Romantika Masa PTT

December 19th, 2007 by daffahanif

Pengalaman
masa pengabdian profesi dokter atau yang lebih dikenal dengan istilah
PTT [Pegawai Tidak Tetap] Departemen Kesehatan, kerap menjadi sebuah
kisah yang tak akan terlupakan bagi dokter dan dokter gigi yang
menjalaninya, terutama bagi mereka yang bertugas di daerah sangat
terpencil. Mulai dari pengalaman yang menyenangkan hingga tak sedikit
pula yang menyedihkan. Dari sekian banyak kisah yang dialami, tampaknya
kisah mengenai romantika cinta dokter dan dokter gigi PTT menjadi salah
satu kisah yang cukup menarik untuk disimak.

….read more…

Sebuah Keputusan

December 19th, 2007 by daffahanif

Tak ubahnya gugusan bintang yang menetaskan cahayanya sendiri, pepasir
pantai di negeri Hukurila tampak gemilang dari kejauhan. Berbeda dengan
pepasir di negeri Kamarian yang lusuh meski telah berbasuh air laut
yang kerap menyambanginya bersama gelombang pasang. Batu-batu karang
besar yang menghampar di pojokan tanjung menegaskan pada setiap yang
bertandang agar selalu mawas pada keteduhan laut yang sejatinya ganas.
Ketegasan tersebut bukan tanpa satu motif yang nyata. Garis pantai
negeri Hukurila memang menelikung tepat di tepian laut yang tersohor di
dunia karena kedalamannya yaitu Laut Banda. Jika awan gemawan sedang
jenuh untuk bergumul, maka langit dan baruna laiknya karib yang tak
terpisahkan lagi, pun oleh seutas benang cahaya mentari di siang hari.

…read more…

Baku Pukul Manyapu

December 19th, 2007 by daffahanif

Suasana kota Ambon di hari Sabtu, 20 Oktober 2007, mendadak senyap.
Seolah terjadi migrasi mendadak, ribuan warga Ambon berduyun-duyun
menggunakan angkutan darat dan laut menuju ke negeri Mamala dan Morela
yang terletak
di Jazirah Leihitu, kabupaten Maluku Tengah. Langit yang berawan sendu
tak menyurutkan langkah mereka untuk beranjangsana ke dua negeri yang
saling bertetangga di penjuru utara pulau Ambon tersebut. Bukan tanpa
perkara yang sederhana bila semangat mereka demikian membara seperti
itu. Pasalnya adalah, di tiap hari yang bertepatan dengan hari ketujuh
setelah Idul Fitri atau 8 Syawal pada penanggalan Hijriah, dua negeri
adat yang penduduknya beragama Islam tersebut mengadakan satu tradisi
pukul sapu atau yang lebih dikenal dengan Baku Pukul Manyapu.

…read more…

Bukan Batu Biasa

October 8th, 2007 by daffahanif

Di satu malam dengan hujan deras yang disertai gemuruh petir, mantri gigi yang sudah enam belas tahun bekerja di Puskesmas Waimital itu tiba-tiba saja mendapatkan mimpi yang aneh. Ia bermimpi ada satu bintang di langit yang meluncur ke kebun kacang tepat di belakang rumahnya di negeri Hatusua. Tanpa menggubris mimpi tersebut, keesokan harinya ia memang berencana untuk memanen kacang tanah di kebun belakang rumahnya itu. Tak seperti saat panen-panen sebelumnya, ia merasakan kesulitan yang amat sangat ketika berusaha mencabut kacang-kacang di kebunnya dari tanah. Ketika kacang-kacang itu telah berhasil ia cabut, betapa kagetnya ia kala mendapati sebuah batu berbentuk aneh di bawahnya.

read more…

Masih Mau Merokok ???

October 3rd, 2007 by daffahanif

Anda
punya kebiasaan merokok? Atau Anda ingin mencoba-coba menghisap rokok?
Sebaiknya buang jauh-jauh kebiasan atau keinginan Anda tersebut. Kebiasaan
merokok selain telah terbukti menjadi salah satu penyebab penyakit jantung
koroner dan kanker paru, ternyata juga dapat mempertinggi resiko kehilangan
gigi. Hal ini secara konkrit telah dibuktikan oleh Dr. Bayati dari

Universitas Malaya

,

Malaysia

. Dalam penelitiannya, Dr.
Bayati mengambil sampel 2506 gigi permanen dari perokok dan bukan perokok yang
berusia antara 15 hingga 64 tahun pada penduduk

Sana

’d, Yaman. Hasil yang didapatkan dari risetnya
adalah ternyata perokok lebih mudah kehilangan gigi geligi daripada mereka yang
bukan perokok.

Read more…

Menyoal Simbol

September 29th, 2007 by daffahanif

 
Cuaca
dan situasi kota Jakarta di bulan Ramadhan ini tampaknya
memang benar-benar menguji kesabaran setiap orang yang sedang menjalani ibadah shaum.
Bagaimana tidak? Darah seakan mendidih oleh matahari yang bersinar demikian
teriknya. Kemacetan di seluruh titik ibukota, terutama menjelang waktu berbuka,
seolah memaksa orang-orang untuk tetap duduk manis di rumah atau berdiam di
kantor hingga lepas waktu berbuka. Pun demikian hal dengan saya, jika saja
tidak ada keperluan yang urgen, maka saya memilih untuk tinggal di rumah
ketimbang harus pergi ke sebuah kantor pemerintah yang terletak di bilangan Kota, Jakarta Barat,
siang itu. Apalagi jika mengingat daerah tersebut rawan akan kemacetan yang disebabkan
pembangunan terowongan penyebrangan orang [TPO] di halte busway yang tak
kunjung usai.

Sesampainya
saya di kantor tersebut, satu realita lagi yang harus saya hadapi adalah : antrian.
Selagi menunggu antrian, tiba-tiba HP saya berbunyi tanda ada sebuah SMS yang
masuk. Ternyata SMS tersebut adalah sebuah SMS dari salah seorang sahabat saya
ketika masih SMU. Setelah membaca SMS yang sepertinya juga terusan dari orang
lain tersebut, saya tercenung sesaat. SMS tersebut berisi sebuah peringatan
untuk menghindari penggunaan huruf-huruf “4JJ I” [baca : Allah] dalam berbagai
penulisan. Ujarnya, huruf-huruf tersebut ternyata menyimpan sebuah makna lain
yang memiliki hubungan kuat dengan satu agama tertentu. Intinya, makna yang
tersirat dari peringatan tersebut adalah : jika kita menggunakan huruf-huruf tersebut
dalam penulisan, maka sama saja kita memuja Tuhan dari agama lain.

read more…

Manusia Dhaif

September 24th, 2007 by daffahanif

Satu
siang dengan paras surya yang merekah bak putri bunga. Adalah suatu jalan yang
telah digariskan, ketika teriknya bergumul dengan kelebatan tatapan tajam
menerkam. Itulah perkara yang sejak dahulu dinisbatkan sebagai anugerah, tetapi
kelanjutannya dapat menjadi salah satu etiologi dari petaka besar dalam sejarah
manusia. Bila kemudian ia bersanding dengan gemerlap keduniawian, maka tak ayal
kenistaan telah menanti di ujung jalan. Adapun kilaunya bisa menyambangi tiap
pucuk dedaunan muda bersama angin yang mengalir semilir. Karenanya, penampikan
demi penampikan tak akan membuat gelora semakin meredup, tapi justru kian
meletup. Semiotika lantas dikejawantahkan dalam bilangan-bilangan syair. Setiap
ucap harus dimaknai dengan lamat dan cermat. Hening kerap menjadi saksi sejarah
berjuta metamorfosis karenanya. Dunia yang makin tenggelam karena runtuhnya
pegunungan es di belahan Antartika atau tanah tandus yang berganti menjadi
taman bunga dalam tempo sekejap, bisa menjadi sepenggal bukti. Bukan hanya
dalam satu babak saja manusia memilih, tapi hidup memang merupakan pilihan,
bergerak cepat atau tinggal di tempat. Ketika keputusan untuk bergerak cepat
telah dipilih, maka tak seharusnya melihat pada apa yang telah lampau melainkan
ibrah dan mauidzah.

 

Read more…

Tilawah Al-Qur’an Dapat Mengurangi Bau Mulut Saat Berpuasa

September 21st, 2007 by daffahanif

Datangnya
bulan Ramadhan kerap menghadirkan kesyahduan tersendiri bagi setiap kalbu yang
merindunya. Momen-momen penting yang terjadi di bulan Ramadhan rasanya dapat
menginspirasi siapa saja yang hendak melakukan rihlah [wisata] ruhaniyah. Mekkah
yang berhasil ditaklukan oleh kaum Muslimin, kemenangan tentara Islam melawan
tentara kafir Quraisy, kehadiran Lailatul Qadar yang memiliki keutamaan lebih
dari seribu bulan, adalah beberapa di antaranya. Adapun momen terpenting di
bulan Ramadhan adalah diwajibkannya puasa dan turunnya Al-Qur’an berbarengan
dengan diangkatnya Muhammad bin Abdullah sebagai Rasulullah. Oleh karena itu,
amal di bulan Ramadhan sejatinya terfokus pada dua hal tersebut. Sedangkan,
amalan lainnya merupakan suatu jalan untuk mengejawantahkan nilai-nilai yang
terkandung dalam Al-Qur’an.

Karena
Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada bulan Ramadhan [QS. Al-Baqarah : 185],
tak heran bila Rasulullah lebih sering dan lebih banyak membaca Al-Qur’an di
bulan ini dibandingkan di bulan-bulan lain. Bahkan, Malaikat Jibril pun turun
langsung untuk memuroja’ah [mendengar dan menilai] bacaan Al-Qur’an beliau. Oleh
karenanya, amat dianjurkan bagi seorang Muslim untuk memperbanyak membaca
Al-Qur’an di bulan Ramadhan. Tilawah [membaca] Al-Qur’an ini tentu saja
dilakukan dengan tetap memperhatikan tajwid dan hakikat dasar diturunkannya
Al-Qur’an untuk ditadabburi, dipahami, dan diamalkan. Allah berfirman :

“Ini
adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu dengan penuh berkah supaya
mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya orang-orang yang mempunyai pikiran
mendapat pelajaran.”
[QS. Ash-Shad : 29].

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya, selain
mendatangkan pahala yang berlipat ganda apabila dilakukan secara ikhlas,
tilawah al-Qur’an pada saat berpuasa ternyata dapat pula mengurangi bau mulut [halitosis
/ fetor ex ore].

read more…

Serenada untuk Belahan Jiwa

August 31st, 2007 by daffahanif

Sayang…

Sungguh
belum jua ada ilham yang menyambangiku mengenai siapa sejatinya dirimu, yang
menjadi belahan jiwaku. Bertanya-tanya di tiap desahan nafas, apakah kau dan
aku telah saling melontar kata, atau memang persinggungan aura itu belum pernah
terjadi? Sekejap, seolah ku jumpaimu dalam serpihan do’a, sujud panjang, mimpi,
lembaran lontar, atau bahkan pada secarik elegi cinta. Ternyata, isyarat itu
hanyalah sebilah fatamorgana, meski roja’ kerap menyertai kala ku kepakkan sayap
menuju bianglala.

 

Ksatriaku…

Aku
dengan segenap keimananku sungguh meyakini bahwa engkau adalah lelaki
pilihanNya. Engkau adalah makhlukNya yang terbaik yang akan berada di sampingku
hingga pada saatnya senja menempa raga. Engkaulah bintang Venus yang bersinar
cerah di jingga langitku. Duhai ksatria, terbangkan aku dengan kuda sembranimu
menuju romantika cinta yang bukan sekedar semiotika. Kau dan aku disandingkan
oleh iradahNya, karenanya ku mohon jangan sekali-kali kau ingkar dari mencintaiNya.
Cintailah aku, setelah engkau persembahkan cinta tertinggimu pada Allah dan
RasulNya.

 

Rindu…

Di
belahan bumi manapun engkau berdiri kini, meski mungkin tak sebaik

padang

pertemuan Adam dan
Hawa, aku percaya bahwa Sang Pemilik Jiwa telah menyiapkan tempat terbaik untuk
kita bersua. Wahai rindu, untuknya tak perlu kau berkeras menyelami Atlantis
yang tinggal legenda. Aku pun jua rasakan resah yang menjarah hatimu. Bahkan, kerinduan
ini selaksa khamr yang kian menelan kesadaranku. Namun, sekali lagi aku mohon :
bersabarlah. Kesabaran akan selalu berbuah indah, dan sungguh sesuatu yang indah
akan datang pada saatnya kelak.

 

Cinta…

Kau
adalah imamku. Engkau adalah pakaian bagiku dan aku adalah pakaian bagimu. Karenanya,
kenakanlah baju zirahmu tuk bertarung demi kehormatanku karena engkau adalah
pahlawan yang telah lama kuimpikan. Hari demi hari a

kan

kita hiasi dengan ketundukan padaNya. Kelamnya
malam akan kita terangi dengan tangis munajat kehadiratNya. Sunyinya istana
kecil akan kita riuhkan dengan tawa jundi-jundi yang kelak dititahkan
melanjutkan perjuangan menegakkan dienNya di muka bumi.

 

Kasih…

Kau
dan aku miliki masa lalu. Masa lalu kerap menjadi bumerang bagi insan yang
enggan memandang ke depan. Namun, dengan peleburan jiwa sebuah lembar baru
kehidupan pun telah dimulai. Akadnya, kita hidup untuk hari ini dan hari esok,
dan tiada guna hari kemarin melainkan ibrah dan mauidzah. Sekali lagi kuyakini
bahwa itu adalah bekalan terbaik untuk merengkuh masa depan nan futuh.

 

Pangeranku…

Tetaplah
sanjungkan harap di dua pertiga malammu. Biar ku dengar lamat isakmu di balik
hijab penantianku. Duhai pangeran, bukan hanya Pandawa yang bisa berbangga
dengan loyalitas seorang Drupadi, satu ikrarku dengan persaksian malaikatNya :
aku jua akan berikhtiar tuk menjadi yang kau bangga.

 

Untuknya di ‘Arasy

March 27th, 2007 by daffahanif

Teruntuk jundi-jundiku di ‘Arasy

Ketahuilah Nak, kehidupan merupakan sebuah daur yang akan selalu melingkar. Engkau tiada akan bisa selamanya berada dalam puncak, atau sebaliknya selalu berkutat di bawah. Ketika engkau berada di puncak, benamkan dalam pikiranmu bahwa perlahan waktu mungkin sedang menggiringmu untuk menuju ke dasar. Kala engkau sedang berada di dasar, yakinilah bahwa waktu pulalah yang akan mengangkatmu hingga engkau dapat mencapai kulminasi tertinggi.

selengkapnya di sini