Archive for November, 2006

Masih Tak Mengerti [Tentang Cinta]

Thursday, November 30th, 2006

To love is to give, not take and give

Dalam
kurun waktu belakangan ini, falsafah itu kerap menari lincah di benakku.
Belajar dari kisah seorang sufi wanita, Rabiah al Adawiyah, yang lahir pada
tahun 714 M di Basrah. Sungguh sebuah kisah yang begitu mengagumkan!
Saksikanlah, betapa seluruh desah nafas, detakan jantung, dan denyutan nadinya
hanyalah untuk RabbNya semata. Tak ia pedulikan seperti apa itu panorama surga
atau bagaimana mendidihnya api neraka, yang ia lakukan hanyalah beribadah
karena semata mencintai RabbNya. Kutipan syairnya yang terkenal adalah :

Aku cintai Engkau dengan dua cinta

Cinta

asmara

            
dan

cinta

memang Engkau selayaknya dicintai

Adapun cinta asmara, aku senantiasa
mengingat-Mu dan melupakan

selain Kau

Adapun cinta yang memang Engkau selayaknya
dicintai,

Kau telah membuka tabir diriku, sehingga aku
tahu siapa Engkau

Tiada pantas puji untukku dalam ini dan itu,

Tapi puji adalah untuk-Mu dalam segala-galanya

Pun
ketika ia sedang didera penyakit yang demikian berat, ia dapat dengan ikhlasnya
mengarungi semua itu. Tuturnya kurang lebih seperti ini, “Ketika engkau mencintai seseorang, gembirakah engkau apabila memperoleh
sesuatu darinya? Apakah engkau akan menolak sesuatu yang telah ia berikannya
padamu apapun itu? Sesungguhnya sakit yang sedang kuderita ini tak lain dan tak
bukan adalah cindera mata kasihNya padaku. Oleh sebab itu, sudah sepantasnyalah
aku menerima hal ini dengan senang hati dan penuh keikhlasan.”
Subhanallah!!!
Bilakah aku dapat mencinta laiknya?

            Moth800_1Cinta
adalah sebuah bahasa yang begitu universal. Jika falsafah di atas tadi
dikoneksikan secara vertikal, mengapa ia tak jua dapat ditransfer secara
horizontal? Dalam hal ini pada hubungan antar manusia tentunya atau dapat lebih
dispesifikasi lagi pada hubungan antar lawan jenis. Ada demikian banyak orang menawarkan sebuah
cinta pada lawan jenisnya, tapi sedikit dari mereka yang dapat menyadari
konsekuensi atasnya. Berangkat dari kisah Rabiah tadi, secara tak sadar timbul
sebuah standardisasi di keriuhan pemikiranku. Konsekuensi dari mencinta adalah
sebuah totalitas, dalam arti bersedia memberikan apapun jua untuk orang yang
kita cintai dengan tulus ikhlas tanpa berharap apapun darinya. Jikalau kemudian
berbagai asupan yang telah kita berikan kepada orang tersebut membuahkan hasil
yang positif, itu semata-mata hanyalah imbas dari pemahaman terhadap cinta itu
sendiri. Nothing to lose! Pada titik ini kemudian aku dibenturkan lagi dalam
sebuah kontemplasi mengenai cinta itu sendiri. Jika suatu saat nanti ada
seseorang yang menawarkan cintanya padaku, untuk melihat kesejatian cintanya,
maka aku akan menyaksikan apakah ia benar-benar dapat berbuat tulus kepadaku,
meskipun aku belum merespon tawarannya tersebut. Aku hanya ingin dicintai
sebagai diriku sendiri, bukan karena aku dengan gelarku atau dengan berbagai
alasan duniawi lainnya. Ah…lagi-lagi aku dibenturkan pada satu kenyataan bahwa
dibutuhkan suatu kepekaan yang tinggi dalam menilai ketulusan itu sendiri.
Apakah suatu ketulusan yang diberikan oleh seseorang pada lawan jenisnya selalu
memiliki tendensi tertentu ataukah memang ia melakukannya dengan benar-benar
tulus? Sangat kompleks memang, tapi untuk mencegah hantaman berbagai prasangka,
menurutku untuk hal ini ada baiknya dilakukan suatu konfirmasi.

Seiring
berjalannya waktu, aku melakukan reevaluasi terhadap semua pemikiran itu.
Apakah semua orang di dunia ini dapat mencapai taraf cinta seperti Rabiah dapat
mencintai RabbNya dan sanggup mencintai orang lain yang dicintainya secara
total tanpa berharap apa-apa? Di sinilah keMahaAdilan ALLAH pada manusia lagi-lagi
ditunjukkan. Dia sungguh memahami sisi psikologi manusia sebagai makhluk
ciptaanNya. Sejatinya, secara fitrah seorang manusia itu akan lebih termotivasi
untuk meLake3lakukan sesuatu apabila ia telah mengetahui manfaat apa yang dapat ia
peroleh dari melakukan suatu tindakan. Mengapa pada bulan Ramadhan umat Islam
begitu berbondong-bondongnya memakmurkan mesjid, tilawah, qiyamul lail, dan
berbagai ibadah lainnya? Karena untaian janji-janji ALLAH mengenai tabungan
pahala di akhirat kelak telah demikian menyerabut pada tiap diri seorang
Muslim. Bahkan, untuk orang yang tidak melakukannya pun mengerti bahwa begitu
balasannya. ALLAH Maha Rahim, Ia telah menjadikan surga dan neraka di akhirat
sebagai sarana reward dan punishment manusia atas apa yang teleah
diperbuatnya di dunia. ALLAH begitu memahami, bahwa tak semua orang di dunia
ini dapat mencapai taraf cinta yang demikian tinggi seperti Rasulullah SAW
ataupun Rabiah al Adawiyah. Beribadah kepadaNya bukan karena menginginkan
surgaNya atau takut akan nerakaNya, melainkan hanya karena sebuah kata yaitu
Cinta.

Jika
demikian,Icingflower3841_6 mungkin dapat ditarik suatu analogi bahwa cinta tak selamanya harus
selalu memberi. To love is to take and
give
. Laksana reaksi-reaksi kimia yang berlangsung di semesta, suatu
kesetimbangan tidak akan pernah terjadi apabila tiada panah bolak-balik yang
menyimbolkan pemberian energi yang sama dari kedua belah sisi. Demikian pula
dengan cinta dalam hubungan dua anak manusia. Agar tetap terjaga
keselarasannya, maka dibutuhkan luapan energi yang sama kuat dari kedua belah
pihak. Bila ada salah satu pihak yang terus saja memberi tanpa diberi, maka
akan ada satu titik di mana ia akan dapat kehilangan energi yang dimiliki.
Konklusinya adalah, kesetimbangan itu sendiri tak dapat tercapai.

Hmmm…semua
terlalu kompleks! Aku masih harus terus belajar dan mencari suatu formula yang
tepat untuk itu. Mungkin kelak, dalam ayunan langkah di tengah kejaran waktu
yang mengganas, aku akan dapat lebih mengerti lagi tentang sebuah eksotika
bernama cinta. Yang jelas cinta bukanlah sekedar semiotika atau romantika.
Cinta sejati adalah cinta yang dapat menerbangkan orang-orang yang bertarung di
dalamnya untuk bertemu dengan Sang Pencipta Cinta. Wallahu’alam bishshawab.

 

PS: duh ini postingan di blog FS susyeh begini yak…lay outnya jelek pisan euy…:( kalo mau liat lebih enak, sok atuh kunjungin Manusia Dhaif ;)

Ngelamun

Tuesday, November 28th, 2006

Entah
apa yang sedang berlalu lalang di pikiranku hari ini. Mungkinkah kesedihan
akibat ‘legenda pribadi’ yang belum dapat kuraih sekarang ini telah benar-benar
merasuk ke dalam alam bawah sadarku. Sepanjang perjalanan, sulit sekali rasanya
untuk dapat fokus.

Pergi
ke kampus dengan beberapa tujuan : mengambil DVD prosesi sumpah Drg, pesanan
barang seseorang, dan chargeran
mikromotor [alat pemutar bur] yang dipinjam seorang teman [honestly, aku kecewa
dengan cara pengembalianmu Say…], dan silaturrahim dengan Pak Djumali, salah
seorang karyawan lab di bagian Prostodontia yang dulu sering kuminta bantuannya
[thanks for someone who has reminded me about him!].

Dari
kampus, mampir dulu sebentar di Stasiun Gambir untuk suatu keperluan. The next
destination is Home Sweet Home!!!Dari Gambir naik taksi bareng teman dengan
tujuan Cidodol. Aku sendiri hanya akan ikut sampai Jatibaru. Tak lupa,
berhubung ‘kantong doraemon’ku sudah demikian penuh, tas kecil yang berisi chargeran mikromotor kujinjing erat. Karena
tanpa benda yang satu ini, bisa-bisa mikromotor seharga 4,5 juta yang dibelikan
dengan susah payah oleh papaku, tiada akan dapat berfungsi.

            Turun
di Jatibaru, tujuan berikutnya adalah pangkalan bemo. Bawaan orang melankolis,
dari jarak jauh aku sudah siapkan ongkos untuk naik bemo. Berhubung tak ada
recehan, kusiapkan selembar uang lima ribuan yang kugenggam di tangan. Tiba di pangkalan bemo, tidak ada satu pun
bemo yang sudah berpenumpang. Alamat menunggu lama nih pikirku, tapi daripada
naik ojek yang pangkalannya yang tidak jauh dari pangkalan bemo tersebut, tak
apa deh menanti sebentar. Toh, aku sudah tidak ada kegiatan lagi setelah ini.
Begitu mengambil tempat di bemo tersebut, barulah aku tersadar. Uang lima ribuan yang tadi aku
genggam sudah tidak ada lagi di tanganku! Kucoba merogoh kantong rokku hasilnya
juga nihil. Hhh…pasti secara tak sadar aku telah menjatuhkan uang tersebut di
perjalanan dari Jatibaru menuju pangkalan bemo di Gang Harland.

            Sepuluh
menit berlalu…tiada satu orang penumpang pun yang menaiki bemo tersebut sampai
akhirnya aku sempat hampir ketiduran di bemo itu. Dua puluh menit berlalu…bemo
itu masih kosong juga. Akhirnya kubulatkan tekadku tuk turun dari bemo itu dan
naik ojek. Setelah tawar menawar yang tak begitu lama akhirnya abang ojek tersebut
setuju mengantarkanku ke rumah dengan tarif tiga ribu rupiah. Tiba di rumah,
Rabbana!!!mana tas kecil jinjinganku yang berisi chargeran mikromotorku???Tas kecil yang kugenggam demikian erat
sepanjang perjalanan tadi. Ada di mana ia? Tertinggal di dalam taksikah? Serta merta kutelepon temanku yang
tadi bersamaku naik taksi. Namun, ia bilang ia tidak tahu menahu soal itu
karena ia pun sudah turun dari taksinya. Ya ALLAH…semuanya makin berkecamuk,
kilasan-kilasan itu dengan cepat bergantian memenuhi kepalaku, cara
pengembalian tas itu oleh temanku yang kurang mengenakkan, ekspresi kemarahan papaku apabila ia mengetahui benda yang dibelinya dengan susah payah itu hilang
begitu saja, ‘legenda pribadi’ku, dan lain-lain, ahhh. Aku harus bertindak
cepat!Aku tidak boleh berdiam diri!Aku harus berusaha terlebih dahulu!

Pergi
ke pangkalan ojek dekat rumahku, aku minta untuk diantarkan ke pangkalan bemo
di Gang Harland. Begitu tiba di pangkalan bemo, betapa terkejutnya diriku
mendapati bemo yang semula kunaiki sudah tak ada lagi. Aku pun bertanya pada
supir-supir bemo yang ada di situ apakah mereka melihat tas kecil berwarna
oranye di bemo yang sudah jalan tadi atau mungkin terjatuh di jalan?
Alhamdulillah wa Syukurillah, ALLAH masih memberikan nashrNya padaku, salah
seorang supir itu kemudian bertanya kepadaku, “tas yang ada tali-talinya itu bukan mba?” “Iya!betul banget Pak, Bapak liat gak?” Kemudian dia merogoh saku
celananya dan tersembullah tas kecil berwarna oranye kepunyaanku. Alhamdulillah
ya ALLAH, barang tersebut tidak jadi hilang.

Mungkin
ini adalah peringatan ALLAH padaku untuk tak terlalu larut dalam kesedihanku
karena ‘legenda pribadi’ yang belum datang saat ini. Thank You ALLAH, I have
You to always encourage my life…”Maka
nikmat TuhanMu manakah yang kau dustakan
???”

Meraih Legenda Pribadi

Monday, November 27th, 2006

Meregang

Bersimbah

Terkatung

Sine Qua Non!!!

 

Acapkali
pertanyaan-pertanyaan senada itu dilontarkan kepadaku, ada keresahan yang
menelisik cerdik di balik relung kalbu nan gelisah. Adakah manusia yang dapat
mengelak dari skenario yang telah ALLAH tentukan kepadanya? Adakah jiwa yang
tiada merasakan kecewa ketika semua yang telah direncanakan dan diikhtiarkannya
ternyata tiada sejalan dengan kehendak ALLAH? Pasti pada awalnya rasa kecewa
itu kan menerpa hingga pada suatu titik di mana ia harus dapat menyadari bahwa sejatinya
manusia hanya dapat berdoa dan berikhtiar, selebihnya ALLAH jualah yang menentukan [adakah yang memiliki
pendapat yang berbeda?].

Bukan
kali ini saja aku mengalami suatu kegagalan dalam fase perjalanan hidup yang
kujalani. Namun, jika boleh diberikan peringkat, maka kegagalanku kali ini akan
mendapat peringkat pertama. Why???Karena kegagalan yang kualami kali ini
memiliki implikasi yang cukup besar terhadap realisasi target-target yang telah
aku rencanakan. Bukan masalah obsesi atau ambisi, tapi aku hanya ingin menjadi
berarti. Berarti di hadapan ALLAH, berarti di hadapan kedua orang tuaku, dan
berarti bagi banyak orang. Usiaku kian merangsek mendekati angka 23, tapi
capaian apa yang telah aku raih??? Sungguh malu diri ini dengan kestatisan yang
ada. Lihatlah sosok Imam Syafi’i yang di usia 9 tahun telah dapat mengafalkan
Al-Qur’an demikian lancar. Di usia 10 tahun seluruh kitab Al-Muwatta karya Imam
Maliki yang berisi 1720 hadits juga telah dihafalnya dan ketika usianya
mencapai 15 tahun ia telah menjadi seorang mufti di Mekkah. Atau simaklah Ibnu
Sina yang di usia 10 tahun juga telah menguasai Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan
dasar lain dan ketika mencapai usia 17 tahun ia telah berhasil menyembuhkan Nuh
bin Mansur, seorang raja dari Bukhara. Aku pun ingin seperti mereka. Sungguh… Mungkin
sebagian orang mengatakan bahwa impianku terlalu tinggi, tapi menurutku mimpi
adalah suatu kebebasan jadi bermimpilah sebebas-bebasnya. Fokuslah pada mimpi
yang menjadi ‘legenda pribadi’mu hingga mimpi itu dapat masuk ke alam bawah
sadarmu dan semesta kan membantu tuk wujudkan semuanya.

But,
besides of all, meski ‘legenda pribadi’ ku belum dapat kuraih sekarang, aku
harus dapat mengambil hikmah dari semua ini. Hakikat hidup hanyalah untuk
beribadah kepadaNya dan jadikanlah tiap desah nafas yang diberikanNya menjadi
bernilai ibadah di hadapanNya. Sebagai manusia, sudah seharusnya kita harus
dapat menjadikan apapun yang kita alami dalam hidup sebagai sebuah
pembelajaran. Entah itu sebuah kesuksesan ataupun kegagalan. Mungkin jika ‘legenda
pribadi’ itu datang sekarang, aku tidak akan dapat mengenal dan bertemu dengan
orang-orang hebat yang memberikanku banyak sekali pelajaran kehidupan. Mungkin
jika legenda pribadi itu datang sekarang, aku belum dapat mengenyam ilmu secara
cuma-cuma dari para ahli. Dan mungkin jika legenda pribadi itu datang sekarang,
aku tidak dapat beraktualisasi seperti saat ini.

Alhamdulillah,
mengutip teori Helmholtz di abad 19, ALLAH memberikanku waktu untuk dapat
berinkubasi setelah mengalami fase saturasi. Pada fase ini aku diharuskan untuk
mengerami semua ide-ide yang ada di dalam pikiranku agar kemudian nantinya
muncul suatu iluminasi atau pencerahan. Siapa yang akan pernah tahu bahwa
nantinya ‘legenda pribadi’ ku ini mungkin akan berubah seiring masa inkubasi
yang sedang ku jalani. Jika waktu yang diberikanNya padaku masih cukup panjang,
Insya ALLAH aku kan dengan sekuat tenaga harus dapat meraih ‘legenda pribadi’ku. Tidak ada yang
tidak mungkin di dunia ini dan pasti akan selalu ada jalan ke mana pun. Jika
kita memiliki keinginan berarti kita memiliki kekayaan, jadi hampir tiada
alasan untuk mengatakan sesuatu itu mustahil. Hari ini tidak ada tempat untuk
berdiri, sikap lamban berarti mati, siapa bergerak merekalah yang terdepan, yang
menunggu pasti kan
tergilas. Setiap tetes peluh dan darah tak akan sirna ditelan masa. Segores
luka di jalan ALLAH kan
menjadi saksi pengorbanan. Semoga.

 

*Legenda Pribadi : Frasa yang diambil
dari Novel ‘The Alchemist’ karya Paulo Coelho

This Night

Monday, November 27th, 2006

19.35 WIB

Mama :“De, gimana kabar temennya yang tempo hari suka telepon itu? Koq udah gak kedengeran lagi kabarnya?

RoSa : “Gak
tau Ma, aku udah coba hubungi dia, diSMS, kirim message, tapi gak
dibales-bales. Terakhir nelepon udah lumayan lama juga dia. Mungkin
lagi sibuk banget kali yah
?”

19.58 WIB

“You Are Me I Am You”nya Dave Koz melantun lirih

tulisan “Call” tanpa nomor muncul di layar HPku

RoSa : “Halo, Assalamu’alaikum”

Suara : “Wa’alaikumsalam”

RoSa : “Ah ini pasti seseorang yang punya dua suku kata nama berawalan huruf yang sama!!! Apa kabar???………..”

Suara : “……………………………”

 

Dan
pembicaraan dengan seseorang yang ditanyakan barusan saja oleh Mama itu
pun berlanjut hanya dalam tempo singkat tak seperti biasanya.

It’s just a coincidence or Mom’s feeling must be true ???

My Personality [PR dari mimi Mika]

Wednesday, November 22nd, 2006

Haduhhh…..hari
gini dapet PR dari Mimi Mika!!!…Tapi lumayan deh buat ngilangin kestresan hari
ini [thanx ya Mi!]. Katanya siiih Mimi Mika mau kenal lebih dekat dan detail
lagi tentang seorang RoSa…hehehe. Daripada
disetrap sama ibu guru gara-gara gak ngerjain PR mendingan dikerjain buru-buru
deh :D. Ini juga buat seorang teman yang dari dulu penasaran sama isi tas
mungilnyan RoSa ;)

 

Isi Tasnya RoSaImg_0081_1

Mulai dari jaman kuliah sampe sekarang, RoSa tuh jarang bawa tas ukuran gede, kecuali kalo mau acara nginep-nginep. Tapi
biar tasnya kecil model gini, banyak banget barang yang bisa muat di dalemnya,
sampe-sampe temen-temen di kampus kampus dulu nyebutnya ‘Si Kantong Doraemon’

 

1. Dompet [Hitam] :

Actually sih RoSa sukanya warna ijooo
[kayak warna template blog ini nih], tapi berhubung pas mau beli dompet itu gak
ada warna ijo yang polos [gileee, adanya yang pake boneka-boneka gitu bo’!:D],
jadinya milih warna yang netral dan terlihat ‘dewasa’ gitu, hehehe.

Isinya :

· Sedikit duit kertas, banyak duit logaman [memberikan
kesan tebal padahal ngga sama sekali :p]

· Fotonya RoSa, mulai dari jaman SD sampe yang
terbaru

· KTP

· Kartu Tanda Mahasiswa [KTM] UI [berhubung masih
valid sampe 2009, jadi masih bisa ngaku jadi mahasiswa n berharap dapet potongan-potongan
harga gitu deh :D ]

· Kartu pasien RSGM UI

· ATM

· Kartu kredit

· Kartu nama beberapa orang ‘penting’

· 2 kupon diskon masuk DUFAN valid until 31 Des 06
[masih belum tau nih mau ajak siapa :D]

· Pondstan [Siap sedia bila sewaktu-waktu
dismenorrhoe menyerang :D ]

· 1 buah gigi seri atas [yang ini dulunya pas
mahasiswa buat bahan praktikum, tapi sampe sekarang males dikeluarin dari
dompet, mencerminkan drg banget gak sihhh???:p]

 

2. Qur’an kecil dan Al’Matsurat :

Kalo yang ini sih emang enak dibaca dan perlu =)

 

3. Bawahan Mukena :

Yang ini wajib banget buat dibawa biar gampang kalo mau sholat di
mana-mana. Berhubung udah pake jilbab, jadi tinggal pake bawahannya aja deh ;)

 

4. Agenda :

Ini lagi benda wajib yang selalu ada di tas RoSa, meski tasnya
ganti-ganti. Rasanya ada yang kurang aja kalo gak bawa agenda ke mana-mana

 

5. Pulpen Standard B Gel 0,7

Ini pulpen paling compatible buat banyak occasion, gak maksud promosi
loh!:p Cuma emang dari dulu sampe sekarang ini pulpen paling nyaman buat dipake
nyatet-nyatet apalagi buat tanda tangan

 

6. Notes :

Nah, benda yang satu ini bermanfaat banget buat bikin coret-coretan di
klinik kalo pas gak ada pasien :D

 

7. Flash Disk :

Ini kumpulan bahan-bahan kuliah, artikel-artikel orthodonti, foto-foto RoSa, n ada lagu-lagunya juga [maklum memorynya 1 GB :p]

 

8. Payung :

Berhubung sekarang katanya udah mau masuk musim ujan, jadi lebih baik
sedia payung sebelum hujan toh??? ;)

 

9. Kunci rumah :

Berhubung di rumah gak ada orang, jadi semua penghuni rumah udah pegang
masing-masing kunci supaya gampang.

 

10. Kaca kecil :

Ini penting banget buat tau kondisi rongga mulut terutama kalo habis
makan, berhubung RoSa pake behel kan gak lucu aja kalo abis makan gitu ada yang nyelip-nyelip, hihihi

 

11. Toothpicks aka Tusuk gigi :

Wah, ini dia satu lagi must havenya pengguna behel! Kerjanya saling
mendukung dengan kaca kecil yang udah disebutin di atas, buat ngebersihin
sisa-sisa makanan yang [mungkin] nyelip di bagian depan gigi. Tapiiiii, yang
perlu diperhatiin di sini make tusuk giginya cuma sebatas di bagian dalam kawatnya
aja, jadi gak sampe ngenain gusinya karena bisa buruk banget dampaknya buat
kesehatan gigi dan gusi

 

12. Lipgloss :

Jarang banget sih sebenernya pake lipgloss ini, kalo emang bibir udah
bener-bener ‘kering kerontang’ aja baru dipake.

 

Segitu
aja deh kayaknya isi tas RoSa yang meski mini
tapi berisi lumayan banyak… So, who can guess my personality anyway???  =)

Oral Health is A Key hrough Body Health

Monday, November 20th, 2006

Rupanya
ungkapan “Oral health is a key through
body health
” adalah benar adanya. Hanya dengan melihat kondisi rongga mulut
ternyata kita dapat mengetahui kondisi kesehatan tubuh kita secara holistik dan
komprehensif. Telah banyak dibuktikan bahwa kondisi mulut dapat mengungkapkan
gejala-gejala awal penyakit mulai dari yang ringan hingga berbahaya. Berikut
beberapa gambaran yang ada di rongga mulut yang dapat dijadikan referensi
terhadap gejala suatu penyakit.

 

· Diabetes
Mellitus [Kencing Manis]

Ciri
utama manifestasi penyakit Diabetes Mellitus [DM] di rongga mulut adalah adanya
peradangan gusi yang berlebihan. Penderita DM yang tidak terkontrol pada
umumnya mudah mengalami luka atau perdarahan pada saat menyikat gigi atau
sedang menggunakan benang gigi. Hal ini disebabkan karena pada penderita DM
ditemukan pembengkakan lapisan epitel dari pembuluh darah gusi yang dapat
menghalangi difusi oksigen. Selain itu, juga terjadi perubahan flora normal
dari plak gigi yaitu berupa peningkatan jumlah bakteri-bakteri patogen yang
menyebabkan terjadinya penyakit gusi [gingivitis
/ periodontitis
]. Penurunan fungsi dari salah satu sel darah putih [Poly Morpho Nuclear cell / PMN] yang
terjadi pada penderita DM juga diperkirakan dapat memperparah penyakit gusi
yang ada.

Selain
penyakit gusi, DM juga menyebabkan bau mulut [acetone breath], penurunan produksi liur [xerostomia] sehingga mulut menjadi kering, pembesaran kelenjar liur
[sialosis], dan adanya pertumbuhan
jamur di rongga mulut [Candidiasis].

 

· Anemia

Manifestasi
anemia pada rongga mulut sebetulnya tergantung pada jenis dari anemia itu
sendiri. Namun, gejala umum yang paling sering ditemukan di rongga mulut pada
penderita anemia adalah perubahan warna gusi dan jaringan lunak sekitar mulut yang
menjadi lebih pucat hingga kekuningan. Perdarahan pada gusi hingga rasa
terbakar pada lidah adalah gejala lain dari anemia pada rongga mulut.

 

· Leukimia
[Kanker Darah]

Penderita
penyakit leukimia memiliki ciri yang sangat khas di rongga mulut yaitu berupa
peradangan dan perdarahan gusi yang menyeluruh [gingivitis generalized]. Gusi penderita biasanya terlihat bengkak
dan lembek karena adanya infiltrasi dari sel darah putih [leukosit] yang
berlebihan.

 

· Osteoporosis

Osteoporosis
lebih sering ditemukan pada wanita terutama yang telah memasuki periode
menopouse. Hal ini diduga memiliki kaitan dengan penurunan kadar hormon
estrogen dalam tubuh. Pada kondisi osteoporosis, maka kepadatan tulang akan
mengalami penurunan. Hal ini berimplikasi pada jaringan penyangga gigi yang
sejatinya juga berupa tulang. Oleh karena itu, dapat dideduksi suatu kesimpulan
bahwa osteoporosis dan gigi yang tanggal memiliki hubungan yang erat.

 

· Penyakit
Jantung

Penyakit
jantung seringkali disebabkan oleh bakteri yang berasal dari infeksi yang
terjadi di tempat lain. Dalam hal ini yang paling sering menyebabkan penyakit
jantung adalah infeksi yang berasal dari gigi. Hal ini diperkirakan terjadi
karena bakteri yang ditemukan pada penyakit jantung sama dengan bakteri yang
ada pada infeksi pada gigi. Infeksi pada gigi ini dapat berupa lubang pada gigi
yang tidak dirawat, karang gigi yang menumpuk, dan sisa akar gigi yang tidak
dicabut. Jadi, tanpa bermaksud menakut-nakuti, sebaiknya jangan biarkan
kondisi-kondisi tersebut ada dalam rongga mulut Anda jika tidak ingin menabur
benih penyakit jantung di kemudian hari.

 

· Kelahiran
Prematur

Penelitian membuktikan, wanita yang mengalami peradangan gusi selama masa
kehamilan, tujuh kali lebih berisiko mengalami kelahiran prematur. Tak hanya
prematur, bayi yang dilahirkan juga umumnya lebih kecil dari rata-rata. Ini disebabkan ketika seseorang
mengalami gangguan mulut, peradangan yang terjadi akan menyebabkan beberapa zat
tertentu dilepaskan ke aliran darah sehingga bisa mempengaruhi berat tubuh bayi
dan proses persalinan. Studi lain menyebutkan, membersihkan karang gigi secara
teratur bisa mengurangi resiko persalinan prematur.

 

 

· Herpes
Zoster

Anda
sudah pernah mendapatkan penyakit cacar seumur hidup? Banyak berita yang
berkembang di masyarakat bahwa jika telah terkena penyakit cacar, maka akan
terbentuk kekebalan sehingga di masa mendatang tidak akan terjadi lagi. Hal
yang perlu diluruskan di sini adalah cacar itu disebabkan oleh virus Varicella
Zoster. Ketika penyakit cacar itu telah sembuh, maka sebetulnya virus tersebut
tidak hilang dari dalam tubuh melainkan ia akan bersifat laten di dalam
jaringan syaraf. Bila terdapat faktor-faktor yang dapat memicu seperti stres,
kelelahan, radiasi, dan kecanduan alkohol, maka virus tersebut dapat kembali
menyerang tubuh [rekuren]. Penyakit ini disebut sebagai penyakit Herpes Zoster.
 Namun, jangan lantas menjadi khawatir
karena terjadinya suatu rekurensi ini tidak mudah, tapi jika telah terjadi
suatu rekurensi maka akan sangat mudah untuk mengalami rekurensi kembali.

Adapun
gejala yang ditimbulkan oleh Herpes Zoster ini adalah demam, keletihan,
gangguan pencernaan, rasa baal, sakit, dan panas yang terus menerus di sisi
syaraf yang terkena. Kemudian terjadi juga bisul-bisul kecil di sekitar mulut
dan dagu yang akan menjadi bernanah, mengering, dan terkelupas dalam waktu 1-3
minggu.

 

· AIDS

AIDS
adalah sekumpulan gejala defisiensi sistem imun yang disebabkan oleh HIV [Human
Immunodeficiency Virus]. Infeksi HIV akut terjadi pada 3 hingga 6 minggu
setelah kontak pertama dengan HIV. Pada tahap awal, infeksi HIV sulit dikenali
karena gejala tidak spesifik dan mirip dengan gejala penyakit flu. Gejala ini
akan hilang dengan sendirinya setelah 2-3 minggu. Menurut sistem klasifikasi
dari CD [Centers of Disease Control] tahun 1993 gejala AIDS ini dibagi menjadi
empat stadium.

Stadium
pertama disebut sebagai Stadium Serokonversi. Stadium ini timbul 2-6 minggu
setelah terinfeksi dengan gejala berupa demam, berkeringat, lemas, sakit
tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, dan sering juga ada mual serta diare.

Stadium
selanjutnya adalah Stadium Awal. Stadium ini terjadi selama 5 tahun dan
biasanya penderita tidak mengalami gejala apapun sehingga masih dapat
beraktivitas dengan normal.

Stadium
berikutnya adalah Stadium Menengah. Pada stadium ini biasanya penderita mulai
mengalami penurunan berat badan kurang dari 10%, terjadi infeksi pada kulit [dermatitis], infeksi saluran pernafasan
atas yang berulang [sinusitis], dan
timbul berbagai macam gejala di rongga mulut seperti adanya luka di sudut mulut
[cheilitis angularis], radang gusi [gingivitis], dan sariawan yang berulang.

Kemudian
pada stadium yang paling parah adalah Stadium Lanjut. Stadium yang terjadi
setelah 10 tahun terinfeksi ini amat bervariasi mulai dari penurunan berat
badan lebih dari 10%, diare tanpa sebab yang tidak jelas lebih dari satu bulan,
kelainan berat pada paru, infeksi virus herpes simpleks, Sarkoma Kaposi, dan
kelainan di rongga mulut berupa infeksi jamur Candida [Candidiasis], bercak putih [Hairy
Leukoplakia
], dan pembesaran kelenjar liur.

 

Setelah
mencermati sedikit paparan di atas semoga kita semua dapat lebih mencermati
kondisi gigi dan mulut dengan lebih baik lagi. Dengan demikian, adanya
kemungkinan-kemungkinan penyakit di atas dapat diantisipasi terlebih dahulu.

 

Maraji’ :

·         Burket’s
Oral Medicine Diagnosis and Tr
eatment. 9th Ed. J.B.
Philadelphia: Lippincott Company. 1994.

· Langlais, Miller. Atlas Berwarna Kelainan Rongga Mulut yang Lazim. Jakarta :
Hipokrates. 2000.

· Sonis,
Fazio, Fang. Principles and Practice of
Oral Medicine
, 2nd Ed. Philadelphia: WB Saunders Co. 1995.

Epilog Mimpi

Sunday, November 19th, 2006

 

dua delapan

nihil melebur dalam gemar angka

beradu cakap dalam tandang berpeluh

dare desu ka?

baru saja tinggalkan Colloseum ke
bilik redam

tiba-tiba sang Buana memanggil

“HEI! Jangan henti! Jangan
lalu!Jangan serah!”

terhentak

 

dua sembilan

masih berhenti di kenihilan

sambangi panorama duga meraja

al-Haq tak sekedar menikung dalam
haribaan

dihempaskan Duke of Wellington di
Waterloo

Betsy dan Boney diharuskan bersama
di the Briars

adakah layak secerah bintang yang
disaksikan di malam hari?

gulirkan syair-syair kesejatian
yang dilalui

dulunya

tebarkan indahNya dari bait-bait
propaganda

gusar dalam ramai

percantik tiap detik bak Rapunzel
sisiri rambutnya

atau si Putri Salju gemar berkaca

tekad begitu kukuh merengkuh

itulah

mulanya menyulam kain-kain perca

berhenti sampai di sini

 

bergurau

tiga kosong

sembilan belas

lima

belas

satu dua satu tiga puluh

satu kosong

kosong kosong

kosong kosong

kosong tujuh

masih

lima

sembilan belas kosong tiga

metropolitan dalam jenak

terlalu bising

bahkan sulit tuk cermat terujar

berhenti lagi sampai di sini

semuanya berserakan di mana-mana

pada doa

pada sujud-sujud panjang

pada mimpi

pada kaca-kaca yang berwarna

hingga kinokuniya

 

satu empat middle of nowhere

matahari rindu kembali ke peraduan
dalam kelambu

sucinya basuhan wudhu pancarkan
kecemerlangan

kasutnya mendadak merajuk

tapi lalu serentak resonansi setara

menggelar karpet merah

mengulurkan tangan tanda santun

tapi

……

mengapa roda-roda itu menjadi
niscaya?
demikian larut

demikian berbianglala

demikian kencang

hingga hampir terbang meski tanpa
sayap

keresahan tuju kulminasi di titik
nol

tiba-tiba

………

tentang Cinta

Tuesday, November 14th, 2006

Bila ada yang bertanya padamu
mengenai cinta

Maka jawablah

Cinta itu sungguh indah

Ajaklah ia menyaksikan mentari pagi
yang menyingsingkan sang fajar

Tunjukkan padanya sekuntum mawar
yang sedang mekar merekah

Tuntunlah tangannya di bawah sejuknya
halimun

Ajaklah ia mendengar riang kicau
burung pagi

Berikan ia kesetiaan sepasang
merpati

…itulah ia akan mengerti indahnya
cinta

 

Bila ada yang bertanya padamu
mengenai cinta

Maka jawablah

Cinta itu sungguh menipu

Suruh ia mengambil air di oase fatamorgana

Tanyakan padanya apatah rembulan
malam memberikan sinar

Tanyakan padanya di manakah batas
langit

Mintalah tuk tunjukkan hijaunya
gunung dan birunya langit

…itulah ia akan mengerti menipunya
cinta

 

Bila ada yang bertanya padamu
mengenai cinta

Maka jawablah

Cinta itu tak buta…namun senantiasa
melihat dan merasa

Cinta itu tak mendengar…namun
senantiasa bergetar

Cinta itu tak memaksa…namun
senantiasa berusaha

Cinta itu tak menyiksa…namun
senantiasa menguji

Cinta itu tak cantik…namun
senantiasa menarik

Cinta itu tak datang dengan kata
…namun senantiasa menghampiri dengan hati

Cinta itu tak terucap dengan
kata…namun senantiasa hadir dengan sinar mata

Cinta itu tak hanya
berjanji…namun senantiasa mencoba memenangi

Cinta itu mungkin tidak suci…namun
senantiasa tulus

Cinta itu tak hadir karena
permintaan…namun hadir karena ketentuan

Cinta itu tak hadir dengan
kekayaan ataupun gelar…

namun hadir karena pengorbanan dan
kesetiaan…

 

Bila ada yang bertanya padamu
mengenai cinta

Maka jawablah

Cinta itu ada pada seorang ibu

Cinta itu ada pada sepasang merpati

Cinta itu ada pada ukhuwah

Dan

Cinta terindah adalah cinta
karenaNya

Karena ALLAH semata…

Menyoal LNH

Sunday, November 12th, 2006

Terik
Jakarta akibat imbas El Nino akhir-akhir ini tak mereduksi niatnya untuk
berlatih bela diri karate di sekolahnya. Ia sangat bersemangat mengikuti
ekstrakurikuler yang baru diikutinya beberapa bulan tersebut. Sejurus dua jurus
masih sanggup ia lakukan, tetapi mendadak pandangannya menjadi kabur, dunia
seolah berputar di matanya hingga akhirnya ia jatuh terkulai di lapangan aspal.
Beberapa jam kemudian, ia sudah berada di ruangan ICU RS Kanker Dharmais
Jakarta. Apa pasal? Latihan karate yang mungkin menyebabkannya menjadi letih
ternyata telah memicu reaksi kanker kelenjar getah bening yang selama satu
setengah tahun ini telah memvonis dirinya.

Dia
tumbuh sebagai gadis berusia 14 tahun dengan perawakan yang sangat cantik.
Hampir seluruh keluargaku berpendapat bahwa dialah satu-satunya cucu yang
memiliki kemiripan yang paling mendekati nenekku. Ya…dialah adik sepupuku.
Sudah satu minggu ini ia terbaring lemah di RS Kanker Dharmais. Tim dokter
mendiagnosis bahwa kanker kelenjar getah bening yang diidapnya telah
bermetastease [menjalar] ke paru-parunya. Hal ini membuatnya mengalami gangguan
oksigenasi karena sel-sel kanker tersebut telah bereffusi [masuk] ke dalam
pleura [selaput luar yang membungkus bagian luar paru-paru].

Kanker
kelenjar getah bening atau dalam bahasa medis disebut sebagai Limfoma adalah sejenis kanker yang menyerang
sistem kekebalan tubuh dan tumbuh akibat mutasi sel limfosit [sel darah putih]
yang sebelumnya normal. Hal ini kemudian menyebabkan sel-sel tersebut menjadi
ganas. Seperti halnya limfosit normal, limfosit ganas dapat tumbuh pada
berbagai organ dalam tubuh termasuk kelenjar getah bening, limfe, sumsum tulang
darah, maupun organ lainnya. Menurut dr Djumhana Atmakusuma, SpPD, KHOM, pakar
onkologi medik FKUI/RSCM, limfoma adalah jenis kanker ketiga yang paling cepat
tumbuh setelah kanker kulit dan paru-paru. Jenis kanker ini merusak sistem
limfatik yang dalam keadaan normal menjadi komponen utama sistem kekebalan
tubuh melawan infeksi dan kanker. Masih menurut ahli hematologi itu, saat ini
sedikitnya terdapat 1.500.000 orang di dunia yang terkena limfoma. Dari jumlah
tersebut 300.000 di antaranya meninggal tiap tahunnya dan angka kejadiannya
meningkat sebesar 80 persen dari tahun 1973 hingga tahun 1990.

Berdasarkan
faktor resikonya kanker ini dibedakan antara Limfoma non-Hodgkin/LNH [yang paling sering ditemukan] dan limfoma
Hodgkin. Faktor resiko Limfoma non-Hodgkin
antara lain kelemahan sistem imun bawaan [sejak lahir], infeksi virus Epstein-Barr [EBV], Helicobacter pylori, virus herpes Kaposi Sarkoma, virus penyerang sel T tipe 1 [HTLV-1]. Sedangkan resiko
Hodgkin, antara lain penyakit kelemahan sistem imun dan autoimun, menyerang
usia menjelang dewasa dan di atas 65 tahun, infeksi EBV, pekerja di industri
perkayuan, serta umumnya menyerang penderita berstatus sosial menengah atas.
Etiologi [penyebab] dari penyakit tersebut sebetulnya belum diketahui secara
pasti, tetapi dapat dimungkinkan oleh faktor keturunan, kelainan sistem
kekebalan, infeksi virus atau bakteri dan toksin lingkungan, seperti herbisida,
bahan pengawet, dan pewarna kimia.

Gambaran
klinis pasien yang mengalami LNH biasanya didapati adanya benjolan yang kenyal,
tidak terasa nyeri, mudah digerakkan, dan tidak ada tanda-tanda radang.
Benjolan ini biasanya terdapat di leher, ketiak atau pangkal paha. Sedangkan
gejala umumnya berupa demam yang tidak diketahui penyebabnya, berat badan
menurun lebih dari 10 kg dalam enam bulan terakhir, atau keringat pada malam
hari. Jika mendapati, perlu dicurigai sebagai LNH. Namun demikian, mengenali
gejala saja tidak dapat menentukan LNH. Pemeriksaan histologi [jaringan],
analisis imunologik, dan analisis molekular dapat dilakukan untuk menegakkan
diagnosis limfoma. Selain itu, dengan hasil pemeriksaan histologis dapat
ditentukan derajat keganasan LNH. Derajat yang paling rendah adalah limfoma indolent [jinak], derajat selanjutnya
limfoma agresif, dan limfoma sangat agresif. Derajat limfoma juga dapat
ditentukan setelah pemeriksaan histologis. Berdasarkan sistem "staging" Ann Arbor, tingkat penyakit pasien dibedakan
atas: Stadium I jangkitan LNH pada satu daerah kelenjar getah bening; Stadium
II jangkitan mengenai dua daerah kelenjar getah bening pada sisi diafragma yang
sama; stadium III jangkitan pada daerah kelenjar getah bening pada kedua sisi
diafragma; dan stadium IV jangkitan difusa atau diseminata [menyeluruh] pada
satu atau lebih organ eksemfalitik.

Pengobatan
LNH, terdiri dari kemoterapi sitostatika, obat hormonal, dan biological respons modifiers. Kemoterapi
sitostatika yang sering digunakan adalah siklofosfamida, vinkristin,
deksorubisin, atau epirubisin. Obat hormonal yang umumnya digunakan adalah
kortikosteroid, seperti prednison, metil prednisolon, atau deksametason.
Interferon alfa sering digunakan sebagai biological
respons modifiers
. Selain itu, pengobatan juga dapat dilakukan dengan
radiasi. Pada pasien dengan stadium awal, misalnya di nasofaring atau di otak,
dapat dilakukan tindakan radiasi. Namun, jika terjadi penyumbatan, tindakan
bedah merupakan pilihan yang paling efektif. Pembedahan dapat dilakukan karena
adanya sumbatan di saluran cerna dan di vena cava superior. Alternatif lain
yang juga dapat dilakukan yakni dengan transplantasi sumsum tulang [TST].
Transplantasi ini dilakukan pada pemberian kemoterapi dosis tinggi. Tindakan
dilakukan dengan menyelamatkan sel induk darah ke dalam nitrogen cair bersuhu
minus 197 derajat. Setelah pengobatan kemoterapi selesai, sel induk darah
ditransplantasikan kembali. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan respons
pengobatan dan memanjangkan harapan hidup pasien. Harapan hidup rata-rata
pasien LNH indolent yang tidak
memberikan gejala dan tanpa pengobatan 4-6 tahun, sedangkan pada LNH indolent stadium I yang diberikan radiasi
50-60% dapat bertahan hidup 10 tahun. Pada pasien LNH agresif, bila tidak
dilakukan tindakan pengobatan akan meninggal dalam beberapa bulan dan LNH
sangat agresif yang tidak diobati akan meninggal dalam beberapa minggu. Namun
demikian, penggunaan kemoterapi memberikan respons pengobatan yang baik pada
50-85% pasien, separuh di antaranya bebas penyakit atau sembuh. Sebetulnya, sebagian
besar kanker jenis itu menyerang orang dewasa dengan angka tertinggi pada rentang
usia antara 45-60 tahun. Semakin tua usia seseorang, semakin tinggi risiko
terkena LNH.

Melihat
kasus yang menimpa adik sepupuku di usia yang masih muda, bisa jadi serangan
LNHnya sudah sedemikian besar dan mencerminkan suatu prognosis yang buruk.
Namun, semuanya bergantung pada kehendak ALLAH, karena Dia-lah yang Maha
Menghidupkan dan Maha Mematikan. Semoga sakit yang sedang dideritanya saat ini
merupakan bingkisan dari ALLAH sebagai penggugur segala dosanya dan seluruh
keluarga. Amin Ya Rabb…

—diolah
dari berbagai sumber—

 

 

 

Balada tuk Seorang Tuan

Thursday, November 9th, 2006

duhai Tuan

capaian apa lagi yang hendak kau
tuju?

kala hanya dapat saksikan indahnya
kilau mentari dari sepotong kotak

kau telah meraih cercahan sinarnya dengan

segenggam gumam

 

duhai Tuan

panorama apa lagi yang hendak kau
lihat?

saat kaki belum lagi injakkan Boven
Digul

kau bahkan tlah nikmati molek

Swarovsky di negerinya

 

duhai Tuan

ilmuNya yang mana lagi hendak kau
gali?
ketika dua suku nama ini sungguh tak berarti

satu namamu justru tergores sebagai

insan cendekia Muslim

 

duhai Tuan

adisi apa lagi yang hendak kau
raih?

waktu derap langkah masih tertatih dalam
tangan wanita besi

kau justru berdiri di podium

peroleh anugerah tertinggi

 

duhai Tuan

cakap mana lagi yang hendak kau
kuasai?

kala tenses pun belum lagi mendarah
daging

kau demikian lancar berucap

hingga seluruh dunia mengakuimu

 

duhai Tuan

petinggi mana lagi yang hendak kau
temui?
saat sesosok pujangga baru saja bersua

kau lebih dulu berjabat erat

dengan pemuka negeri

 

duhai Tuan

impian apa lagi yang belum kau
wujudkan?
tidakkah mata jeli dari bidadari-bidadari nan cantik

jernihnya aliran sungai-sungai madu

kilau emas bangunan-bangunan nan
megah lagi kokoh

di jannahNya tiada menggodamu???

capailah

gapailah

dakilah

usah acuh masa itu

momen-momen

yang kan menghempasmu dalam lara

yang hanya bangkitkan seluruh
amarahmu

yang sekedar habiskan energi
positifmu

yang kian mengikis
lembaran-lembaran otot perkasamu

 

dalam hening kutebarkan pinta

dalam haru kusisipkan harap

dalam malam kusanjungkan doa

tak banyak memang

tapi semoga berarti

agar dirimu selalu

dalam cinta dan ridhoNya…