Archive for January, 2007

Menyusun Legenda [Kembali]

Monday, January 22nd, 2007

Surya
baru saja hendak naik ke singgasananya. Menunggu di titik penantian akan debar
tak kuasa. Tak pelak ingin meruntuh ruam-ruam perjalanan lampau. Lewati fragmen
dengan sedikit jeda di perbatasan. Tiada gumam tersesali dalam kurun tersebut.
Baiklah, mungkin ada tandasan akan ketidakjujuran dalam pencapaian. Sebentar,
apakah nyata itu merupakan ketidakjujuran? atau terlalu naifkah mencari
kemurnian jalan untuk meraih suatu tujuan?

        selengkapnya di sini

Bleaching dalam Islam

Sunday, January 21st, 2007

            Adakah orang di dunia ini yang tiada ingin tampil cantik dan menarik
secara keseluruhan? Rasanya hampir semua orang memiliki keinginan
demikian. Tidak hanya kaum hawa, kaum adam pun kini berbondong-bondong
datang ke pusat-pusat perawatan tubuh untuk mendapatkan penampilan yang
optimal. Tak luput pula dari perhatian adalah masalah gigi dan mulut.
Memiliki gigi yang rapi dan putih berkilau bak mutiara tampaknya juga
merupakan keinginan banyak orang. Langkah pertama yang banyak dilakukan
orang untuk mempercantik gigi adalah dengan membuat gigi terlihat lebih
putih. Dr. Bruce A. Matis, seorang profesor yang membidangi penelitian
klinis di Departement of Restorative Dentistry, Indiana University,
mengatakan bahwa warna gigi merupakan variabel penting dalam senyum
yang menarik dan orang ingin giginya kelihatan lebih putih untuk
membuat mereka terlihat lebih muda dan lebih cantik dalam rangka
meningkatkan rasa percaya diri.

    Selengkapnya di sini

N A R S I S

Sunday, January 21st, 2007

Alkisah,
Narcissus adalah seorang muda yang setiap hari berlutut di dekat sebuah
danau untuk mengagumi keindahannya sendiri. Ia begitu terpesona oleh
dirinya hingga, suatu pagi, ia jatuh ke dalam danau itu dan tenggelam.
Di titik tempat jatuhnya itu, tumbuh sekuntum bunga yang dinamakan
narcissus. Setelah itu, dewi-dewi hutan muncul dan mendapati danau
tadi, yang semula berupa air segar, telah berubah menjadi danau airmata
yang asin.

 

"Mengapa engkau menangis?" tanya dewi-dewi itu.

 

"Aku menangisi Narcissus," jawab danau.

 

"Oh,
tak heranlah jika kau menagisi Narcissus," kata mereka, "sebab walau
kami selalu menari dia di hutan, hanya kau saja yang dapat mengagumi
keindahannya dari dekat."

 

"Tapi…indahkah Narcissus?" tanya danau.

 

"Siapa
yang lebih mengetahuinya daripada engkau?" dewi-dewi bertanya heran.
"Di dekatmulah ia tiap hari berlutut mengagumi dirinya!"

 

Danau terdiam beberapa saat. Akhirnya, ia berkata :

 

"Aku
menangisi Narcissus, tapi tak pernah kuperhatikan bahwa Narcissus itu
indah. Aku menangis karena, setiap ia berlutut di dekat tepianku, aku
bisa melihat, di kedalaman matanya, pantulan keindahanku sendiri."

 

[a story taken from "The Alchemist" by Paulo Coelho]

selengkapnya di sini

Why ???

Saturday, January 13th, 2007

110107 @08.23
WIB :

Kalo ngelepas R**** adalah hal yang bener
kenapa rasanya begitu sakit ya cha?

Kenapa dia harus menangis? dan kenapa gw
ngerasa sedih?

Apa gw udah ga waraz ya cha, ngelepasin
orang yang begitu gw sayang?
btw buku weine lu ada di gw,

Pinjem dulu yaa cha mpe gw lulus hehe

Makasii banyak cha, ure an angel =]

-V****-

 

Haaa???

Koq bisa buku itu ada sama V****
sih???

Perasaan yang pinjam dulu itu si
P**** deh.

Udah selesaikah dia ujian???

 

120107 siang
hari menjelang sholat Jumat di kampus FKG UI :

Eh cha,
buku Weinenya ocha kayaknya ada di si V**** deh

-berpapasan
dengan R**** -

 

120107 malam
hari :

Masih menunggu
kabar dari P****. Mungkin dia sedang tak ada pulsa untuk mengabari bahwa
bukunya telah selesai dipinjam. Beri dia waktu sehari lagi.

 

130107 malam
hari :

Akhirnya, tak
sabar pula untuk tak bertanya pada P**** tentang keberadaan bukuku tersebut.

Assalamu’alaikum P**, buku Weine-nya

rosa

sudah selesai dipinjamkah?”

 

130107 @20.34
WIB :

Wa’alaikumsalam cha, sebelumnya gw mo minta
maaf banget sama loe, buku loe dipinjem ama V****, kemarin sih pengen bilang
dulu ma ocha, emang kenapa cha? Mau dipake ya? Buat kapan?”

-P****-

 

Glekz…tak ada
reply untuk ini…

 

—–

 

Bila
musim ujian masuk klinik atau ujian dokter gigi tiba, entah kenapa
teman-temanku di kampus sering sekali mencariku untuk meminjam bahan-bahan
kuliah, entah itu kumpulan hand-out, textbook, atau sekedar ringkasan bahan
kuliah yang telah kubuat. Selama aku tidak sedang menggunakannya, aku biasanya
akan dengan senang hati meminjamkannya pada mereka. Aku senang karena mungkin dengan
demikian secara tak langsung aku dapat membantu mereka.

Namun,
entah kenapa, akhir-akhir ini tiap kali ada teman yang hendak meminjam
bahan-bahan kuliahku, aku merasa enggan untuk meminjamkannya. Bukan maksud hati
untuk bersikap pelit, tapi pengalaman-pengalaman soal pinjam meminjam inilah
yang aku sesalkan.

Pada
saat mereka membutuhkan bahan-bahan tersebut, maka mereka biasanya akan selalu
mengejar-ngejar aku hingga dapat, mulai dari mengSMS, menelepon, atau bahkan
menyambangi aku di tempat praktek. Namun, kejadian yang terjadi paska ujian
usai adalah, aku kerap tak mengetahui bahwa harta berhargaku itu telah
berpindah tangan ke orang lain. Parahnya adalah, orang yang pertama kali
meminjam bahkan tak memberiku ucapan pemberitahuan apalagi sejumput untaian
terima kasih.

Bukan
gila akan kata “terima kasih”, tapi aku
hanya meminta suatu pertanggungjawaban atas kepercayaan yang telah kuberikan
kepada mereka. Acapkali, kutemui hartaku tersebut sudah dalam kondisi yang
menyedihkan. Entah jilidannya ada yang lepas, lembarannya ada yang robek, dan
hal-hal lainnya. Hhhhh…padahal aku adalah orang yang sangat menjaga
harta-hartaku itu dengan baik dan apik, tapi kemudian dirusak begitu saja oleh
tangan-tangan tak bertanggungjawab. Bila
sudah begitu, orang terakhir yang memegang harta berhargaku itu justru biasanya
berkelit,

Gw gak tau cha, pas gw pinjem udah robek
kayak begitu.

Untuk
mereka yang merasa pernah meminjam bahan-bahan kuliah apapun dari rosa dan tak dapat menjaganya dengan baik, bila pada teman
sejawat saja kalian sudah tak dapat menunjukkan suatu tanggung jawab, bagaimana
dengan tanggung jawab kalian pada pasien-pasien nantinya???