Archive for December, 2006

Manifestasi Cinta

Saturday, December 30th, 2006

Usia
seorang Ibrahim boleh dibilang sudah tak lagi senja kala itu. Hingga mencapai
kurun sepuluh dasawarsa, dia belum juga dikaruniai seorang anak. Siti Sarah tak
kunjung dapat mengandung buah kasih mereka. Untuk itu, Ibrahim hanya dapat
berdoa “Ya Tuhanku, karuniailah aku seorang anak yang salih” (QS.Ash-Shaaffaat
: 100). Tak beberapa lama kemudian, ALLAH menyambut segala harap Ibrahim dengan
mengaruniakan seorang putra yang lantas diberi nama Ismail melalui seorang
hamba perempuannya bernama Hajar.

        selengkapnya di sini

sang Venus

Wednesday, December 20th, 2006

Melukis
di keheningan kilau seroja. Degupan yang kian mengangkasa dan menghamba diri
padaNya.

Ada

episode-episode yang kerap dianggap kelam dalam hidup dan semua alibi sejatinya
bermuara pada satu hal : proses pencarian sebuah jalan lurus. Senyap seketika.
Adakah satu jalan yang benar-benar lurus? Ketika satu jalan lurus pun merasa
jengah dengan stigma yang kepalang melekat padanya. Usut punya usut, ternyata
ada kalanya jalan yang dibilang lurus itu jenuh hingga melepuh. Apakah manusia
secara absolut dapat menyadari dirinya sedang berada di jalan yang lurus? Dan
apakah manusia sebetulnya tak menyadari kala dirinya sedang berada di jalan
berbelok atau menikung? Yang kemudian membuncah menjadi satu tanda tanya besar
adalah : untuk dapat melalui jalan lurus, yang kadang menyuratkan seuntai
eksklusifisme, apakah manusia harus melewati jalan berbelok atau menikung dulu?
Atau memang ada manusia yang sedari mula dapat mengklaim bahwa dirinya telah
memilih jalan yang lurus?

                Selengkapnya baca di sini

Pulang

Monday, December 18th, 2006

tahukah?
sebilah mawar tlah tertancap

dalam senyap

menyesakkan daur gelisah

 

tahukah?

tetesan air mata tak sanggup
dibendung

kala debit kerinduan membumbung ke
angkasa

dedaunan pun mengharu biru

 

tahukah?
ada jiwa yang kerap berteriak lantang

menuntut hak atas sebuah peleburan

angkasa merana

 

tahukah?
senja memapah meronta

memandang tiada wujud

terhenyak di pintu-pintu nada

 

tahukah?

iterasinya kian tak bersahabat

tak cukup hanya dengan semiotika

kacanya hampir retak

 

tahukah?
sejatinya segala protesis

tereliminasi sejak pengejawantahan sua

hipokrit melesat ke titik nol

 

tahukah?

persembahan sakura di bentangan
Ural

mengokohkan ‘azzam

yang dulunya berserak dalam malam

 

tahukah?

tak butuh hitungan masa

atau dasawarsa

detik tlah menjawab

gubuk mungil tersenyum

humairoh

 

*Kizuita no anata ga
konna ni mune no naka ni iru koto

Fenomena Paralel

Thursday, December 14th, 2006

 

Pernahkah Anda merasa sendirian layaknya tiada
seorang pun di dunia ini yang dapat menemani?

 

Pernahkah Anda merasa dijauhi bahkan oleh
orang-orang terdekat Anda?

 

Pernahkah Anda merasa disakiti oleh orang
yang Anda sayangi?

 

Pernahkah pula Anda merasa keletihan yang
luar biasa?

 

Pernahkah Anda merasakan sakit kepala secara
tiba-tiba?

 

Mungkin
pertanyaan-pertanyaan di atas adalah pertanyaan retorik yang hampir semua orang
tahu jawabannya. Mengapa? Karena hampir semua orang di dunia ini rasanya pernah
merasakan hal-hal tersebut di atas. Namun, pernahkah terlintas di benak kita
bahwa ketika hal-hal tersebut terjadi pada diri kita, pada waktu yang bersamaan
dapat pula terjadi pada orang lain? Inilah yang disebut dengan suatu fenomena
paralel. Pertanyaan ini mungkin bersifat egaliter dengan pertanyaan, adakah
kehidupan lain seperti di planet bumi yang kita huni ini di planet lain? Atau
mungkin di galaksi lain di luar galaksi Bimasakti? Tampaknya hal itu masih
terlalu jauh dari batas akal manusia. Pemikiran berikut ini hanyalah sekedar
goresan rasa atas repetisi fenomena-fenomena yang dialami.

            Selengkapnya baca di sini

Perawatan Orthodonti dalam Pandangan Islam

Sunday, December 10th, 2006

Islam merupakan sebuah ajaran yang sangat
memuliakan ilmu kesehatan dan kedokteran sebagai sarana untuk merawat kehidupan
dengan izin ALLAH. Ia bahkan memerintahkan kita sebagai fardhu ’ain untuk
mempelajarinya secara komprehensif agar dapat mengenali diri secara fisik dan
biologis sebagai media peningkatan iman dan memenuhi kebutuhan setiap individu
dalam menyelamatkan, memperbaiki, dan menjaga hidupnya. Selain itu, Islam juga
menetapkan fardhu kifayah dan menggalakan adanya ahli-ahli di bidang kedokteran
dan memandang kedokteran sebagai sebuah ilmu yang sangat mulia. Salah seorang
imam besar, Imam Syafi’i, berkata
demikian, ”Aku tidak tahu suatu ilmu
setelah masalah halal dan haram [fiqih] yang lebih mulia dari ilmu kedokteran
.”
Pun demikian adanya dengan suatu keahlian medis dalam hal merapikan gigi yang
dikenal dengan istilah Orthodonti [Orthodontics] adalah nikmat ALLAH kepada
umat manusia untuk mengembalikan kepada fitrah penciptaan yang paling indah
yang patut disyukuri dengan menggunakannya pada tempatnya dan tidak
disalahgunakan untuk memenuhi nafsu insani yang kurang bersyukur.

        selengkapnya di sini ….

ngeBlog…

Friday, December 8th, 2006

Rasanya
belum juga seminggu RoSa tak posting…tapi koq
udah pada curiga aja yah ada apa-apa dengan dirikuw…[huehehehe…kayak yang punya
banyak fans ajah :p]. Actually lagi gak segitu sibuknya nyiapin Kopdaran Dufan
koq [kan udah ada Mimi Mika n Mba Wiet :D]…cuma akhir-akhir ini begitu sampe
rumah udah ada kerjaan ‘baru’…hehehe…Bet don wori…Insya ALLAH dalam waktu dekat
akan ada postingan baru lagi. Meanwhile…lagi-lagi nih Miminya Cici Mika ngasih
RoSa PR [duh Mimi…Why me??? Why me??? Hehehe]…Tak apa…sembari nunggu postingan
berikutnya dipublish jadi kerjain PR heula deh…hehehehe

 

And here are the homework…di sini yah ;)

mirip siapa sih???

Tuesday, December 5th, 2006

Jadi inget pas main-main ke tempatnya M’Vina…ada
postingan lucu soal mirip-miripan wajah sama seleb gitu…terus jadi
penasaran pengen nyoba deh…and here’s the result …koq banyakan
mirip artis Mandarin, Jepang, n Korea yak??? :D

lengkapnya di sini yah…. ;)

For My Beloved Mom

Friday, December 1st, 2006

Adakah???

 

Serunai cemara
sambut kicau burung

Pupuskan rasa
letih atas sebuah penantian

Akan tanda kasih
dua orang manusia

Namun….

Ketika kicau
burung-burung itu

Makin ceria

Pucuk cemara
mulai mengering

Tak tampak
sayap-sayap indah

Bosankah mereka
pada sang cemara?

Adakah?

 

Ibu…

Habis waktumu
tuk merawatku

Kering bibirmu
lantunkan syair-syair doa untukku

Peluh tubuhmu
tuk membesarkanku

Adakah baktiku
tuk melayani hari tuamu?

Adakah remuk
tulangku tuk membahagiakanmu?

Adakah bait-bait
harapku pada Rabbul Izzati untukmu?

Adakah???

 

Cintanya Bunda

 

Mencintai adalah
memberi

Bukan memberi
dan menerima

Teringat pada
Rabiah al Adawiyah

Kisah cintanya
dengan Sang Pencipta Alam

Tiada harap
apaun

Selain
berkorban, berkorban, dan berkorban

Letih ku
dikandung tak dirasakannya

Lelah ku
dibesarkan tak dihiraukannya

 

Kala mentari dan
bintang menjadi Satu

Yang ada
hanyalah cahaya terang yang menerpa

Kala siang dan
malam menjadi tiada beda

Yang ada
hanyalah kerinduan yang menggelora

Pada buah hati

 

Subhanallah…

Bilakah Kau beri
rasa itu Rabb???

Kasih dan
cintanya Bunda pada diriku

Hanya padaMu
kulantunkan asa dan doa

Agar Engkau
berkenan tuk memberi

Bahagia dunia
dan akhirat

Pada sang Bunda
tercinta….

 

*special for the 52th my mom’s anniversary…Jazakillah
ya Ma…Maaf ade gak bisa kasih apa-apa buat Mam, semoga seutas doa dapat menjadi
pemberat segala amalanmu di akhirat kelak*

dan Desember pun Datang Lagi

Friday, December 1st, 2006

beriringan

menyambut guliran jengat rumput-rumput
jarum yang membasah

bermain lincah menggoda sang
olfaktorius

kalanya mentari serasa malu sua
hingga gereja kecil pun tak hendak menyanyi

dan Desember pun datang lagi

 

it’s magnificient seven!
sebuah pijakkan kecil di hamparanNya yang demikian luas

Rabbi…

Rinjani pun hanyalah satu titik
kecil dari langit

Lombok

apalagi insanMu???

pantaskah ada gumam semua kuasa ada
dalam genggamannya

tangan yang sejatinya sungguh rapuh

sungguh lemah

bahkan Roma yang kecil pun tak
sanggup dibangun dalam waktu satu malam

absurd!

pantaskah Fir’aun merasa mulia

bila semesta bertutur

gumpalan mani pembentuknya begitu
eksentrik

hanya yang mendapat izinNyalah yang
memenangkan pertarungan

pantaskah Hitler yang bermuka pucat
dan pesakitan di masa kecilnya

mengagungkan kredo dan
berpropaganda

bahwa dialah Tuhan

hanya karena Stauffenberg gagal
menjagalnya?

tapi kemudian butiran-butiran abses
dengan begitu mudah menggeroti tubuhnya

 

merangkak

lalu berdiri seolah tlah mencapai
kulminasi

kemudian jatuh sampai merana

tak hendak bangkit meski sakit

sampai semuanya kusut masai

sepi bahkan dalam ramai

dan Desember pun datang lagi

 

it’s magnificient seven!

serentak menghentak jarak

dalam ruang-ruang qona’ah

meski riuh tersamar berkelebat
mata-mata bening

nurani berucap santun

dan Desember pun datang lagi

 

menghamba

Rabbi…

jangan henti ajari memujiMu dalam
tiap debaran

dalam tiap getaran

dalam tiap kerlipan

tumbuhkan tanah-tanah tandus di
pahatan cinta

terbangkan pasir-pasir dengki
hingga tiada lagi tersisa ruang

karena dalam dada pecinta sejati

tak kan terkumpul dua massa

dan Desember pun datang lagi