Energi Sebuah Maaf
Dalam fase perjalanan
hidup seorang insan di dunia rasanya tiada yang tak pernah merasakan sesuatu
yang bernama perselisihan. Entah bagaimana akhir kisah dari perselisihan
tersebut pastinya akan sempat menorehkan sebuah luka di hati. Ada dua pilihan penatalaksanaan dari luka
tersebut ; pertama tetap membiarkan luka tersebut ada di dalam hati, dan kedua
menutup serta merawat luka tersebut dengan kata ajaib bertitel maaf.
Sejatinya luka yang
apabila tetap dibiarkan, mungkin dapat menyembuh tetapi sungguh penyembuhannya tidak
akan sesempurna bila dibandingkan dengan luka yang dirawat. Hasil akhirnya
sungguh memiliki perbedaan yang signifikan. Luka di kulit yang dibiarkan
terbuka biasanya akan meninggalkan noktah atau hingga yang paling parah adalah
berupa jaringan parut. Namun, luka di kulit yang dirawat dengan baik dapat
menyembuh hingga strukturnya kembali seperti semula. Memang, untuk merawat luka
tentunya dibutuhkan tenaga juga waktu, tetapi apalah arti dari kesemuanya itu
bila hasil akhir yang didapatkan akan lebih baik bila dibandingkan dengan hanya
membiarkan luka yang ada?