untuk memperkenalkan diri adalah profil singkat mengenai diri dan dibantu
dengan foto sebagai tambahan. Namun, hal itu saja tidak cukup karena masih bersifat
subyektif. Oleh karena itu, agar bisa dicapai sebuah keseimbangan, maka
diperlukan juga pendapat dari orang lain mengenai diri kita sehingga
ditambahkanlah fasilitas testimonial di Friendster [meski testimonial ini
sendiri kadang tak obyektif]. Melalui dua hal itulah akhirnya orang dapat
mengetahui diri kita, meski sifatnya hanya superfisial. Dari
fasilitas-fasilitas yang ada di Friendster, biasanya fasillitas yang paling
disukai oleh orang-orang adalah fasilitas foto. Hal ini menurutku disebabkan
karena dengan melihat foto, kita dapat melihat siapa dan bagaimana kepribadian
orang tersebut secara sekilas. Apalagi ada fasilitas ’caption’ yang membuat
orang dapat mendeskripsikan foto yang telah ia pajang. Hanya dengan melihat
foto, orang terkadang telah dapat memberikan penilaian terhadap orang yang ia
profilnya tersebut. Berbeda dengan testimonial yang membutuhkan waktu untuk
membacanya. Apalagi dengan fasilitas tambahan yang bisa di’embedded’ ke dalam
testimonial membuat testimonial-testimonial yang ada di Friendster sekarang
tidak terlalu ’penting’ dalam artian tidak terlalu memberikan opini mengenai
orang tersebut. Bila setelah melihat profil orang tersebut ia kemudian merasa
’klik’, maka ada dua kemungkinan yang akan dilakukannya. Pertama, meng-add
orang tersebut sebagai temannya, atau kedua tidak melakukan apa-apa. Untuk hal
pertama, juga ada dua kemungkinan, apabila ia sopan, maka jika orang tersebut
sama sekali tidak dikenalnya ia akan minta izin terlebih dahulu untuk meng-add
orang tersebut. Namun, apabila ia cukup ’PD’, maka ia akan langsung meng-add
orang tersebut tanpa basa-basi.

Kembali ke topik semula mengenai pasang
memasang foto diri. Sejatinya, tiap orang meski sedikit pastinya memiliki rasa ingin
dikenal oleh orang lain. Entah ia ingin dikenal melalui fisik atau
kepribadiannya. Untuk itu ada beberapa kemungkinan cara orang membuat profil
dirinya di Friendster. Pertama, memasang
foto diri beserta testimonial
. Kedua, tidak
memasang foto diri, tapi tidak menolak testimonial yang ditujukan untuknya.

Ketiga, memasang foto diri, tapi ia
menolak atau menyortir testimonial yang ditujukan untuknya dengan berbagai
alasan.
Keempat, tidak ada foto diri
ataupun testimonial dan profil seadanya.
Untuk kemungkinan bisa jadi orang
tersebut memang tidak pernah mengupdate Friendsternya atau ia jarang
berinteraksi di dunia maya. Kemungkinan selanjutnya, ada yang bisa nambahin???

 Dengan
berbagai pemikiran di ataslah kemudian aku berpikir lebih lanjut, tanpa maksud
membela diri, rasanya tiada bijak jika kita menjustifikasi seseorang tiada
tawadhu apabila ia memasang fotonya di Friendster. Hanya ALLAH-lah yang berhak
menentukan amalan pribadi orang. Memang, bisa jadi ada orang yang bermaksud
sombong atau narsis dengan memasang foto-foto dirinya, tapi ada pula berbagai alasan
lain mengapa seseorang kemudian mau memasang foto-foto dirinya di Friendster.
Di situlah kedewasaan kita dalam
memberikan penilaian terhadap orang lain diuji. Wallahu’alam bishshawab.

Peningkatan Angka Kelahiran Kembar Siam, Akibat Krisis Berkepanjangankah?

Tuesday, October 24th, 2006

20102006bayi2Lagi, pasangan bayi kembar siam dilahirkan
di Indonesia. Bayi kembar siam berbadan satu dan berkepala dua ini lahir melalui
proses caesar di RS Baptis, Kota Batu, Jawa Timur pada tanggal 23 Oktober 2006.
Dari hasil pemeriksaan fisik didapati bahwa bayi tersebut memiliki dua
tulang belakang, dua kepala, dua kaki, empat tangan, dan satu kelamin.
Sebelumnya bayi kembar siam putra pasangan Melvin Adulano dan Marce Louk Fanggi
Adulano yang lahir dengan badan menyatu, dengan dua kepala, tiga tangan, dan
tiga kaki telah menghembuskan nafas terakhirnya pada 9 Oktober 2006, empat hari
setelah kelahirannya, akibat adanya gangguan pernafasan. Akhir-akhir
ini rasanya memang makin banyak kasus kelahiran bayi kembar siam di Indonesia. Kelahiran
bayi kembar siam
di Indonesia sendiri
bukan merupakan hal baru. Menurut data RSCM, dalam 20 tahun terakhir terdapat
rujukan sekitar 14 bayi kembar siam
dari berbagai daerah. Pada tanggal
31 Juli 1987, bayi kembar siam Yuliana dan Yuliani lahir di RS Tanjung Pinang,
Riau dengan kondisi saat itu dempet kepala di bagian ubun-ubun.
Kemudian pada tanggal 21 Oktober 1987 di
saat usia mereka mencapai 2 bulan 21 hari, mereka menjalani operasi pemisahan
kepala di RS Cipto Mangunkusumo. Operasi yang berlangsung selama 13 jam yang dipimpin
oleh Prof. Dr. R.M. Padmosantjojo ini akhirnya berhasil memisahkan bayi kembar
siam tersebut. Kasus mereka ini kemudian menjadi momentum. Ini untuk pertama
kalinya dokter Indonesia berhasil memisahkan bayi kembar siam yang dempet pada
tengkorak kepala.
Jarang
kembar siam dengan kondisi seperti mereka yang selamat dari meja operasi. Bayi
kembar siam lainnya adalah Nugroho Yuliana dan Nugroho Yuliani asal Desa
Balerejo, Madiun, Jawa Timur. Keduanya lahir melalui operasi ceasar di RSUD dr
Soedono Madiun pada 3 Maret 2003. Pihak RSUD dr Soedono Madiun merujuk bayi
kembar siam tersebut ke RSUD Dr . Soetomo Surabaya karena tidak mampu
menanganinya. Namun, pada Minggu 21 Maret 2003, kembar siam itu meninggal dunia
sekitar pukul 04.50 WIB akibat kegagalan bawaan fungsi-fungsi organ secara
multipel.
Kelainan itu antara
lain otak bayi mengalami pembengkakan karena kekurangan oksigen. Selain itu,
tulang dada dan leher keduanya saling menarik. Kedua bayi ini pun hanya
memiliki satu kantung jantung, sementara paru-parunya mengembang tidak
sempurna.

 

Kembar siam sendiri sebetulnya adalah
kondisi anak kembar di mana tubuh keduanya bersatu. Hal ini terjadi apabila
zigot dari bayi kembar identik gagal terpisah secara sempurna.
Istilah kembar siam berawal dari pasangan
kembar siam terkenal Chang dan Eng Bunker (1811-1874) yang lahir di Siam
(sekarang Thailand). Kasus kembar siam tertua yang tercatat adalah Mary dan
Eliza Chulkhurst dari Inggris yang lahir di tahun 1100-an.

 

Epidemiologi Kasus Kembar Siam

Kasus kembar siam memang lebih sering
ditemukan di negara-negara berkembang daripada di negara maju. Pasalnya, di
negara maju kembar siam biasanya langsung digugurkan begitu terdeteksi.
Alasannya karena bisa membahayakan kehidupan si ibu saat melahirkan dan kalau
dibiarkan hidup, akan menyulitkan kehidupan bayi siam itu sendiri.

 

Menurut sejumlah kesimpulan medis, satu
kasus kembar siam terjadi untuk setiap 200 ribu kelahiran. Kebanyakan dari
mereka (75%) berjenis kelamin perempuan. Jadi, jika Indonesia berpenduduk 200
juta, ada peluang 1000 kasus kembar siam. Dari semua kelahiran kembar siam,
diyakini tak lebih dari 12 pasangan kembar siam yang hidup di dunia. Saat
dilahirkan kebanyakan kembar siam sudah dalam keadaan meninggal dan yang dapat
lahir dalam keadaan hidup hanya sekitar 40 persen. Dari mereka yang lahir
hidup, 75 persen meninggal pada hari-hari pertama dan hanya 25 persen yang
bertahan hidup. Itu pun sering kali disertai dengan kelainan bawaan dalam
tubuhnya. Apakah itu organ pada bagian ektoderm, yakni kulit, hidung dan
telinga, atau mesoderm yang mencakup otot, tulang dan saraf, atau bisa juga
indoderm, yakni bagian organ dalam seperti hati, jantung, paru dan otak.

 

Etiologi [Penyebab] Kelahiran Kembar

Banyak faktor diduga sebagai penyebab
kehamilan kembar. Selain faktor genetik, obat penyubur yang dikonsumsi dengan
tujuan agar sel telur matang secara sempurna, juga diduga ikut memicu
terjadinya bayi kembar. Alasannya, jika indung telur bisa memproduksi sel telur
dan diberi obat penyubur, maka sel telur yang matang pada saat bersamaan bisa menjadi
banyak, bahkan sampai lima atau enam. Sebab lain yang diperkirakan dapat
menjadi penyebab kelahiran kembar adalah usia ibu saat kehamilan, wanita dengan
riwayat persalinan yang sering, dan wanita yang hamil segera setelah berhenti
minum pil KB.

 

Proses Terjadinya Bayi Kembar

Secara garis besar, kembar dibagi menjadi
dua, yaitu kembar monozigot alias kembar yang berasal dari satu telur dan
dizigot, yaitu kembar yang berasal dari dua telur. Kembar monozigot, bayi
mempunyai gen yang sama, jenis kelamin yang sama, dan muka yang serupa. Kembar
monozigot biasa disebut sebagai kembar identik. Proses terjadinya kembar
identik yaitu karena pada masa pembuahan sebuah sel telur matang dibuahi oleh
sebuah sperma yang membentuk zigot, kemudian zigot ini akan membelah. Masa
pembelahan zigot ini dibagi dalam empat waktu, yaitu 0 - 72 jam, 4 - 8 hari, 9
- 12 dan 13 hari atau lebih. Jika pembelahan zigot ini terjadi saat awal
pembuahan (1-3 hari setelah pembuahan) maka setiap embrio biasanya akan
memiliki kantong ketuban yang berbeda, dan satu plasenta. Namun, bila
pembelahan terjadi setelah 13 hari maka kemungkinan kembar akan terjadi menempel
bersama pada bagian dari tubuhnya atau pembelahan yang tidak sempurna yang
disebut sebagai kembar siam lebih tinggi. Bila pembelahan berlangsung pada 6
jam - 4 hari, akan terjadi diamniotik, yakni rahim mempunyai dua selaput
ketuban, serta dikorionik, yakni rahim mempunyai dua plasenta.
Jika pembelahan setelah 4 - 8 hari,
selaput ketuban tetap dua, tetapi plasenta hanya satu. Pada kondisi ini, bisa
saja terjadi salah satu bayi mendapat banyak makanan, sementara bayi satunya
tidak. Akibatnya, perkembangan bayi bisa terhambat. Pada pembelahan setelah 8 -
12 hari, selaput ketuban dan plasenta masing-masing hanya satu, tetapi
pembelahan pada umumnya masih normal. Pada pembelahan setelah hari ke-13, rahim
hanya mempunyai satu plasenta dan satu ketuban, sehingga kemungkinan terjadi
angka lahir kembar siam sangat besar. Pasalnya, pembelahannya terlambat. Jadi keadaan
kembar siam terjadi pada kembar monozigot akibat pembelahan sel telur yang
tidak sempurna [lebih dari 13 hari].

 

Kembar dizigot disebut juga sebagai kembar
fraternal, yaitu kembar yang berasal dari dua telur.
Mereka biasanya tidak terlalu mirip atau seperti
kakak adik saja. Proses terjadinya kembar fraternal yaitu karena pada masa
pembuahan terdapat dua buah sel telur matang yang akan masing-masing dibuahi
oleh sperma yang berbeda. Karena berasal dari dua telur dan sperma yang berbeda
maka masing-masing mempunyai kantung ketuban dan plasenta sendiri. Jadi kembar
fraternal, adalah terjadinya dua proses pembuahan dalam satu kehamilan.

 

Melihat kepada proses pembelahan sel di
atas, tentu saja yang terbaik adalah pembelahan pertama, karena bayi dapat
membelah dengan sempurna.
Namun,
keempat pembelahan ini tidak bisa diatur waktunya. Hingga saat ini masih belum
diketahui dengan pasti penyebab terjadinya keterlambatan pemisahan sel. Namun,
diperkirakan ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi waktu pembelahan dan
kenapa bisa membelah tidak sempurna sehingga mengakibatkan dempet. Faktor yang
pertama adalah faktor gizi, dalam hal ini bisa jadi asupan makanan mencukupi
tetapi gizi tidak seimbang atau dapat juga pola makan terbatas sehingga asupan
makanan kurang mencukupi. Faktor lainnya adalah yang diduga berhubungan adalah
penggunaan obat-obatan, infeksi, ataupun masalah lingkungan. Sebagaimana
diketahui bila diperhatikan selama ini, kasus kembar siam yang diungkap di
media massa memang lebih banyak berasal dari keluarga kurang mampu. Mungkinkah
krisis ekonomi yang berkepanjangan bagi sebagian masyarakat menyebabkan
peningkatan persentase kelahiran bayi kembar siam di Indonesia? Mungkinkah dengan
semakin tingginya biaya hidup kemudian dapat berimplikasi pada sulitnya memberi
asupan makanan dengan gizi yang baik pada ibu hamil? Atau mungkinkah pula
semakin kerasnya kehidupan menyebabkan tekanan-tekanan intra uterin semakin
meningkat sehingga dapat menghambat proses pembelahan sel? Wallahu’alam
bishshawab.

Flashback

Friday, October 20th, 2006

Sekedar flashback ke lima tahun yang
lampau.
Saat itu aku harus
membuat suatu pilihan yang akan menentukan masa depanku selanjutnya. Ya momen
itu adalah UMPTN. Sejak naik ke kelas 3 jurusan IPA, aku telah banyak mencari
info-info mengenai berbagai jurusan yang ada di universitas negeri pilihan.
Waktu itu universitas negeri pilihanku adalah UI, ITB, dan UGM sedangkan pilihan jurusannya
sendiri sangat beragam. Aku pribadi saat SMU sangat menyukai pelajaran Kimia
dan Biologi serta tidak terlalu menyukai Fisika dan Matematika, meskipun saat
duduk di bangku kelas 3 aku memiliki hubungan yang sangat dekat dengan guru
Fisikaku. Melihat kompetensiku sendiri, pada awalnya memang aku ingin masuk
jurusan Kedokteran UI. Namun,
setelah mengamati aktivitas salah seorang seniorku di SMU yang berkuliah di
Kedokteran UI, aku pun kemudian berpikir untuk merubah pilihanku nanti. Aku
berpikir bahwa kuliah di Kedokteran itu amat melelahkan, harus rajin belajar,
banyak menghapal, ditambah lagi dengan tugas jaga malam pada waktu ko-as.
Karenanya aku membulatkan tekad untuk tidak mengambil jurusan yang berbau bau
kedokteran, entah itu Kedokteran atau pun Kedokteran Gigi.

Oh ya, pas kelas 3 SMU itu, aku sempat
mengikuti psikotes. Dari hasil psikotes itu dibilang kalau aku memiliki arah
minat pada tiga hal yaitu; Investigatif,
Realistik, dan Sosial. Untuk minat investigatif, maka profesi yang sesuai bagiku
adalah ahli kimia atau ahli astronomi, untuk minat realistik
profesi yang sesuai adalah ahli teknik
sipil
atau ahli instalasi listrik,
sedangkan untuk minat sosial profesi yang  sesuai adalah psikolog klinis. Oleh karenanya, dari hasil tersebut aku disarankan
untuk memilih program studi kimia, teknik sipil, atau psikologi. Berdasarkan semua hasil tersebut, memang ada beberapa
bidang yang aku minati sejak awal.

Pertama adalah astronomi, sejak kecil aku
senang sekali mengamati bintang-bintang di angkasa raya [jadi ingat lagunya Ken
Hirai : Miagete Goran Yoru no Hoshi wo].
 Satu-satunya bab di pelajaran fisika
yang paling aku senangi juga adalah bab mengenai perbintangan. Untuk itu, aku
kemudian memasukkan Astronomi ITB
dalam sebagai salah satu alternatif pilihan. Namun, setelah kudiskusikan dengan
papaku, beliau kemudian menolak pilihanku tersebut dengan alasan yang mungkin
sama dengan sebagian besar orang tua lain, ”Mau jadi apa nantinya kamu masuk
astronomi De?” Akhirnya kuputuskan untuk mengeliminasi pilihan tersebut.

Bidang kedua adalah psikologi, untuk
bidang yang satu ini sejak lama memang kuminati karena aku senang sekali
memperhatikan dan menganalisis kepribadian orang-orang. Untuk itu, aku kemudian
juga memasukkan Psikologi UI sebagai
salah satu alternatif pilihanku nantinya. Namun, mengingat aku berasal dari
jurusan IPA maka untuk dapat memilih Psikologi UI aku harus mengikuti program
IPC saat UMPTN. Mungkin karena aku telah lama tidak belajar mengenai ilmu-ilmu
sosial maka pada saat itu sejujurnya aku begitu malas jika harus mengikuti
program IPC. Memang ada alternatif lain yaitu Psikologi Unpad yang tidak mengharuskan peminat yang berasal dari
jurusan IPA untuk ikut program IPC, tetapi pada saat itu Unpad bukan merupakan
universitas negeri pilihanku. Akhirnya lagi-lagi pilihan ini terpaksa
kueliminasi.

Bidang ketiga adalah kimia, untuk bidang
yang satu ini seperti telah kujelaskan di awal memang dari awal aku menyukai
pelajaran kimia. Pada bidang kimia ini ada dua pilihan jurusan yang menjadi
minatku yaitu Teknik Gas dan Petrokimia [TGP]
UI
dan Farmasi UI. Untuk jurusan
TGP UI ini, aku punya cerita khusus mengenainya. Saat kelas 3 dulu, para
mahasiswa dari TGP UI sempat melakukan promosi ke sekolahku. Deskripsi mereka
mengenai TGP UI sungguh memukau dan membuat niatku untuk memilihnya semakin
kuat.
Ditambah rasanya tiada
aral dari diriku dan orangtua untuk memilihnya. Kemudian untuk jurusan Farmasi
UI, dari orangtuaku sebetulnya tidak ada masalah, tapi dari aku pribadi justru
pada saat itu kurang PD untuk memilihnya dikarenakan passing grade yang lumayan
tinggi. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk mengeliminasi pilihan tersebut.

Namun, tidak pilihan-pilihanku tidak
berhenti sampai di situ saja. Sempat juga aku berpikir untuk memilih Teknik Nuklir UGM dikarenakan aku ingin
sekali menjadi seorang ahli nuklir di Indonesia. Setelah kuutarakan maksud ini
kepada orangtuaku, mereka kontan saja menolak dengan alasan mereka khawatir
anak semata wayangnya ini akan banyak terkena radiasi nantinya sehingga tidak
mampu menjalankan proses reproduksi. Lagi-lagi pilihan ini harus aku eliminasi.
Sempat juga terpikir untuk memilih Teknik
Informatika ITB
, tetapi berhubung passing gradenya yang juga lumayan
tinggi, lagi-lagi dengan sadar diri akan kapabilitasku, aku mengeliminasi
pilihan tersebut. Karena benar-benar bingung harus memilih jurusan apalagi
selain TGP UI, akhirnya aku melakukan sholat istikharah. Setelah beberapa kali
istikharah, aku mendapatkan mimpi bahwa aku sedang berada di kampus Teknik Metalurgi UI. Sebetulnya dari
awal aku tidak pernah berpikir untuk memilih jurusan ini, tapi aku merasa
mungkin ini adalah jawaban ALLAH untukku. Namun, setelah banyak mencari
informasi mengenai jurusan ini, aku pribadi merasa tidak sreg untuk memilihnya
dikarenakan bayangan lapangan pekerjaan yang harus kujalani nantinya. Akhirnya
karena semakin bingung, aku memutuskan untuk memilih jurusam berdasarkan mata
pelajaran yang paling aku senangi, yaitu jurusan Biologi UI.
Aku
berpikir bahwa nantinya aku bisa berkuliah dengan nyaman karena aku menyukai
bidang tersebut. Ditambah lagi banyak masukan cerita dari pada seniorku di SMU
bahwa kuliah di Biologi UI itu banyak petualangannya, mulai dari jalan-jalan ke
pegunungan hingga diving.

Pada H-2 pengumpulan formulir UMPTN,
akhirnya kutuliskan dua pilihan program studi yang kuminati, TGP UI dan Biologi UI.
Namun,
ternyata takdirku tak sampai di situ saja. Ketika akan menyerahkan formulir
tersebur, salah seorang temanku melihat kedua pilihanku tersebut. Kemudian dia
berkomentar agak merendahkan saat itu, dia berkata, ”Oh, Ocha pilihan keduanya Biologi supaya kalo gak dapet pilihan pertama
jadi kayak sekolah lagi ya
???” Terus terang saja, pernyataannya tersebut
membuatku mendidih. Aku membuat suatu keputusan besar untuk memilih dua pilihan
tersebut bukan untuk sekedar main-main belaka.
Akhirnya, aku tidak jadi untuk mengumpulkan
formulir pendaftaran pada hari itu. Aku kemudian pulang ke rumah dan membuka kembali
semua pilihan program studi yang ada. Kali ini aku hanya fokus pada pilihan
program studi yang ada di UI. Aku buat tabel positif dan negatif mengenai semua
jurusan IPA yang ada di UI. Yang sempat menjadi pilihanku saat itu adalah Fakultas Kesehatan Masyarakat  [FKM] dan Teknik Industri. Tapi, lagi-lagi dengan penuh pertimbangan aku
memutuskan untuk tidak memilih keduanya. Setelah aku melihat-lihat kembali
dengan seksama, ternyata ada dua program studi yang selama ini tidak terlalu
aku perhatikan yaitu Fakultas Ilmu
Komputer [Fasilkom]
dan Fakultas
Kedokteran Gigi [FKG]
. Tadinya memang aku sempat berpikir untuk memilih
jurusan Teknik Informatika ITB, tapi aku tidak berpikir untuk memilih Fasilkom
UI. Meski passing grade Fasilkom UI saat itu melebihi passing grade FK UI,
tanpa banyak pertimbangan akhirnya kutetapkan pilihan pertamaku pada Fasilkom
UI. Kemudian untuk FKG, seperti telah kusebutkan di awal, bahwa aku sangat
menghindari pilihan Kedokteran atau Kedokteran Gigi. Namun, setelah
kupertimbangkan, jika nantinya aku tidak berhasil mendapatkan pilihan pertama
di Fasilkom UI, setidaknya aku bisa mendapatkan pilihan program studi yang
tidak ecek-ecek. Selain itu, aku
berpikir bahwa kuliah di FKG tidak terlalu berat dibandingkan dengan FK [dan
ternyata aku salah besar saudara-saudara!!!kuliah di FKG ternyata sungguh
menguras kekuatan fisik, mental, dan terutama materiil] dan peluang untuk
mendapatkan kerja lebih besar dikarenakan dokter gigi adalah sebuah profesi. Akhirnya,
dengan mengucap Bismillah aku menuliskan Fasilkom
UI
dan FKG UI pada formulir
pendaftaranku. Sebagai catatan, kedua orangtuaku pada awalnya tidak mengetahui
bahwa aku telah memilih dua fakultas tersebut. Mereka masih mengira bahwa
anaknya ini memilih TGP UI dan Biologi UI. Kurang lebih dua minggu setelah
pengumpulan formulir itulah aku baru mengatakan kepada mereka mengenai
pilihanku tersebut dan reaksinya adalah kekagetan yang luar biasa!Tapi apa
boleh buat, keputusan telah dibuat dan mereka mendukung apa yang menurutku
baik.

Setelah selesai UMPTN, di masa penantian
pengumuman aku telah bertekad bahwa jika kelak akhirnya aku tidak diterima di
kedua pilihan tersebut, maka aku akan mengikuti kursus-kursus untuk
meningkatkan kapabilitas diri sementara menunggu UMPTN di tahun depan. Aku
tidak mempersiapkan alternatif PTS karena aku menurut hematku, apabila pada
tahun depan aku mengikuti UMPTN lagi dan berhasil, maka akan terlalu banyak
biaya yang dikeluarkan oleh orangtuaku. Namun, ternyata papaku berpikir lain,
beliau malah menyuruhku untuk mendaftarkan diri ke Universitas Bina Nusantara. Apa boleh buat, akhirnya aku menuruti
keinginan beliau untuk mendaftarkan diri ke Binus. Namun, berhubung
pendaftarannya sudah di gelombang terakhir, jurusan-jurusan yang menjadi
favorit seperti Teknik Informatika, Sistem Informasi, dsb sudah tidak
membuka jadwal reguler lagi [hanya tinggal jadwal kuliah malam], aku terpaksa
memilih jurusan yang membuka jadwa kuliah reguler. Dan jurusan yang tersisa
tersebut adalah Jurusan Ganda! Dengan total 177 SKS. Akhirnya aku memilih
jurusan ganda Sistem Informasi dan Teknik Industri. Sejujurnya aku dan mamaku tidak sreg untuk
berkuliah di situ, dikarenakan suasananya yang kurang ’kondusif’, tapi aku
tidak ingin mengecewakan papaku yang telah demikian bersemangat untuk
mendaftarkan diriku. Untungnya pihak Binus memberikan keringanan, apabila calon
mahasiswanya yang telah mendaftar diterima di UMPTN, maka uang pendaftaran akan
dikembalikan, meski tidak sepenuhnya.

Akhirnya, hari yang telah dinanti-nanti
tiba, pengumuman UMPTN!Pihak bimbel yang kuikuti berjanji akan meneleponku
tengah malam bila aku berhasil diterima di salah satu program studi yang
kupilih. Semua orang rumah menanti dengan penuh harap-harap cemas. Tepat jam 12
malam, telepon rumahku pun berdering dan papaku kemudian membangunkan diriku
yang sedang terlelap bahwa diriku diterima di FKG UI!Pada awalnya aku agak
kecewa karena tidak berhasil diterima di pilihan pertamaku, Fasilkom UI, tapi
Alhamdulillah!Aku harus banyak-banyak bersyukur pada ALLAH SWT yang telah
menentukan demikian jalanku. Dan yang paling membuatku bersyukur adalah
ternyata hampir semua bidang yang aku minati di awal, bisa kudapatkan dengan
berkualiah di FKG UI. Mulai dari Biologi dan Kimia [dua mata kuliah dasar yang
harus dikuasai], Teknik Metalurgi [kuliah yang berkaitan dengan material
kedokteran gigi], Farmasi [musti belajar mengenai obat-obatan juga], Kesehatan
Masyarakat [harus bisa memberikan penyuluhan kepada pasien dan masyarakat],
Psikologi [memahami kondisi kejiwaan pasien], dan meskipun tidak berkuliah di
Fasilkom tapi bisa kenal dengan banyak orang yang kuliah di sana.
And
here I am…being a dentist…

 

Mirai E

Sunday, October 15th, 2006

Lagu Kiroro yang ini gak cuma enak buat didenger
tapi ternyata makna liriknya juga indah…tentang kasih sayang seorang ibu…

 

Mirai E

[Menuju Masa
Depan]

by : Kiroro

 

Hora,
asi moto wo mite goran

[Ayo...lihatlah
langkah kakimu]

Korega anata no ayumu michi

[Itulah jalan kehidupanmu]

Hora, mae mo mite goran

[Ayo...lihatlah
pula ke depan]

Arega anata no mirai

[Di sanalah masa depanmu]

 

 

Haha ga kureta takusan no yasashisa

[Begitu banyaknya bunda telah memberikan kasih
sayangnya]

Ai wo idaite ayumeto furikaesita

[Bersama cinta bunda dapatku mengerti kehidupan yg
silih berganti]

Ano toki wa mada osanakute iminado siranai

[Saat itu aku masih terlalu kecil belum mengerti
arti semua itu]

Sonna watashi no te wo nigiri Isyoni
ayunde kita

[Bunda yang selalu membimbingku dalam menjalani
masa depan]

 

 

Yume wa itsumo sora takaku aru kara

[Cita cita selalu tinggi di atas langit]

Todokanakute kowai ne dakedo oi suzukeruno

[Bila tak tercapai memang menyedihkan , tetapi
jangan takut tetaplah melangkah bercita-cita]

Jibun no sutori dakara koso akira
metakunai

[Tentukan langkah sejarah hidupmu Janganlah
berputus asa]

Fuang ni naru to te wo nigiri isyoni
ayundekita

[Jangan cemas dan jangan takut Doa bunda selalu menyertaimu]

 

Sono yasashisa wo tokiniwa iyagari

[Kasih sayang itu dulu selalu kuabaikan, selalu kusakiti hati bunda]

Hanareta haha he suna wo ni narezu

[Sekarang jauh terpisah dari bunda baru ku sadari segalanya]

 

Hora asi moto wo mite goran kore ga anata
no ayumu michi

[Ayo...lihatlah langkah kakimu itulah perjalanan hidupmu]

Hora mae mo mite goran arega anata no
mirai

[Ayo...lihatlah pula ke depan di sanalah masa depanmu]

 

Mirai e mukatteYukkuri to aruite ikou

[Perlahan namun pasti...jemputlah masa depanmu
dengan hati penuh keyakinan]

Sumpah Drg…Wujud Suatu Persembahan

Saturday, October 14th, 2006

· Saya akan
membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan, terutama dalam bidang
kesehatan

· Saya akan menjalankan tugas saya dengan
sebaik-baiknya sesuai dengan martabat dan tradisi luhur jabatan Kedokteran Gigi

· Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang
saya ketahui karena pekerjaan saya dan keilmuan saya sebagai Dokter Gigi

· Sekalipun diancam, saya tidak akan
mempergunakan pengetahuan Kedokteran Gigi saya untuk sesuatu yang bertentangan
dengan hukum perikemanusiaan

· Dalam menunaikan kewajiban saya, Saya akan
berikhtiar sungguh-sungguh supaya tidak terpengaruh oleh pertimbangan
keagamaan, kebangsaan, kesukuan, politik, kepartaian, atau kedudukan sosial

· Saya ikrarkan sumpah janji ini dengan
sungguh-sungguh dan dengan penuh keinsyafan

 

Hari ini, 21 Ramadhan 1427 H, di bawah
ayat-ayat suci yang dibawa 14 abad yang lampau, semesta telah menjadi saksi
atas sebuah kesakralan sumpah yang telah diikrarkan. Sebuah sumpah yang bukan
sekedar dilafalkan di bibir saja, tapi juga kan dimintai pertanggungjawaban di
akhirat kelak. Sungguh, gelar ini bukanlah untuk dibanggakan atau bahkan
dipamerkan. Sejatinya, gelar ini adalah sebuah amanah dan tanggung jawab yang
demikian berat baik di dunia maupun di akhirat.

Untuk itu gelar ini kupersembahkan kepada
:

  1. ALLAH SWT

Ya Rabbana…sesungguhnya hanya karena
pertolongan Engkaulah semuanya ini dapat tercapai, hanya karena cintaMu hamba
yang dhaif ini dapat melalui perjalanan ini, dan hanya karena iradahMu aku
diamanahi oleh gelar ini.

”Wamaa
Khalaqtul Jinna wal Insa illa Liya’buduun”
…Sesungguhnya Engkau tak menciptakan jin dan
manusia melainkan untuk beribadah kepadaMu…

Untuk itu, jadikanlah tiap peluh dan perih
yang kurasakan sebagai pemberat amalan di Yaumul Mizan kelak. Meski ku tahu,
jannahMu tiada kan bisa dicicipi hanya dengan amalan-amalanku yang tiada
berarti ini, kecuali dengan rahmat dan kasih sayangMu.

Untuk itu, rahmat dan ridhoMu-lah yang
selalu kurindukan dalam tiap degup jantungku, dalam tiap hembusan nafasku, dan
dalam tiap tetesan air mataku.

 

Kupersembahkan gelar ini sebagai tanda
penghambaanku padaMu…

Kupersembahkan gelar ini sebagai cindera
mata cintaku untukMu

Kupersembahkan gelar ini sebagai ungkapan
pembuktian bahwa diriMu lah, Rabb Yang Maha Rahman lagi Maha Rahim, tiada daya
dan upaya melainkan karena kekuatanMu…Sesungguhnya diri ini telah demikian
nista, namun Engkau masih berkenan mengulurkan tanganMu agar ku dapat
bangkit…

 

Ya Rabbana…hari ini di bawah untaian
indah firman-firmanMu aku tlah bersumpah…aku menyadari bahwa diri ini hanyalah
insan yang mudah khilaf, maka kumohon padaMu, tetapkanlah aku di jalanMu,
kokohkanlah pijakan kakiku di bumiMu, dan jauhkanlah aku dari segala godaan
syetan dan syahwat yang akan selalu menerjang dari berbagai arah…

Amin Ya Rabb

 

  1. Orang tuaku

Duhai Mama,

semasa ku masih berada dalam kepompongmu
aku telah banyak demikian banyak menyusahkanmu…

setelah keluar melihat dunia, aku pun
bertambah memberimu banyak kesusahan demi kesusahan, tak jarang ku keluarkan
kata-kata kasar, ku banyak menuntut ini itu darimu, ku seringkali membuatmu
khawatir, ku acapkali menyebabkanmu menangis

namun apa balasanmu padaku terhadap
semuanya itu???

kau tetap merawatku demikian cemerlang penuh
kasih sayang, melindungiku dari segala marabahaya yang coba mengancam,
mendoakanku dalam tiap sujud-sujud panjangmu

 

Duhai Papa,

di darahku mengalir darahmu, pandangi
wajahku di cermin laiknya ku memandang wajahmu…

saksikanlah…detik demi detik diri ini
selalu saja membuatmu dirimu repot dengan keluh kesahku, uang sakuku, dan
permintaan-permintaan lain yang tak terduga

dan apa reaksimu padaku terhadap hal-hal
tersebut?

berapa juta peluh yang telah kau cucurkan
agar ku tetap dapat bertahan di dunia ini??? berapa milyar rasa sayang yang kau
curahkan agar ku selalu merasa bahagia dan tak sendiri???
berapa banyak untaian kemarahan yang kau tujukan
karena semata-mata kau peduli dan begitu mencintaiku???

 

Mah…Pah…

Kupersembahkan gelar ini sebagai tanda
bakti, hormat, dan cintaku pada kalian

Kupersembahkan gelar ini sebagai ikhtiarku
tuk menggiring kalian berdua ke jannahNya karena dengan hadiah dari kalianlah
aku dapat memeluk Islam, agama yang paling diridhoi oleh ALLAH SWT,

Selalu ku mohon padaNya agar kelak kita
dipersatukan kembali sebagai satu keluarga yang utuh di jannahNya kelak

Amin Ya Rabb

 

  1. Seseorang yang akan menemaniku sepanjang
         hidup

Aku belum mengetahui siapa dirimu

Kapan kita kan dipertemukanNya

Di mana kau berada sekarang

Bagaimana kita akan dipersatukanNya

Sungguh, tiada petunjuk yang tlah datang
kepadaku tuk mengabarkan semua itu

Namun aku yakin bahwa

engkau adalah karunia ALLAH yang paling indah
untukku

engkau adalah seorang pria yang mampu
membawaku ke jannahNya dengan selalu menjaga Dienku

engkau adalah seorang pria yang bisa
membantuku tuk mewujudkan seluruh cita-citaku baik di dunia maupun di akhirat
kelak

engkau adalah seorang pria yang berakhlak
paling baik terhadap diriku

engkau adalah seorang pria yang mencintai
diriku apa adanya

engkau adalah seorang pria yang paling
berani membelaku dari segala ancaman yang menghadang

engkau adalah seorang pria dapat
memanjakanku dengan kedewasaan yang kau miliki

engkau adalah seorang pria yang paling
tampan di mata hati dan kepalaku

 

Kupersembahkan gelar ini untukmu sebagai
kado termanis di hari terindah kita kelak

Kupersembahkan gelar ini sebagai infak di
jalan perjuanganmu

Kupersembahkan gelar ini sebagai pondasi
awal kita tuk bersama membangun sebuah peradaban

Semoga hanya karena ALLAH-lah kita saling
mencintai dan mengasihi satu sama lain

Amin Ya Rabb

 

  1. Jundi-jundi yang akan lahir dari rahimku

Wahai jundi-jundi peradaban

yang lahir dari cinta kasih sepasang insan
karena Rabbnya

kalian adalah jundi-jundi yang dapat
mengajak kedua orang tuamu ke jannahNya

kalian adalah jundi-jundi yang selalu
menegakkan panji-panji kebenaran di bumiNya

kalian adalah jundi-jundi yang menceriakan
dan menyejukkan mata-mata yang mulai rabun karena usia

kalian adalah jundi-jundi yang mengalirkan
sungai-sungai kesejukan di kala penat meregang jiwa

kalian adalah jundi-jundi yang
menyanjungkan kebahagiaan tak terhingga bagi sepasang manusia yang akan renta
nantinya

 

Kupersembahkan gelar ini sebagai semaian
bibit eksotika nan elok di hari kelahiranmu kelak

Kupersembahkan gelar ini sebagai langkah agar
kalian dapat meretas perjuangan di jalanNya

Semoga kalian dapat menjadi jundi-jundi
yang selalu takut akan Rabbnya

Amin Ya Rabb

Cinta vs Fikroh

Wednesday, October 11th, 2006

Assalamu’alaikum…aku terserang VMJ [Virus Merah Jambu, red], menurut Ocha
mana yang bagus? Apa harus mengkhitbah seorang ”akhwat” ato ”wanita biasa”?
Jujur, dia bukan dari kalangan ”akhwat” seperti yang kita pahami, tapi aku
lihat dia punya keinginan kuat untuk berbenah. Toh semua orang punya potensi
menjadi lebih baik kan? [sms dari 0813462XXXXX]

 

”Cha, gmana ya misalnya ada seseorang yang ingin
melamarku, tapi dia bukan ’ikhwan’?” [perbincangan dengan seorang teman]

 

”Ros, menurutmu mungkin gak sih tipe-tipe ’akhwat’
gitu bisa tertarik sama aku?” [perbincangan dengan seorang teman yang lain]

 

”Kk punya seorang temen seangkatan di S2 sini,
kita sama-sama seneng kalo ngeliat akhwat-akhwat lagi pada ngaji di Salman,
ingin rasanya kalo bisa punya istri kayak mereka” [perbincangan dengan seorang
teman yang lain lagi]

 

Rasanya dialog-dialog di atas sudah tak
asing lagi di telingaku. Menurutku hal tersebut merupakan sebuah ambiguitas
yang sering tak dapat terelakkan. Saat rasa cinta pada lawan jenis yang
merupakan fitrah dariNya datang tak terduga-duga, ia tak bisa memilih apakah ia
akan mencintai lawan jenis dari ”golongannya sendiri” ataukah dari ”golongan
lain”. Ketika rasa itu membuncah untuk lawan jenis yang memiliki fikroh atau
pemikiran yang sama, mungkin bagi sebagian orang tidak akan menjadi satu
persoalan berat. Si ikhwan atau si akhwat dapat mengutarakan kecenderungannya
tersebut pada sang murobbi untuk kemudian diproses dengan cara yang baik. Namun,
tak sedikit dari mereka yang memiliki kesamaan fikroh ini juga akan memilih proses
yang baik. Banyak di antara mereka yang sering pula main kucing-kucingan dengan
murobbi dan ”komunitas” mereka.
Dalihnya adalah hal itu juga merupakan proses ta’aruf atau pengenalan untuk
satu sama lain. Untuk penguatan dalih tersebut mereka enggan menyebut hubungan
itu sebagai ”pacaran”, bahkan mungkin mereka lebih bahagia dengan sebutan
hubungan tanpa status [HTS] atau teman tapi mesra [TTM]?

Sekarang, bagaimana bila kasusnya adalah
si ”ikhwan” atau si ”akhwat” jatuh cinta dengan lawan jenis yang berbeda
fikroh? Sepertinya sudah menjadi rahasia umum bagaimana itu tipikal seorang
ikhwan atau akhwat, sehingga tak perlu lagi kujelaskan di sini. Sejatinya,
seorang ikhwan atau seorang akhwat juga manusia biasa yang dapat jatuh cinta
pada siapa saja tanpa pandang bulu. Namun, mungkin sudah menjadi stigma bagi
sebagian besar orang dalam komunitas ”tarbiyah” untuk menginginkan pasangan
hidup yang memiliki fikroh yang sama. Dengan adanya kesamaan fikroh ini
diharapkan bahwa nantinya bahtera rumah tangga dapat dinakhodai oleh sebuah
visi yang sama. Namun, pada kenyataannya seringkali didapati hati berbicara
sebaliknya. Hati justru tertambat pada seseorang yang tidak memiliki kesamaan
fikroh. Hal ini jelas menjadi satu pergulatan mental tersendiri bagi si ikhwan
atau si akhwat. Di satu sisi, harapan untuk memiliki pasangan hidup dari
komunitasnya sendiri sedemikian besar, tetapi di sisi yang lain hati juga tak
dapat berdusta bahwa buncahan pada lawan jenis yang berbeda fikroh juga telah
begitu besar.

Bila telah dihadapkan pada persoalan
seperti ini, maka biasanya ada dua pilihan yang diambil oleh si ikhwan atau si
akhwat. Pilihan pertama adalah langsung mengutarakannya pada sang murobbi,
dengan harapan sang murobbi dapat membantu prosesnya agar tetap terjaga dengan
baik. Pilihan kedua adalah si ikhwan atau si akhwat akan berusaha terlebih
dahulu untuk menyamakan fikroh dengan cara mencarikan seorang murobbi bagi
lawan jenisnya tersebut tanpa sepengetahuan murobbinya. Pilihan ini memiliki
tiga kemungkinan implikasi. Implikasi pertama adalah, si lawan jenis bersedia
untuk menerima tawaran untuk ”ngaji” tersebut dengan sungguh-sungguh dan niat
yang ikhlas, bukan hanya karena menginginkan dapat menikah dengan si ikhwan
atau si akhwat. Implikasi kedua adalah, si lawan jenis tersebut bersedia
”ngaji” hanya sekedar untuk labelisasi ”ikhwan” atau ”akhwat”. Niatnya untuk
”ngaji” hanya sekedar agar dapat menikah dengan si ikhwan atau si akhwat.
Biasanya, pada implikasi yang seperti ini, setelah menikah rutinitas ”ngaji”nya
akan menurun atau bahkan tidak sama sekali ”ngaji”. Implikasi ketiga adalah, si
lawan jenis tersebut tidak sama sekali menerima tawaran untuk ”ngaji” karena mungkin
merasa sudah cukup dengan ilmu dan pemikiran yang ia miliki.

Bila yang terjadi adalah implikasi yang
ketiga, maka si ikhwan atau si akhwat harus siap dengan berbagai konsekuensi
yang ada. Si ikhwan atau si akhwat harus dapat memperkirakan kekuatan yang ada
pada dirinya sendiri. Kekuatan dalam hal ini adalah kekuatan beragama tentunya.
Menurutku, sebuah pernikahan adalah suatu momen panjang di mana setiap
elemennya harus dapat membawa elemennya yang lain untuk menuju jannahNya. Oleh
karenanya jannahNya harus dicapai dengan sebuah pemahaman yang baik mengenai
keberagamaan itu sendiri, dalam hal ini Islam tentunya. Biasanya posisi ikhwan
yang jatuh cinta pada yang ”non akhwat” akan lebih kuat karena sejatinya dialah
yang akan menjadi qowwam atau pemimpin dalam rumah tangganya kelak. Dialah yang
akan menentukan arah rumah tangganya. Berbeda halnya dengan akhwat yang jatuh
cinta pada yang ”non ikhwan”. Pada kasus ini, si akhwat harus benar-benar
memiliki kekuatan dan kesabaran untuk dapat menuntun suaminya yang ”non ikhwan”
agar tetap pada koridorNya. Bersyukur apabila nantinya dapat membukakan pintu
hidayah pada sang suami agar mau ’ngaji”. Namun, apabila si akhwat ini telah
mengukur kekuatan dirinya dan sekiranya ia tak mampu, maka sebaiknya ia harus
rela membunuh perasaan yang sudah ada pada lawan jenisnya tersebut bila ia
menginginkan tetap istiqomah di jalanNya.

Sesungguhnya, penjabaran tadi hanya aku
lihat dari sudut pandang yang telah aku yakini selama ini.
Bukan berarti komunitas tarbiyahlah yang
paling benar dan orang selainnya salah dan tak paham apa-apa mengenai Islam. Sebagai
manusia sudah seharusnya kita sama-sama belajar mencari kebenaran tersebut dan
mau secara rendah hati menerima kebenaran dari siapapun jua. Kebenaran yang
hakiki hanya datang dari Allah SWT, Sang Pencipta Kebenaran, maka marilah
sama-sama kita datang menuju Allah SWT. Wallahu’alam bishshowab.

Paralelism

Monday, October 9th, 2006

Perempuan itu terduduk di satu sudut
serambi di bawah gurat lembayung senja. Tampak keratan-keratan tajam di bawah
matanya. Sepertinya perlahan tapi pasti wajahnya telah menua melebihi usia
kronologisnya. Bagian kelopak matanya pun tampak menggelembung, hampir sama
dengan makhluk hijau yang bersuara buruk. Pupilnya hampir-hampir tenggelam
laksana mentari di balik gunung yang tampak jelas dari tepi Senggigi senja hari.
Rambutnya lembar demi lembar selalu saja berjatuhan ke lantai. Namun, ia masih
harus bersyukur bahwa warna putih belum menghiasi mahkotanya itu. Tubuhnya??? Jangan
ditanya, laiknya selembar papan tipis yang siap untuk diterbangkan oleh
hembusan angin. Malulah ia menampakkan dirinya sekarang ini pada khalayak
ramai.

Perempuan itu melayangkan pandangan ke
sudut lain.
Dilihatnya
seorang balita kecil sedang merangkak, mencoba tuk berjalan seorang diri.
Ya, sedikit lagi ia hampir bisa berjalan, sedikit lagi saja. Namun, kemudian ia terjatuh. Perempuan itu
kemudian serta merta bangkit dari kursinya, berusaha menolong balita itu tuk
bangkit. Digendongnya balita kecil itu dengan penuh kasih sayang untuk kemudian
ia mencari ibunya.

Perempuan itu kembali duduk di tempatnya
semula. Sesekali ia tersenyum bila mengingat kejadian beberapa saat yang lalu. Membayangkan
balita tadi, serasa menghempaskan dirinya jua. Beberapa saat sepertinya ia bisa
berdiri sendiri, tapi tampaknya terjangan halilintar itu terlalu kuat untuknya sehingga
jatuhlah ia kembali. Seolah-olah dunia tak pernah mengizinkannya tuk dapat
bangkit kembali. Entah sampai kapan…..