Ikhtiar

 

 Buana, ujarnya kamu berwarna biru
bila tak berbungkus beratus cumulus. Baruna, ia pun acap berucap bahwa satu
keajaiban dirimu adalah tak ingin mengalir ke dataran yang lebih tinggi,
melainkan ke dataran yang lebih rendah. Itu pula yang telah mengendap di
lobus-lobus otakku bahwa jika hendak menjadi tenang sepertinya, maka
mengalirlah menurut aturan ‘Arasy. Mentari, katanya kamu selalu muncul di Timur
kala pagi hari dan tenggelam di Barat jika bumi telah berputar separuhnya. Ia
juga bilang, jikalau ragaku lebih tinggi mungkin aku bisa menggapai
keindahannya dalam wujud aurora di polar-polar dunia. Namun, masih menurut
penuturannya, panas yang dihasilkannya bisa meluluhlantakkan tulang belulang
yang telah disatukan kembali oleh ruhku di hari perhitungan kelak. Semuanya
niscaya terjadi bila amalan kebaikanku di dunia teramat ringan.

…read more…

Leave a Reply