Untuk Satu Kata
Untuk satu kata
yang tak pernah terucap…
Maafkan, jika aku
hanya dapat berkata-kata pinta
Dalam wajah yang
tiada lelah,
Kuartikan itu
sebagai sebuah kesanggupan
Dan selalu, kau
memenuhinya dengan sempurna
Untuk satu kata
yang tak pernah terucap…
Terima kasih,
kau telah membuka jalanku tuk raih hidayahNya
Dalam beberapa
jam perjalanan,
Kuyakini itu
adalah ungkapan kebahagiaan
Dan kerapkali,
kau kejawantahkan dalam ribuan karya nyata
Untuk satu kata
yang tak pernah terucap…
Maafkan, bila
hanya keluh yang bisa kuulurkan
Dalam raut yang
tak bercemas
Kuanggap itu sehangat
semangat
Dan senantiasa,
kau ajarkan aku untuk bangkit, meski dalam ketertatihan
Untuk satu kata
yang tak pernah terucap…
Terima kasih,
atas jutaan kebersamaan yang telah kita lalui bersama
Dalam ceriaku,
Dalam sedihku,
Dalam
waktu-waktu luang yang kau miliki
Kumaknai itu
sebagai sebuah perlambangan sayang
Dan acapkali,
kau wujudkan walau letih telah meremukredamkan raga gagahmu
Untuk satu kata
yang tak pernah terucap…
Maafkan, jika
kilahan sering terlontar dari bibir seorang manusia yang dhaif
Dalam keyakinan
yang menghujam jauh ke dasar bumi
Kusadari itu
adalah sebuah semiotika cinta
Karena
sejatinya, begitulah caramu ajariku mengenal dunia
Untuk satu kata
yang tak pernah terucap…
Terima kasih,
telah menitipkan aku pada seorang lelaki pilihanmu
Dalam senyum
yang tak pernah berhenti tersungging
Kumaknai itu
adalah euforia bercampur kelegaanmu
Karena telah
menunaikan amanah dari Allah
Menjaga dan
mengantarku hingga bertemu imam dalam hidupku
Untuk satu kata
yang tak pernah terucap…
Izinkan aku
mengumandangkannya pada semesta
Bahwa aku
demikian mencintaimu
Sungguh
mencintaimu
Dalamnya palung
Mariana, sungguh tiada dapat dibandingkan dengan dalamnya
Cinta ini padamu
Hanya untukmu,
Papa…
*Cinta itu
indah…karena ia bekerja dalam ruang kehidupan yg luas, dan inti pekerjaannya
adalah memberi. Memberi apa saja yg diperlukan oleh orang yg kita cintai untuk
tumbuh menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya [M. Anis Matta] — Terima
kasih, Pah, telah mengajarkanku menjadi seorang perempuan. Terima kasih, Allah,
telah memberikan aku seorang ayah yang demikian hebat *