Kontemplasi
Detik…telah berkumpul menjadi menit
Menit…telah bersatu menjadi jam
Jam…telah melebur menjadi hari
Hari…telah bertambah menjadi bulan
Bulan…telah berjalan menjadi tahun
…dan nikmat Tuhanmu manakah yang
kau dustakan?…
Allah…
Demikian melimpah kasih yang telah
Kau curahkan pada manusia dhaif ini
Adakah jalan yang lebih indah
dibandingkan jalan yang telah Kau tunjukkan
Meski berliku dan harus melaluinya dengan
ketertatihan
Sejatinya, itulah caraMu mencintaku
Allah…
Jauhkan hamba dari segala noktah
yang kerap menodai jiwa
Hempaskan gelimang thaghut yang berkelibat
tanpa sangka
Musnahkan seluruh bara yang menjadi
hijab di antara kita
Harapku, miliki sayap tuk kepakkan
ke ‘Arasy…jumpaiMu…
Allah…
Sungguh kupinta,
Hanya ingin dalam belaimu
Sekali lagi…
Jangan henti ajari memujiMu
Dalam tiap debaran…dalam tiap
getaran..dalam tiap kerlipan…
Tak ingin khianati rahman dan
rahimMu
Karena ku selalu yakini
Dalam dada pecinta sejati, tak
kan
terkumpul dua hati
…
*tiap detik adalah Anugerah…tiap tawa adalah
Karunia…dan tiap tetes air mata adalah Cinta… hari ini ruh baru telah lahir
kembali, tak ada yang bisa berpulang ke masa lampau, tapi selalu akan ada
kesempatan untuk memulai masa depan…semoga*
…special thanks
to : Bul’e, Bang Anca, Deasyku, Fathy, Bang Nanda, Icha, Diyas, Unce Marunce,
Tante Ida, Om Dhan, Jeng Dewi, Fitri, Meita, Andhika, Bang Ridho, Putri, Uda
Ipeng, Bang Ipin, Mba Ut, Thea, Donna, Pak’e Aroeng, Desly, Tia, Indah, Mba
Desan, Ditha [atas SMS dan teleponnya : sort by chronological order] ; Adis,
Ita, Yudha, Dian, Ranny, Mba Roza, Mba Retno, Mba Intan, Luiz [atas offline
message di Y!M], Mas Novi, Mas Haryo, Azhar, Idzma, Ka Samsul, Any, Tity,
Setta, Mba Wiet, Bunda Nila Aura, Wilda, Bunda Ira, Bunda Nila, Mas Riza, Dr.
Ady [atas message dan komennya di FS] ; Andik [atas kirimannya]…